Padang, Padangkita.com – Krisis air bersih yang melanda sebagian wilayah Kota Padang pascabencana hidrometeorologi akhir tahun lalu membuka mata banyak pihak akan pentingnya peremajaan infrastruktur.
Momentum ini dimanfaatkan pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan perombakan total terhadap sistem penyediaan air minum yang sudah termakan usia.
Komitmen tersebut ditegaskan saat Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun milik Perumda Air Minum (Perumda AM) Kota Padang, Jumat (30/1/2026).
Didampingi Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, dan Gubernur Sumbar Mahyeldi, Menteri Dody melihat langsung kondisi infrastruktur vital tersebut.
Dalam tinjauan tersebut, terungkap fakta bahwa IPA Gunung Pangilun masih mengandalkan teknologi lawas peninggalan Grémont Prancis yang dibangun tahun 1957. Kondisi ini dinilai sudah tidak relevan dengan kebutuhan kota modern dan rawan terhadap guncangan gempa.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam laporannya kepada Menteri PU menjelaskan situasi terkini penanganan darurat. Menurutnya, perbaikan fisik pascabencana sudah hampir rampung, namun optimalisasi tekanan air masih menjadi kendala teknis.
"Pascabencana hidrometeorologi akhir November 2025, perbaikan intake dan jaringan perpipaan Perumda AM telah mencapai 98,9 persen dan ditargetkan rampung awal Februari 2026. Namun, kami akui distribusi air belum optimal karena masih menggunakan pipa sementara sehingga tekanan ke pelanggan belum maksimal," ujar Fadly Amran di lokasi peninjauan.
Sebagai bentuk empati pemerintah kota, Fadly mengambil kebijakan populis untuk meringankan beban warga yang suplai airnya terganggu.
"Menyikapi krisis air bersih, Pemko Padang telah menggratiskan tagihan PDAM dan retribusi sampah bulan Februari bagi sekitar 1.382 pelanggan terdampak. Kami ingin warga fokus pada pemulihan tanpa dibebani biaya layanan yang belum maksimal," tegasnya.
Tidak hanya bicara soal gratis tagihan, Fadly juga memaparkan peta jalan (roadmap) mitigasi bencana air bersih ke depan. Ia tidak ingin warga Padang kembali kesulitan air saat musim kering atau bencana datang.
"Selain itu, kita juga menyiapkan langkah jangka panjang berupa usulan pembangunan sekitar 200 sumur bor komunal gratis di wilayah rawan kekeringan. Kami juga mengusulkan dua SPAM baru, dan alhamdulillah, salah satunya telah disetujui pemerintah pusat, yakni SPAM Palukahan dengan tambahan kapasitas 300 liter per detik," papar Fadly.
Merespons paparan tersebut, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa Jakarta tidak akan tutup mata. Ia menjamin proyek vital ini akan dikawal hingga tuntas demi keandalan pasokan air warga Padang.
"Kami memastikan penanganan krisis air bersih berjalan optimal pascabencana di Kota Padang. Sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang agar sistem penyediaan air minum lebih aman, andal, dan tangguh terhadap bencana. Pemerintah pusat berkomitmen penuh untuk ini," kata Dody Hanggodo memberikan jaminan.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, membeberkan detail teknis proyek revitalisasi IPA Gunung Pangilun. Instalasi tua tersebut akan digantikan dengan teknologi terkini yang lebih efisien dan tahan gempa.
"Instalasi baru akan dibangun di dekat intake Kampung Koto Gunung Pangilun di atas lahan sekitar 13.100 meter persegi dengan dukungan anggaran pusat Rp400 miliar. Proyek ini ditargetkan rampung akhir 2027," jelas Hendra.
Ia menambahkan bahwa dampak dari pembangunan ini akan sangat signifikan bagi cakupan layanan air bersih di ibu kota provinsi.
"Nantinya, instalasi baru ini akan melayani sekitar 40.730 pelanggan atau mencakup 31 persen pelanggan Perumda AM Kota Padang. Ini adalah lompatan besar bagi pelayanan kami," pungkasnya.
Baca Juga: Darurat Air Bersih, Pemko Padang Kebut Perbaikan IPA Perumda AM yang Hancur Diterjang Banjir
Usai meninjau Gunung Pangilun, rombongan melanjutkan inspeksi ke Irigasi Gunung Nago dan Intake Palukahan Lubuk Minturun untuk memastikan integrasi sistem tata air kota berjalan sesuai rencana. [*/hdp]











