Penjelasan Jubir Satgas Covid-19 Sumbar Soal Data Berbeda dengan Kabupaten/Kota

Penulis: Redaksi

Padang, Padangkita.com – Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumatra Barat (Sumbar) Jasman Rizal menjelaskan duduk masalah soal data berbeda antara yang dirilis Satgas Sumbar dengan kabupaten/kota.

Ia mengungkapkan, perbedaan data itu karena petugas kabupaten/kota tidak disiplin mengisi form yang telah disediakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Jadi, tiap hari data harus di-update, diisi. Nah, (petugas) kabupaten/kota ini entah kenapa jarang yang disiplin,” kata Jasman ketika dihubungi Padangkita.com melalui telepon seluler, Selasa (27/7/2021).

Sebagaimana yang diberitakan Padangkita.com sebelumnya, jumlah data yang dirilis Satgas Covid-29 Sumbar di laman Sumbarprov.go.id dengan yang dilaporkan di laman Dinkes Padang, jauh berbeda. Khususnya, data pada Senin (26/7/2021).

Baca juga: Berbeda dengan Data Satgas Covid-19 Sumbar, Dinkes Padang Laporkan Kasus Baru 508 Orang, Meninggal 9 Orang

Pada hari yang sama, Satgas Covid-19 Sumbar merilis tambahan kasus baru di Kota Padang sebanyak 275 orang, pasien yang sembuh 292 orang, dan pasien meninggal dunia 7 orang. Sementara itu, Dinkes Padang melaporkan kasus Covid-19 bertambah 508 orang, pasien sembuh 409 orang, dan yang meninggal dunia 9 orang.

Jasman yang juga Kepala Dinas Komunikasi, Inrformatika dan Statistik (Kominfotik) Sumbar menegaskan, data yang dirilis Satgas Covid-19 Sumbar sesuai dengan data yang dilaporkan oleh Laboratorium Fakultas Kedokteran (FK) Unand yang memeriksa PCR (Polymare Chain Reaction).

Baca juga: Pasien Covid-19 yang Dirawat dan Isolasi di Sumbar Capai 10.839 Orang, Pasien yang Meninggal Melonjak 16 Orang

“Karena masalah ini (petugas kabupaten/kota tidak disiplin mengisi laporan), tiga hari kami sempat tidak membuat laporan, semua kalang kabut. Padahal sejak awal sudah dijelaskan, harus diisi tiap hari untuk laporan ke Kemenkes. Akhirnya, kami berpatokan saja pada laporan yang di kirim Lab,” ujar Jasman yang masih pemulihan setelah terinfeksi Corona.

Ia berharap, ke depan petugas kabupaten/kota disiplin mengisi laporan ke Kemenkes tersebut, sehingga tidak ada lagi perbedaan data yang dirilis ke publik. (*/pkt)

Terpopuler