Penerbangan Padang – Kuala Lumpur Dibuka Oktober, Kenali lagi Wisata Alam Tersembunyi di Sumbar Ini

Penulis: Redaksi

Padang, Padangkita.com – Mulai bulan Oktober mendatang, penerbangan internasional Padang – Kuala Lumpur kembali dibuka. Ini diyakini bakal mendatangkan lebih banyak wisatawan, khususnya dari Malaysia ke Ranah Minang.

Menyambut hal itu, objek-objek wisata di Sumbar diminta berbenah. Mengambil momen tersebut, tak ada salahnya, kenali lagi objek-objek wisata di Sumbar yang belum banyak diketahui. Menariknya objek-objek wisata ini punya cerita dan legenda unik.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyebut objek wisata ini sebagai objek wisata yang masih ‘tersembunyi. Berikut daftarnya:

Lubuak Rantiang

Terletak di daerah Sungai Bangek, Lubuak Rantiang merupakan wisata alam Sumbar yang menjadi ‘harta karun’ di dalam hutan. Uniknya, disebut lubuak karena air terjunnya memiliki kolam di aliran sungainya.

Meskipun hanya setinggi 6 meter yang terletak di kawasan Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, namun air terjun yang dikenal dengan Lubuak Ngalauan, atau Sarasah Lubuak Rantiang ini menyuguhkan panorama indah.

Lubuak Rantiang. [Foto: Dok. rentalmobilpadang.co.id]

Belum lagi dilengkapi dengan air berwarna kehijauan bening yang sangat menyegarkan untuk berenang. Jika tertarik, Lubuak Rantiang bisa menjadi pilihan destinasi wisata yang tepat untuk menenangkan diri di Sumbar.

Air Terjun Nyarai

Masih tentang air terjun, wisata alam tersembunyi di Sumbar selanjutnya adalah Air Terjun Nyarai. Saking indahnya pemandangan yang ditawarkan, Air Terjun Nyarai disebut mirip dengan Grand Canyon di Amerika Serikat.

Berlokasi di Hutan Gamaran, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Pariaman, Air Terjun Nyarai cukup sulit dijangkau. Karena kita harus menembus hutan terlebih dahulu. Namun, setelah itu keindahan air terjun setinggi 8 meter akan menghapus rasa lelah kita.

Air Terjung Nyarai. [Foto: Shutterstock/Ritno Kurniawan]

Air Terjun Nyarai awalnya ‘ditemukan’ oleh Ritno Kurniawan yang hobi bertualang. Temuannya ini seakan mengubah pola pikir masyarakat setempat yang sebelumnya mendapat penghasilan dari menebang pohon di hutan, kini mengelola objek wisata Air Terjun Nyarai.

Hingga akhirnya, pada April 2013 Air Terjun Nyarai mulai dikelola sebagai objek wisata andalan Kabupaten Padang.

Pulau Pasumpahan

Berlibur ke Sumbar jangan lupa mengunjungi pulau terindah ini, yaitu Pulau Pasumpahan. Berada di perairan Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Pulau Pasumpahan memiliki keindahan laut yang sudah dikenal hingga wisatawan mancanegara.

Hamparan pasir putih yang bersih, terumbu karang cantik yang masih terjaga, hingga arus air yang tenang menjadi alasan Pulau Pasumpahan dijuluki Maldives-nya Sumbar.

Uniknya, cerita Malin Kundang tidak hanya ditemukan di Pantai Air Manis, namun juga di Pulau Pasumpahan. Konon, Pulau Pasumpahan adalah tempat di mana ibu Malin Kundang mengutuk dan menyumpah anaknya.  Setelah dikutuk, tubuhnya berubah menjadi batu di Pulau Pisang, Pantai Air Manis. Sejak saat itu ‘pasumpahan’ yang berarti disumpah, menjadi nama pulau ini.

Danau Kembar

Danau Kembar menjadi salah satu wisata alam di Sumbar yang wajib dikunjungi. Berlokasi di dataran tinggi Kabupaten Solok, sebelah Timur Kota Padang, Danau Kembar memiliki pemandangan indah dan udara yang sejuk, hingga 14-16 derajat Celcius. Di sini kita bisa menyusuri keindahan danau yang terdiri dari Danau di Atas dan Danau di Bawah dengan menyewa perahu.

Namun di balik keindahan tersebut, ada legenda yang dipercaya masyarakat setempat. Konon, Danau Kembar didapat berkat kemenangan pertarungan Ninik (petinggi adat) dengan seekor naga besar yang jahat di kawasan tersebut.

Danau Kembar. [Foto: Dok. Pemkab Solok]

Singkat cerita, naga kalah dan membentuk tubuhnya menyerupai angka delapan. Darahnya pun terus mengalir dan menggenang dari bagian ekor hingga kepala, yang kemudian berubah menjadi danau yang besar.

Dari pertarungan itu terbentuk dua nama daerah di sekitar Danau Kembar, yaitu Kecamatan Lembah Gumanti, yang berarti Lembah Naga Nan Mati. Kemudian, Aia Sirah (Air Merah) karena air di daerah ini berwarna merah yang dipercaya darah naga yang masih hidup terus mengalir.

Pemandian Alam Sako Tapan

Masih tentang air, surga tersembunyi di Sumbar selanjutnya adalah Pemandian Alam Sako Tapan di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Dikelilingi oleh pepohonan yang rindang, bebatuan yang berjajar rapi di pinggir kolam dan udara yang sejuk memberikan pengalaman berwisata yang tak terlupakan.

Pemandian Alam Sako Tapan. [Foto: Ist. ]
Selain terdiri dari bebatuan dan pemandangan alam yang indah, kebersihan Pemandian Alam Sako Tapan masih sangat terjaga. Sehingga akan membuat wisatawan merasa sangat nyaman. Satu yang menarik, Pemandian Alam Sako Tapan masih menjunjung tinggi tradisi dan budaya turun-menurun. Sebab di sini kita masih bisa menikmati tradisi Balimau yang dilakukan setiap bulan Ramadan.

Baca juga: Permata Tersembunyi, Wagub Ingin Dua Destinasi di Kabupaten Pasaman Ini Jadi Icon Wisata Sumbar 

Upacara Balimau di Pemandian Alam Sako Tapan dilakukan dengan cara mandi menggunakan air jeruk nipis. Konon, kegiatan mandi dengan air jeruk nipis ini dapat melindungi badan dan hati menyambut bulan Ramadan agar seluruh jiwa benar-benar bersih. [*/pkt]

 

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Terpopuler

Add New Playlist