Pendidikan Kota Padang Butuh Revolusi

Penulis: Yose Hendra
Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah. (Foto: Humas Pemko)

PadangKita – Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menilai pendidikan mendesak di revolusi karena pola yang berjalan hari ini memperlambat kecerdasan.

Dia mengungkapkan, pendidikan di Sekolah Dasar (SD) berlangsung 6 tahun, pada hal sebelumnya anak sudah mempelajari dalam usia dini.

“Begitu juga dengan pendidikan S3 (Doktor), rata-rata di Indonesia memperoleh Doktor dalam Usia 35 tahun, di luar negeri rata-rata memperoleh Doktor dalam usia 27 dan 28 tahun, ini jelas memperlambat kecerdasaan. Maka sekarang perlu kita lakukan revolusi pendidikan,” ungkap Mahyeldi ketika menutup acara Seminar International Confrence On Global Education (ICGE) V di Palanta Rumah Dinas Walikota Jl. A. Yani, Padang, semalam.

Mahyeldi mencontohkan pendidikan masa lalu dengan sekarang, salah satu pendidikan tamatan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) bisa sukses mengajar di Sekolah Dasar.

“Sekarang lulusan Program S1 belum tentu bisa mengajar dan mendidik. Ini jelas perlambatan dan perlu dievaluasi secara mendalam dan serius,” ujarnya.

ICGE V Tahun 2017 yang dilakukan Universitas Ekasakti Padang pada tanggal 10 dan 11 April 2017 kemarin.

Acara penutupan ini diawali dengan syukuran makan bersama, pemakalah dan peserta seminar 5 Negara (Malaysia, Thailand, Vietnam, Brunai Darussalam dan Indonesia) dengan Walikota Padang, juga tampak hadir Rektor Universitas Ekasakti Padang Prof. Dr. H. Andi Mustari Pide, S.H. dan Pimpinan dilingkungan Unes.

Mahyeldi menyebutkan palanta ini tempat pertemuan, musyawarah, bertukar fikiran, silaturrahmi, selain digunakan oleh Pemerintah Daerah juga dapat digunakan oleh Organisasi masyarakat dan Perguruan Tinggi.

Hasil Seminar ICGE V ini akan dijadikan dasar awal untuk melakukan revolusi pendidikan Kota Padang. Dengan adanya revolusi pendidikan, Indonesia perlu masukan, perlu ada pembanding, perlu ada pendorong pola pendidikan untuk mandiri, evaluasi diri yang dilakukan Perguruan Tinggi dan Sekolah secara profesional.

Makalah yang disampaikan Narasumber banyak manfaatnya dalam peningkatan mutu pendidikan, Mahyeldi mengharapkan kepada Universitas Ekasakti Padang agar dapat mengundang kembali para nara sumber untuk mendiskusikan hasil Seminar ICGE V ini dengan Pemerintah Kota Padang, sehingga pendidikan di Kota Padang bisa dilakukan revolusi.

“Pendidikan kita perlu evaluasi mendalam,” ungkapnya seperti dikutip juga dari facebook Humas Kota Padang.

Dia melihat, melalui pendidikan seharusnya seseorang meraih sukses dalam menjalani kehidupan. Namun dalam kenyataannya justru belum sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Harus ada percepatan pencerdasan,” sebut Mahyeldi.

Walikota mencoba membandingkan antara Indonesia dengan negara lain. Di mana di negara lain, seseorang mendapatkan gelar S3 pada usia di bawah 30 tahun. Sedangkan di Indonesia, justru di atas 30 tahun.

Dalam ICGE V yang digelar di Padang itu dihasilkan tujuh poin resolusi bagi pendudidikan. Resolusi itu disebut dengan “Resolusi Padang untuk Revolusi Dunia Pendidikan Dalam Rangka Kesejahteraan Umum dan Penghargaan Terhadap Budaya yang Berbeda”.

Resolusi ini ditandatangani perwakilan Universitas Kebangsaan Malaysia Prof. Madya Dr. Dato’ Muhammad Husain dan perwakilan Universitas Eka Sakti Prof. Dr. Sufyarma Marsidi, M. Pd.

“Ada tujuh resolusi yang dihadirkan di sini, lewat resolusi ini perlu revolusi pendidikan, terutama masukan bagi Kota Padang,” ujar Walikota Padang.

Ketujuh resolusi itu diantaranya yakni ICGE V mendorong pemerintah meningkatkan akses kesadaran warga negara agar memperoleh pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang fleksibel, relevan, berkualitas dan terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat. Serta, ICGE V mendorong keterlibatan publik dan pemangku kepentingan (stakeholders) dalam melaksanakan inovasi pendidikan bersama-sama sekolah dan perguruan tinggi.

Sementara, perwakilan Universitas Kebangsaan Malaysia Prof. Madya Dr. Dato’ Muhammad Husain mengaku bangga bisa hadir di Padang. Dirinya juga mengapresiasi langkah Walikota Padang yang berkontribusi menegakkan syariat Islam di Padang.

“Kita bangga punya pemimpin seperti ini,” ungkapnya.

Muhammad Hussain mengatakan bahwa pendidikan terus berubah setiap waktu. Seiring dengan perkembangan zaman.

“Kita harus mengikuti tekhnologi, bukan sebaliknya,” pungkasnya.

Terpopuler

Add New Playlist