Pencuri TBS Dibiarkan, Pengurus KSU Air Bangis Semesta Pertanyakan Status Kebun Plasma 374 Hektare

Penulis: Ahmad Romi

Simpang Empat, Padangkita.com – Koperasi Serba Usaha (KSU) Air Bangis Semesta, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, mempertanyakan  perkebunan plasma kelapa sawit seluas 374 hektare yang hingga hari ini tidak kunjung ada kejelasan.

“Kita selaku pengurus merasa sedikit ada keanehan terhadap status kebun plasma yang katanya saat ini masuk dalam kawasan hutan produksi, pasalnya TBS terus dicuri, namun tidak ada tindakan apapun dari aparat penegak hukum ataupun dari pemerintah setempat,” kata Ketua KSU Air Bangis Semesta, Widya Afdi kepada Padangkita.com di Simpang Empat, Sabtu (18/12/2021).

Ia mengaku kerap menemui adanya pengambilan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit oleh orang di luar pihak koperasi. Mirisnya, kata dia, pencurian dilakukan terang-terangan pada siang hari.

“Kita menduga hal ini ada permainan dengan pihak lain sehingga kegiatan ilegal ini berjalan dengan mulus hingga hari ini. Tidak tanggung-tanggung, mereka mengambil TBS dengan mobil yang kalau dihitung-hitung mencapai tiga truk dalam satu hari,” ungkapnya.

Widya Afdi menyesalkan sikap aparat penegak hukum dan pemerintah setempat yang terkesan hanya tajam sebelah. Di mana ketika ada anggota koperasi yang ingin menyelamatkan kebun dengan memanen TBS, malah dilaporkan kepada pihak berwajib hingga akhirnya berujung di meja hijau.

Ia mengungkapkan ada beberapa orang anggota koperasi yang dilaporkan oleh oknum kepala jorong setempat dan hingga kini masih dalam proses hukum.

“Waktu itu ada oknum kepala jorong yang melaporkan kegiatan (mengambil TBS) yang dilakukan oleh anggota koperasi kita, namun ketika ini dilakukan oleh orang yang diduga pencuri, pihaknya hanya diam saja. Kami menduga ini ada permainan,” paparnya.

Menyikapi hal ini, ia mengaku telah menyurati Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah. Namun, lanjut dia, hingga kini belum ada tanggapan. Ia juga telah mengirim surat ke Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, namun juga belum direspons.

Sementara itu, para pengurus koperasi hari ini terus didesak oleh para anggota koperasi untuk melakukan panen TBS, karena mereka sangat membutuhkan hasil dari kebun plasma ini demi kelangsungan hidup mereka.

“Kita meminta kepada pemerintah daerah, baik itu Bupati, Wakil Bupati, DPRD, Kejaksaan, dan Kepolisian untuk menindaklanjuti hal ini. Karena sudah hampir satu tahun kebun ini tidak diambil hasilnya. Mohon berikan kami kepastian dan bantulah kami masyarakat kecil ini,” harapnya.

Sejarah Penyerahan Lahan

Sebelumnya, pengurus KSU Air Bangis Semesta yang lama telah menyerahkan lahan plasma 374 hektare kepada pemerintah pada 15 Februari 2021 di hadapan penyidik Polres Pasbar. Alasannya, waktu itu lahan tersebut berada di dalam kawasan hutan produksi.

Namun, alasan tersebut menurut pengurus koperasi yang sekarang tidaklah masuk akal. Sebab lahan plasma seluas 374 hektare itu adalah milik anggota KSU 374 Air Bangis Semesta yang berjumlah 3.768 orang dan sudah dimanfaatkan selama kurang lebih 15 tahun yang dikelola melalui wadah Koperasi.

Namun sejak tahun 2018 yang lalu, pengurus tidak pernah lagi mengadakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) yang akhirnya berujung kepada mosi tidak percaya anggota kepada pengurus dan mengakibatkan lahan seluas 374 hektare telantar dan tidak dipanen karena arogansi pengurus yang tidak bersedia untuk diawasi oleh perwakilan anggota.

Saat itu, kata Widya, pengurus menyampaikan di hadapan pemerintah daerah bahwa biarlah lahan 374 hektare itu hancur daripada harus diawasi oleh anggota. Sehingga sampai sekarang lahan itu tidak ada lagi perawatan dan dibiarkan begitu saja bahkan malah menjadi tempat para pencuri untuk mengambil hasilnya.

“Yang kita herankan, bukti penyerahan lahan kebun plasma 374 ini yang katanya diserahkan kepada pemerintah itu sampai sekarang tidak pernah kita lihat berupa apa, entah itu surat atau hanya secara lisan saja,” pungkasnya. [rom/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist