Pemkab Pessel ‘Guyur’ Tiap Kecamatan Rp500 Juta, Guru Mengaji dan TK Diberi BLT

Penulis: Isran Bastian
Painan, Padangkita.com – Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Rusma Yul Anwar mengungkapkan, tiap kecamatan di kabupaten itu bakal diguyur dana segar senilai Rp500 juta. Alokasi ini kata dia, nantinya dipakai untuk biaya pembangunan dan ingat dia dana ini mesti pakai untuk kebutuhan riil (nyata) masyarakat.
“Kemudian setiap kecamatan akan diberi insentif 500 juta untuk pembangunan. Pembangunan harus berdasarkan kebutuhan riil masyarakat,” ungkap bupati saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Lengayang dan Ranah Pesisir, di aula Kantor Camat tersebut,  Rabu (2/3/2022) lalu.
Bupati juga menjelaskan, Musrenbang bertujuan untuk mengakomodir usulan kegiatan pembangunan dengan pendekatan dari bawah ke atas, atau bottom-up. Pelaksanaan Musrenbang juga harus lebih kualitatif.
Musrenbang tingkat kecamatan ini diharapkan dapat menjaring aspirasi masyarakat tentang kebutuhan pembangunan pada tahun 2023 mendatang.  Diharapkan pelaksanaan pembangunan daerah ke depan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di kecamatan,  Sehingga dalam pelaksanaan pembangunan sangat dibutuhkan dukungan dari semua pihak.
“Dalam Musrenbang kecamatan ini, usulan kegiatan dari tingkat nagari akan dilakukan verifikasi terkait dengan kelayakan usulan, baik secara teknis maupun jenis kewenangan dengan mengundang perangkat daerah terkait dan Bapedalitbang,” katanya.
Menurut bupati, dari proses verifikasi tersebut, akan dihasilkan daftar usulan kegiatan yang selanjutnya akan dibawa ke proses selanjutnya yaitu Forum Perangkat Daerah (FPD) guna dilakukan sinkronisasi dan verifikasi kelayakan lebih lanjut.
Pada kesempatan itu bupati juga mengatakan, sementara guru mengaji dan guru TK yang tidak terakomodir oleh dana nagari, akan dimasukan ke dalam data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Selain itu bupati mengatakan, diperlukan pemutakhiran data setiap bulan oleh walinagari melalui Aplikasi Pessel Dalam Genggaman.

“Jadi setiap nagari wajib sebulan sekali memasukan data ke dalam Aplikasi Pessel Dalam Genggaman agar bisa dilihat bagaimana perkembangan suatu nagari dan kebutuhan nagari. Kemudian akan dilakukan uji publik tentang validitas data per nagari,” katanya.

Baca Juga:Atasi Banjir Tahunan, Masterplan Drainase Kota Painan Segera Dibuat 

Bupati dalam kesempatan itu menambahkan, untuk menstabilkan harga padi di tingkat petani, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berencana akan bekerjasama dengan RMP (Rice Milling Plant) Lunang.

Musrenbang tingkat kecamatan itu dihadiri oleh anggota DPRD, camat, Forkopimca, walinagari, tokoh masyarakat, tokoh agama dan berbagai stakeholder yang terkait dengan pelaksanaan pembangunan di tingkat kecamatan. [*/isr]

Terpopuler

Add New Playlist