Pembangunan RSUD Bukittinggi Telah Capai 94 Persen, Target Rampung 10 Desember

Penulis: Agg

Bukittinggi, Padangkita.com – Kabar gembira bagi masyarakat Bukittinggi. Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sudah hampir rampung. Pengerjaan gedung enam lantai dengan pembiayaan senilai Rp102 miliar ini sudah mencapai 94 persen. Sehingga, proyek ini ditarget selesai 100 persen pada 10 Desember 2020.

“Progres 94 persen itu sudah capaian dari pertengahan November 2020. Sejak dua minggu lalu hingga kini terus berjalan dan diharapkan selesai tepat waktu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi, drg. Yandra Ferry, Minggu (29/11/2020).

Pembangunan RSUD ini sendiri telah mengalami dua kali adendum sehingga meleset dari target awal. Semula, kata dia, gedung dengan fasilitas 100 tempat tidur ini, direncanakan rampung pada 18 Oktober 2020.

Kemudian ada penambahan pekerjaan atau adendum membuat target “delay” satu bulan lebih hingga 30 November 2020. Lalu, pada anggaran perubahan ada adendum kedua yang menjadikan target mundur ke 10 Desember 2020.

“Pada adendum pertama, kita tambah anggarannya sekitar Rp1,4 miliar untuk kegiatan pembangunan rumah kubikal PLN, rumah pompa, penimbunan jalan dan dudukan alat operasi. Untuk adendum kedua dengan nilai sebesar Rp200 juta untuk pembangunan gedung penyimpanan limbah medis,” ungkap Yandra.

Dengan segala penambahan kegiatan itu, lanjut dia, total pembiayaan pembangunan RSUD mencapai Rp 102 miliar. Saat ini rekanan sedang melaksanakan penambahan pekerjaan kedua.
“Jika melihat progres pekerjaan sejauh ini, kami optimis pelaksana dapat menyelesaikan tugasnya sesuai target 10 Desember itu,” ujarnya.

Untuk peralatan medis sendiri, lanjut Yandra, semuanya telah berada di RSUD. Pengadaan alat kesehatan itu menelan dana sebesar Rp34 miliar berasal dari APBD Bukittinggi.

Di antaranya, alat penunjang operasi, tempat tidur, rontgen, kursi gigi dan alat kesehatan penunjang pada poli dan pelayanan lainnya. “Alatnya sudah ada, sudah berada di lokasi dan tinggal uji fungsi,” ujarnya.

Terkait petugas kesehatan untuk RSUD Bukittinggi, imbuh Yandra, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bukittinggi sedang melakukan rekrutmen sebanyak 100 orang.

Hasil rekrutmen itu kemudian akan diberikan pelatihan. Sementara itu, tenaga kesehatan yang ada di Dinas Kesehatan, juga telah disiapkan dan sudah dilatih bekerja sama dengan RS Achmad Mochtar sebanyak 64 orang.

Baca juga: Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi Kewalahan Terima Pasien Covid-19 Tiap Hari

Saat ini, DKK juga tengah menjalin komunikasi dengan Kementerian Kesehatan untuk proses administrasi operasional RSUD Bukittinggi. Bahkan, dalam pembahasan anggaran, juga sudah diajukan untuk tahun 2021 sebesar Rp18 miliar lebih untuk operasional RSUD Bukittinggi. Dan juga sudah diestimasikan pendapatan dari RSUD sebesar Rp25 miliar.

“Insya Allah kami optimistis, untuk fisik bulan Desember semua selesai. Kapan akan diresmikan dan akan mulai dioperasionalkan itu tergantung pimpinan, Wali Kota Bukittinggi. Kan bisa saja ada soft lauching dulu tanda bangunan RSUD telah selesai dibangun. Tapi itu semua kita serahkan sepenuhnya nanti kepada pimpinan,” jelasnya. [pkt]


Baca berita Bukittinggi terbaru dan berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com

Terpopuler

Add New Playlist