Pembangunan Monumen Bela Negara Terbengkalai, Gubernur Mahyeldi Minta Dukungan Kemenhan

Penulis: Redaksi

Jakarta, Padangkita.com – Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meminta dukungan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk kelanjutan pembangunan Monumen Bela Negara di Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota.

Keberadaan monumen ini amat penting sebagai pengingat dan bukti sejarah bangsa, yakni Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

“Peletakan batu pertama Monumen Bela Negara dilakukan pada 2012, namun sampai sekarang belum tuntas. Kami berharap dukungan dari Kemenhan untuk kelanjutan pembangunannya,” kata Mahyeldi saat betemu Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Pothan) Kemenhan, Mayjen Dadang Hendrayudha di Kantor Dirjen Pothan, Jum’at (5/11/2021).

Monumen tersebut adalah pengingat peristiwa sejarah saat PDRI menjadi penyambung nafas kedaulatan bangsa waktu agresi Belanda II.

Ketika itu, Desember 1948, Belanda dengan cepat menguasai Yogyakarta melalui agresi II. Pemimpin Indonesia, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditangkap bersama sejumlah tokoh seperti Sutan Sjahrir, Agus Salim, Mohammad Roem, dan AG Pringgodigdo.

Namun Presiden Soekarno masih sempat memberikan mandat pada Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk PDRI di Sumatra Barat guna mempertahankan kedaulatan RI.

“Tanpa PDRI, Indonesia belum tentu sampai pada kondisi seperti saat ini karena itu Monumen Bela Negara memiliki arti penting sebagai pengingat perjuangan tersebut,” ungkap Mahyeldi.

Ia mengatakan untuk menyukseskan Hari Bela Negara ke-73 pada 19 Desember 2021, akan ada berbagai kegiatan, antara lain Tour de PDRI, seminar, FGD, Bakaba Bela Negara, napak tilas, dan kegiatan lainnya yang dapat menciptakan semangat bela negara, khususnya bagi kalangan milenial.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Limapuluh Kota Syafaruddin mengatakan pembangunan monumen tidak hanya sebagai pengingat sejarah, tetapi juga dalam pengembangan kawasan segi tiga emas yang menghubungkan tiga kabupaten yang berdekatan dengan lokasi Monumen Bela Negara. Yakni, Kabupaten Agam, Pasaman dan Limapuluh Kota.

Ia menyebut tiga kepala daerah telah menandatangani MoU untuk pengembangan pariwisata, pendidikan, koperasi dan UMKM, serta sektor lain yang akan memicu pertumbuhan ekonomi daerah dengan sumbunya terpusat di lokasi monumen.

Dirjen Pothan Kemenhan Mayjen Dadang Hendrayudha menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur dan Bupati dalam upaya menumbuhkan semangat bela negara, rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air, dan semangat rela berkorban.

Baca juga: Peringati Hari Bela Negara, Sumbar Akan Gelar Tour de PDRI Tahun Ini

Terkait kelanjutan pembangunan Monumen Bela Negara, ia menegaskan mendukung penuh penyelesaiannya. Ia merespons dengan cepat dan akan berkunjung ke lapangan yang direncanakan pada 19 November 2021. [*/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist