Partai Buruh Sumbar, Berbasis Kelas Pekerja yang Bakal Perjuangkan Pusaka Tinggi

Padang, Padangkita.com – Komite Eksekutif atau Exco Partai Buruh Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) resmi terbentuk sejak awal November 2021. Partai ini bertekad untuk memperjuangkan kenaikan upah buruh dan revitalisasi nilai-nilai adat atas tanah pusaka tinggi di Minangkabau.

Sekretaris Exco Partai Buruh Sumbar, Rustan Effendi mengatakan partainya adalah partai berbasis kelas pekerja.

Exco Partai Buruh Sumbar didirikan oleh empat organisasi buruh yang ada di Sumbar, antara lain Organisasi Rakyat Indonesia dan Serikat Petani Indonesia. Sebagai informasi, di tingkat nasional, Partai Buruh didirikan oleh 10 organisasi buruh.

“Dari 10 organisasi pendiri Partai Buruh di tingkat nasional, organisasi pendiri yang ada di Sumbar itu hanya ada empat. Artinya, Partai Buruh di Sumbar digerakkan oleh empat organisasi pendiri,” ujarnya saat dihubungi Padangkita.com via telepon, Rabu (24/11/2021).

Dia menuturkan sudah membentuk kepengurusan di tingkat provinsi. Berbeda dengan partai lainnya yang menggunakan istilah DPW dan DPD untuk kepengurusan provinsi, partai ini memakai istilah Komite Eksekutif atau disingkat Exco (Executive Committee).

“Karena kita adalah partai berbasis kelas. Jadi, harus beda,” jelasnya.

Rustan mengatakan Exco Partai Buruh Sumbar diketahui oleh Efrizaldi, sedangkan jabatan sekretaris dipegang oleh dirinya sendiri, dan jabatan bendahara oleh Dedi.

Dia mengatakan Partai Buruh juga sudah membentuk kepengurusan di 19 kabupaten/kota di Sumbar.

“Sedangkan di tingkat kecamatan masih 45 persen,” sebutnya.

“Kita membangun partai kota dari bawah dengan perjuangan,” ulasnya.

Menyasar kaum buruh, pekerja, petani, nelayan, dan kaum miskin kota, Partai Buruh di Sumbar bertekad memperjuangkan kenaikan upah buruh. Partai ini juga akan memperjuangkan revitalisasi nilai-nilai adat atas tanah pusaka.

Perjuangan revitalisasi pusaka tinggi tersebut, kata dia, dilakukan melalui reforma agraria sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2018 tentang Tanah Objek Reforma Agraria.

Hal tersebut karena banyak tanah pusaka di Minangkabau yang saat ini dikuasai oleh pihak ketiga.

“Khusus kami di petani akan melakukan revitalisasi nilai-nilai adat atas tanah pusaka tinggi yang bermakna itu adalah jaminan sosial bagi seluruh anak cucu kemenakan di nagari,” terangnya.

“Karena sangat miris saat ini tanah pusaka tinggi itu sudah dikuasai pihak lain sehingga sepuluh atau 20 tahun ke depan desa itu kian miskin karena tidak punya tanah sebagai sumber kehidupan,” imbuhnya.

Rustan mengemukakan masyarakat harus bergabung dengan Partai Buruh karena partai ini berbeda dengan partai lainnya, yakni memperjuangkan nasib buruh. Kata dia, selama ini, buruh selalu menitipkan aspirasi mereka kepada tokoh politik saat pemilu. Namun, ketika tokoh itu berhasil menjabat, mereka lupa dengan janjinya.

Baca juga: Dihadiri Said Iqbal, Konsolidasi Partai Buruh Exco Sumbar Resmi Digelar

Oleh karena itu, dengan partai ini, buruh bisa langsung memperjuangkan nasib mereka. Untuk tahap awal, pihaknya bakal berjuang untuk lolos verifikasi faktual. [fru/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist