Pandai Sikek Jadi Pusat Tanaman Langka Obat Kanker Usai Dicanangkan Jadi ‘Nagari Taxus’   

Penulis: Redaksi

Batusangkar, Padangkita.com – Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, dicanangkan sebagai ‘Nagari Taxus’ oleh Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah, Selasa (30/11/2021).

Awalnya, Nagari Pandai Sikek dinobatkan menjadi ‘Nagari Taxus’, karena Kelompok Tani Hutan (KTH) Taxus Singgalang berhasil mengembangbiakkan tanaman taxus.

KTH Taxus Singgalang merupakan salah satu kelompok desa/nagari binaan bersama Dinas Kehutanan Sumbar, PT. Semen Padang, BPDAS Agam Kuantan, dan BKSDA Sumbar yang berhasil mengembangbiakkan tanaman taxus di luar habitatnya di TWA Singgalang Tandikek.

Tanaman taxus yang telah digunakan untuk Bahan opat kanker. [Foto: Ist.]
Tanaman taxus dengan nama Latin Taxus sumatrana ini masuk dalam daftar tanaman yang dilindungi dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/Menlhk/Setjen/ Kum.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/ 6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang dilindungi.

Tidak hanya dilindungi, taxus ini sangat terkenal di dunia pengobatan. Ekstrak tanaman taxus yang disebut paclitaxeltelah lama dimanfaatkan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker, khususnya kanker ovarium dan kanker payudara. Bahkan, juga telah diujicoba untuk pengobatan beberapa jenis kanker lainnya.

Mengetahui begitu banyaknya manfaat taxus ini, maka KTH Taxus Singgalang mencoba mengembangkan jenis tanaman ini di luar tempat tumbuh liarnya di alam.

Pencanangan Nagari Taxus dan penanaman taxus sekaligus untuk memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia Indonesia (HMPI). Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24/2008, tanggal 28 November ditetapkan sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI). Sementara bulan Desember sebagai Bulan Menanam Pohon Nasional (BMPN).

Pada kesempatan tersebut dilakukan penanaman taxus sebanyak 1.000 bibit yang dilakukan oleh Mahyeldi dan lainnya.

Kepala Balai KSDA Sumbar, Ardi Andono, mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Nagari Pandai Sikek, khususnya KTH Taxus Singgalang.

Ia berharap dengan adanya sinergitas gerakan ini akan terus berlanjut tak hanya di Nagari Pandai Sikek. Namun juga bisa berkembang pada nagari atau desa penyangga lainnya.

Selain itu, kata dia, mengingat tumbuhan ini dilindungi dan bernilai jual tinggi maka nagari harus mampu melindungi dari ancaman pencuri taxus, yaitu dengan cara peningkatan pengamanan hutan, mengajukan izin perbanyakan dan izin edar sehingga menghindari adanya perdagangan taxus ilegal.

Baca juga: Kementan Cabut Keputusan Ganja Jadi Tanaman Obat Binaan

BKSDA Sumbar akan membantu dalam pengajuan izin agar tanaman taxus ini dapat dikembangkan dengan baik. [*/pkt]

 

Terpopuler

Add New Playlist