Nadiem: Asesmen Nasional untuk Evaluasi, Siswa Tidak Perlu Bimbel

Penulis: Mentari Tryana

Jakarta, Padangkita.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menekankan asesmen nasional atau Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) tidak memerlukan persiapan khusus dari peserta didik maupun orang tua.

Ia meminta agar orang tua tidak menyuruh anak-anak mereka untuk melakukan pembelajaran tambahan seperti bimbingan belajar (bimbel).

Baca Juga

“Waktu saya dengar banyak keluar bimbel-bimbel AKM (Asesmen Kompetensi Minimum), saya rasa saya harus segera klarifikasi,” ujar Nadiem.

“Untuk orang tua mohon disampaikan, tidak ada keperluan apapun untuk melakukan persiapan untuk murid-muridnya melakukan AKM. Seperti dibilang tadi, nggak semua angkatan akan ambil AKM. Cuma sebagian,” imbuhnya.

Nadiem menegaskan asesmen nasional merupakan evaluasi bagi sekolah dan tidak akan berdampak langsung bagi peserta didik.

Baca juga: Asesmen Nasional Pengganti UN Dilaksanakan Maret-Agustus 2021

“Jadinya tidak ada gunanya keluarkan uang untuk bimbel. Satu, karena tidak ada konsekuensinya bagi murid. Ini evaluasi sekolah,” tegas Nadiem.

Selain itu, menurut Nadiem, hal-hal yang akan diujikan dalam asesmen nasional tersebut tidak dapat dipelajari melalui bimbel. Sebab, kata Nadiem, asesmen ini hanya akan menguji nalar siswa.

“Kedua ini tidak bisa dibimbelkan. Ini adalah kompetensi kemampuan bernalarmya murid. Kita ingin melakukan pemotretan situasi yang ada. Tidak bisa hanya dengan melakukan bimbel-bimbel cepat tiba-tiba meningkat. Jadinya mohon orang tua murid sadar bahwa tidak ada keperluan sama sekali untuk anaknya dipersiapakan AKM,” katanya.

Diketahui, asesmen nasional pengganti UN akan digelar mulai Maret hingga Agustus 2021. Asesmen ini akan dilaksanakan secara bertahap per jenjang pendidikan yang didahului oleh tingkat SMA/SMK/MA diikuti SMP/MTs dan kemudian SD/MI.

“Kami merencanakan untuk SMP/SMA, dan SMP sederajat Paket A, B, C, kami laksanakan sebelum puasa di bulan Maret dan April [2021] sebelum puasa. Dan secara bergantian tidak serentak, supaya bisa berbagi sumber daya,” kata Kepala Balitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, Senin (16/11/2020).

“Sedangkan untuk SD kami rencana bulan Agustus 2021,” tambahnya.

Selanjutnya, laporan mengenai hasil asesmen pengganti UN ini akan disampaikan kepada kepala sekolah dan pemerintah daerah dalam tahap yang berbeda juga.

Untuk SMP, SMA, dan SMK dilaporkan pada Juli 2021. Sedangkan untuk SD, dilaporkan pada Oktober 2021.

Asesmen Nasional, kata Totok, terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi-Numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Ia menegaskan, AN bukan bertujuan untuk melihat kemampuan individu seorang siswa melainkan penilaian terhadap sekolah. [try]


Baca berita terbaru hanya di Padangkita.com

Terpopuler