Menko Luhut Minta Revitalisasi Danau Maninjau Dimulai Akhir Bulan Ini, Gubernur Minta Bantuan Anggaran

Penulis: Redaksi

Berita Agam Hari Ini dan berita Sumbar Hari Ini: Menko Luhut Minta Revitalisasi Danau Maninjau Dimulai Akhir Bulan Ini, Gubernur Minta Bantuan Anggaran.

Padang, Padangkita.com – Revitalisasi Danau Maninjau di Agam, harus mulai akhir bulan ini. Tahap awal adalah upaya pengalihan mata pencarian masyarakat sekitar Danau Maninjau dari usaha keramba jaring apung (KJA).

“Pengalihan ke mata pencarian baru supaya dilakukan dulu, kemudian melakukan pengurangan jumlah KJA,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan dalam rapat virtual diikuti sejumlah Kementerian, Gubernur Sumbar dan Bupati Agam, Rabu (16/6/2021).

Luhut mengungkapkan berdasarkan penelitian LIPI pada 2017, sekitar 90 persen penyebab pencemaran Danau Maninjau adalah akibat sedimen sisa pakan KJA. Maksimal di Maninjau hanya bisa menampung 6.000 unit KJA. Namun, kini jumlahnya sudah jauh melampaui, karena itu harus segera dipindahkan dengan skema lain seperti perikanan darat.

“Untuk percepatan maka harus ada tenggat waktu yang jelas pada setiap langkah yang diambil dalam upaya revitalisasi Danau Maninjau ini. Kalau bisa akhir bulan ini sudah bisa dimulai,” ujarnya.

Ia meminta Kapolda, Danrem hingga Kajati memberikan dukungan penuh dalam upaya mengurangi jumlah KJA di Maninjau.

Anggaran untuk pengalihan mata pencarian masyarakat yang bergantung ke KJA diperkirakan mencapai Rp42 miliar. Dana itu dibebankan pada Pemprov Sumbar dan Pemkab Agam. Sementara anggaran untuk menyelesaikan persoalan sendimen yang telah menumpuk di dasar danau diperkirakan sebesar Rp237 miliar dari Kementerian PUPR.

Untuk mendukung upaya revitalisasi itu lintas kementerian sudah mulai menjalankan program. Di antaranya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan hingga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut untuk merevitalisasi Danau Maninjau itu seharusnya seluruh KJA dibersihkan dan dipindahkan dengan skema perikanan darat. Dengan demikian, prosesnya akan lebih cepat.

Deputi bidang Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Hari Santosa Sungkari mengatakan pihaknya mendukung dengan program pembentukan Desa Wisata di sekitar Danau Maninjau.

Ada sembilan desa atau nagari yang telah diusulkan oleh Pemkab Agam dan segera diverifikasi. Nantinya Kemenparekraf akan memberikan pendapingan dalam perencanaan, peningkatan SDM hingga bisa menarik wisatawan untuk datang.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan sudah merencanakan sejumlah alternatif yang bisa diambil oleh masyarakat pekerja KJA setelah meninggalkan usaha lamanya.

Di antaranya bidang perikanan yaitu pengalihan keramba ke perikanan tangkap dan kolam darat, bidang ekonomi kreatif dan pariwisata, bidang pertanian, UKM dan peternakan.

Namun untuk kebutuhan anggaran yang mencapai Rp42 miliar guna merealisasikan rencana itu, ia berharap akan ada bantuan dari pemerintah pusat karena kondisi keuangan daerah masih terdampak pandemi Covid-19.

“Kami berharap ada bantuan dari pusat untuk bisa segera merealisasikan rencana ini,” ujarnya.

Baca juga: Kondisi Danau Maninjau Memprihatinkan, Ini Saran Menteri KKP ke Nelayan KJA

Ia merinci masyarakat sekitar danau yang benar-benar menjadi pekerja dan akan dialihkan mata pencariannya ke bidang lain berjumlah 587 orang dengan jumlah bantuan sekitar Rp30 juta per orang.

Bupati Agam Andri Warman menyatakan pihaknya siap mendukung seluruh upaya yang dilakukan pemerintah pusat dan provinsi untuk merevitalisasi Danau Maninjau. (*/pkt)


Baca berita Agam hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com

Terpopuler