Menghidupkan Budaya Minang, TP-PKK Nanggalo Gelar Lomba Marandang, Qasidah, dan Fashion Show

Menghidupkan Budaya Minang, TP-PKK Nanggalo Gelar Lomba Marandang, Qasidah, dan Fashion Show

Ketua TP-PKK Kota Padang Genny Hendri Septa, tengah mengikuti lomba Marandang yang diadakan PKK Kecamatan Nanggalo, Rabu (28/2/). [Foto: Adpim Kota Padang]

Padang, Padangkita.com - Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1445 H/2024, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kelurahan Tabiang Banda Gadang (TBG), Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, mengadakan tiga lomba tradisional, yaitu marandang, qasidah rebana, dan fashion show baju kuruang basiba.

Lomba-lomba ini bertujuan untuk melestarikan adat budaya Minangkabau dan memberikan edukasi bagi generasi muda.

Kegiatan ini berlangsung di kawasan kantor kelurahan TBG, Rabu (28/2/2024), dan diikuti oleh perwakilan TP-PKK dari 10 kelurahan se-Kecamatan Nanggalo.

Lomba marandang adalah lomba memasak randang, makanan khas Minangkabau yang terbuat dari daging sapi atau kerbau yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah.

Sedangkan Lomba qasidah rebana adalah lomba menyanyikan lagu-lagu religi Islami dengan iringan alat musik rebana, yaitu sejenis alat musik pukul berbentuk bundar.

Lomba fashion show baju kuruang basiba adalah lomba memperagakan busana tradisional Minangkabau yang terdiri dari baju kurung, kain sarung, dan selendang yang disebut basiba.

Acara ini dibuka oleh Ketua TP-PKK Kota Padang Genny Hendri Septa, yang juga istri dari Wali Kota Padang Hendri Septa. Dalam sambutannya, Genny mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh TP-PKK Kelurahan TBG.

Menurutnya, kegiatan ini penting untuk menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya Minangkabau yang kaya dan unik.

"Kita harus bangga dengan budaya kita yang memiliki banyak kearifan lokal. Seperti baju kuruang basiba, ini adalah pakaian adat yang memiliki makna filosofis dan estetis. Baju kuruang basiba melambangkan keanggunan, kesopanan, dan kehormatan perempuan Minang. Kita harus mengenalkan dan mengajarkan budaya ini kepada anak-anak kita agar mereka tidak lupa dengan identitas mereka," ujar Genny.

Ia juga menekankan pentingnya melestarikan seni dan kuliner tradisional Minangkabau, seperti qasidah rebana dan marandang. Ia berharap, melalui lomba-lomba ini, peserta dan penonton dapat meningkatkan kreativitas, keterampilan, dan kecintaan terhadap budaya lokal.

"Qasidah rebana adalah salah satu bentuk seni yang mengandung nilai-nilai Islami. Dengan menyanyikan lagu-lagu qasidah, kita dapat menyampaikan pesan-pesan dakwah yang baik dan bermanfaat. Marandang juga merupakan salah satu tradisi yang harus dilestarikan. Randang adalah makanan yang sudah mendunia dan menjadi salah satu ikon kuliner Indonesia. Kita harus melestarikan cara membuat randang yang otentik dan lezat," tuturnya.

Baca Juga: Ketua TP-PKK Kota Padang Beri Reward Balita yang Hafal Quran

Turut hadir dalam acara ini Ketua TP-PKK Kelurahan TBG Lina Sanusi, Sekretaris Camat Nanggalo Mimien Halida, para lurah se-Kecamatan Nanggalo, para dewan juri, serta masyarakat yang antusias menyaksikan lomba-lomba tradisional. [*/hdp]

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Baca Juga

Merayakan Idulfitri dengan Keakraban di Open House Wali Kota Padang
Merayakan Idulfitri dengan Keakraban di Open House Wali Kota Padang
Ribuan Warga Kota Padang Ikuti Salat Idulfitri 1445 Hijriah di Lapangan Tugu Apeksi
Ribuan Warga Kota Padang Ikuti Salat Idulfitri 1445 Hijriah di Lapangan Tugu Apeksi
Wali Kota Padang Tutup Safari Ramadhan di Masjid Syukur
Wali Kota Padang Tutup Safari Ramadhan di Masjid Syukur
Pawai Takbiran Meriah Sambut Idulfitri 1445 Hijriah di Padang
Pawai Takbiran Meriah Sambut Idulfitri 1445 Hijriah di Padang
Pemko Padang Pusatkan Salat Idulfitri 1445 Hijriah di Lapangan Balai Kota
Pemko Padang Pusatkan Salat Idulfitri 1445 Hijriah di Lapangan Balai Kota
Viral Wisatawan Keluhkan Sampah di Pantai Air Manis, Ini Tindakan Dinas Pariwisata
Viral Wisatawan Keluhkan Sampah di Pantai Air Manis, Ini Tindakan Dinas Pariwisata