Mengenal Nunik Astuti, Kartini Pasaman Barat yang Terima Penghargaan Sosial Budaya

Penulis: Isran Bastian

Simpang Empat, Padangkita.com – Peringatan Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April, saat ini menjadi momentum yang sangat luar biasa. Pasalnya kini telah lahir Kartini masa kini yang mempunyai kiprah luar biasa terhadap bangsa ini, sesuai dengan harapan Raden Ajeng Kartini yang mengangkat emansipasi wanita saat perjuangan kemerdekaan dulunya.

Banyak perempuan-perempuan tangguh di Indonesia yang saat ini menancapkan kukunya terhadap kerasnya perjuangan bangsa ini di dalam melanjutkan perjuangan kemerdekaan, baik itu di bidang pendidikan ataupun di bidang sosial dan budaya lainnya.

Seperti halnya pada peringatan hari Kartini ke- 144, ada satu orang perempuan asal Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) yang mendapatkan penghargaan dari pemerintah karena dinilai telah berjasa dan berprestasi di bidang pelestarian sosial dan budaya di Pasbar. Dia bernama Nunik Astuti.

Diketahui, Nunik Astuti menerima penghargaan dari pemerintah pusat didampingi langsung oleh Bupati Pasbar Hamsuardi, Ketua TP PKK Titi Hamsuardi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Anna Rahmadia, di Istana Gubernuran, Kamis (21/4/2022) kemarin, yang diserahkan oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah.

Kegiatan yang diawali dengan zoom meeting bersama Kabupaten/kota se Indonesia ini diprakarsai oleh Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju dengan Ibu Negara, Iriana Joko Widodo.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi kepada para penerima penghargaan Perempuan Berjasa dan Berprestasi tingkat nasional pada Hari Kartini ke-144 tahun 2022.

“Terima kasih kepada bupati dan walikota yang telah mengusulkan calon-calon terbaik bagi perempuan- perempuan hebat yang berjasa dan berprestasi di bidangnya masing-masing,” katanya.

Ia menyebutkan, kegiatan yang diprakarsai oleh Organisasi solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju dengan jumlah penerima penghargaan yang telah ditetapkan sebanyak 514 di seluruh Indonesia dan dari Sumatera Barat ada sebanyak 19 orang. Masing-masing 1 orang per kabupaten/kota sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Pemberian penghargaan dari 19 orang di Provinsi Sumatera Barat berdasarkan pada lima kategori bidang setiap kabupaten/kota. Ada bidang pendidikan, kesehatan, bidang sosial budaya, bidang lingkungan hidup dan bidang pertanian.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai institusi lembaga terkait yang sudah ada di masyarakat. Sehingga misi dan tujuan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan misinya yaitu menjalankan pendidikan karakter sebagai upaya peningkatan kualitas kesehatan.

Kemudian melakukan kegiatan pemberdayaan sosial budaya berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mendorong dan memberdayakan masyarakat dalam pelestarian lingkungan.

“Sedangkan syarat menerima penghargaan adalah tidak PNS, tidak istri PNS melainkan masyarakat yang memiliki kegiatan di daerah masing-masing,” ujarnya.

Perempuan berjasa dan berprestasi di tingkat pusat, dipusatkan di negara. Sedangkan tingkat daerah di provinsi yang dihadiri oleh gubernur, wakil gubernur, bupati/walikota beserta ketua tim PKK. Para penerima penghargaan masing-masing mendapatkan satu piagam, plakat dan uang tunai sebesar Rp3 juta dari pemerintah pusat.

“Pemerintah provinsi akan memberikan juga penghargaan berupa uang tunai Rp2 juta yang akan diberikan pada hari jadi Provinsi Sumbar Oktober mendatang,” sebut Mahyeldi Ansharullah.

Sementara itu, Bupati Hamsuardi didampingi Ketua TP PKK Titi Hamsuardi mengatakan jika hari ini hanya satu orang perempuan dari Pasbar yang mendapatkan penghargaan. Diharapkan tahun mendatang akan lebih banyak perempuan yang mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimilikinya.

“Kita pemerintah daerah selalu mendorong agar perempuan bisa maju, bisa mandiri dan mampu menopang perekonomian keluarga,” harap Hamsuardi.

Ditambahkan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak, Anna Rahmadia menjelaskan bahwa alasan diberikan penghargaan kepada Nunik Astuti karena merupakan penggerak dalam berbagai kegiatan masyarakat bidang sosial budaya.

Hal itu seperti peningkatan ekonomi perempuan di lingkungan tempat tinggalnya terutama dalam hal pemberdayaan ibu-ibu melalui pemberian pelatihan-pelatihan di daerah sekitar agar bisa menjadi nilai tambah yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian.

“Beliau juga ikut serta dalam pengelolaan kampung keluarga berkualitas di Jorong tempat tinggalnya,” jelasnya.

Baca Juga: Kementerian PUPR Siap Bangun Infrastruktur dan Rumah yang Rusak Akibat Gempa Pasbar

Kedepan Anna Rahmadia berharap akan lahir Nunik Astuti lainnya di Pasbar. Sehingga perempuan-perempuan mampu memainkan perannya di segala bidang pembangunan sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh Kartini. [rom/isr]

Terpopuler

Add New Playlist