Mengapa Pindah dan Memilih Selandia Baru?

Penulis: Redaksi

Padangkita.com – Sebanyak 49 orang tewas dan puluhan orang lainnya dinyatakan mengalami luka-luka dalam serangan teroris di dua masjid saat sholat Jumat (15/03) siang di Christchurch, Selandia Baru.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengatakan penembakan tersebut sebagai aksi terorisme dan merupakan peristiwa terburuk dalam sejarah Selandia Baru.

“Itu adalah salah satu hari paling gelap di Selandia Baru. Anda mungkin telah memilih kami, tetapi kami benar-benar menolak dan mengutuk Anda,” ujar Ardern.

Sembilan tahun lalu, tepatnya tahun 2010 Bank Dunia melalui laporan yang ditulis Kauffman, D, Kraay, A, and Massimo Mastruzzi, dalam The Worldwide Governance Indicators: Methodology and Analytical Issues, Global Economy and Development at Brookings mengemukakan Selandia Baru meraih nilai terbaik dari enam indikator yang dinilai oleh Bank Dunia ketika itu.

Indikator yang dinilai adalah Voice and Accountability, Political stability and absense of violence, Government effectiveness, Regulatory quality, Rule of law, dan Control of corruption. Lima dari enam indikator tersebut menemukan bahwa Selandia Baru mendapatkan nilai yang sangat postitif.

Hal inilah yang bisa menjadi daya tarik bagi sejumlah orang untuk pindah dan menetap di negara tersebut.

Selain itu, merunut kebelakang, perubahan Konstitusi Selandia Baru tahun 1986 juga menjadi pemicu derasnya arus imigran ke Selandia Baru. Ditiadakannya pembatasan ras, bangsa, dan tujuan kedatangan membuat calon imigran datang berduyun.

Tapi, perubahan konstitusi itu bukan penyebab tunggal, negara di kawasan pasifik memiliki luas wilayah sekitar 268 ribu km2 itu, memiliki banyak daya pikat bagi calon imigran.

Faktor Sumber Daya Alam

Meski tidak memiliki wilayah yang terlalu luas, Selandia Baru dikaruniai tanah yang subur, suhu udara yang bersahabat, serta kualitas udara yang relatif bersih, sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai ladang pertanian, perhutanan, dan peternakan.

Maka tidak mengherankan apabila sektor-sektor tersebut menjadi sektor utama negara ini.

Adapun hasil utama sektor pertanian, peternakan, dan perhutanan Selandia Baru antara lain berupa produk susu beserta turunannya seperti keju dan mentega, daging, madu, serta telur.

Selain itu Selandia Baru juga menghasilkan nilai perdagangan yang tinggi untuk produk kayu, wool, serta buah-buahan seperti apel dan kiwi.

Faktor Ekonomi

Tidak hanya kekayaan alam yang memesona, Selandia Baru juga termasuk kategori negara berpendapatan tinggi (high-income country).

Pada tahun 2016 Selandia Baru memperoleh nilai 81.6 dan menduduki peringkat tiga dunia indeks kebebasan dan keterbukaan ekonomi (Index of Economic Freedom). Hal ini mengindikasikan bahwa Selandia Baru memiliki ruang yang sangat luas bagi warganya untuk bebas mengakses ruang berusaha.

Menurut Bank Dunia, negara yang dinobatkan Transparancy International sebagai negara terbersih dari korupsi tahun 2018 ini menghasilkan Gross Domestic Product (GDP) sekitar US$ 42456.973 per kapita pada maret 2018.

Badan Pusat Statistik Selandia Baru tahun 2015 merilis usia harapan hidup rata-rata masyarakat Selandia Baru, untuk laki-laki mencapai 79 tahun dan perempuan 83 tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa kualitas hidup dan kesehatan individu terpelihara dengan baik.

Sementara menurut survei yang dilakukan oleh The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2015, Selandia Baru dipandang memiliki beberapa karakteristik yang menjadi keunggulan, yakni: tingkat kesehatan rata-rata masyarakat relatif tinggi, tingkat kekerabatan sosial yang erat, dan partisipasi dan hubungan antar individu yang berkualitas.

Keunggulan-keunggulan tersebut menempatkan Selandia Baru dalam peringkat tujuh terbaik diantara negara-negara OECD dalam indeks kualitas hidup/Better Life Index menurut OECD. (pkt-03)

Terpopuler