Menelusuri Kedekatan Mahyeldi dan Irwan Prayitno, Sahabat yang Jadi Gubernur Sumbar

Penulis: Sonia

Berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini: Mahyeldi berteman akrab dengan Irwan Prayitno, keduanya sudah saling mengenal semenjak di bangku SMA.

Padang, Padangkita.com – Sejak Kamis (25/02/21) pekan lalu, Mahyeldi Ansharullah telah resmi menjadi Gubernur Sumatra Barat (Sumbar). Mahyeldi menjadi suksesor sahabatnya sendiri, Irwan Prayitno.

Mungkin belum banyak yang tahu, Mahyeldi berteman akrab dengan Irwan Prayitno sejak lama. Keduanya sudah saling mengenal semenjak di bangku SMA.

Dalam buku “Mahyeldi: Memimpin adalah Melayani”, pertemuan keduanya saat Mahyeldi menghadiri wirid remaja di Musala Burhan di Padang Luar, Bukittinggi.

Saat itu Irwan Prayitno sebagai pemberi kajian di Musala Burhan. Mahyeldi sering menghadiri pengajian yang diisi Irwan, berlangsung setiap Sabtu sore dan Minggu, berisi kajian terkait akidah, sirah nabawiyah, salat, hadis dan lainnya. Sekitar setahun lamanya Irwan mengisi kajian di musala itu, dan selama itu pula mereka bertemu.

Mahyeldi dan Irwan sering berdiskusi setelah selesai pengajian. Dari sinilah persahabatan dan hubungan baik keduanya terjalin.

Kedekatan keduanya membuat Mahyeldi terinspirasi mengikuti jejak Irwan Prayitno yang kuliah di Jurusan Psikologi. Irwan Prayitno menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, ia aktif berdakwah semasa kuliah.

Waktu mengisi formulir mahasiswa undangan, Mahyeldi memilih Jurusan Psikologi sebagai rencana pendidikannya. Namun, takdir berkata lain ia tidak diterima di jurusan Psikologi melainkan di Jurusan Pertanian Universitas Andalas.

Berkuliah di Unand, Mahyeldi kemudian hijrah dari Bukittinggi ke Kota Padang. Berbekal pengalaman wirid remaja, Mahyeldi menginisiasi kelompok keagamaan di Masjid Al-Azhar di depan UNP (dahulu IKIP Padang).

Hal lainnya yang dilakukan Mahyeldi yaitu mengumpulkan kawan-kawannya untuk mempelajari ilmu keagamaan di beberapa musala sekitar daerah Tabing dan Air Tawar Padang. Saat itu, Irwan Prayitno menjadi pengayom yang memberikan pengajian dan beberapa nasehat.

Tidak sampai di situ, Mahyeldi bersama Irwan Prayitno dan Nofwan, rekan mereka, mendirikan lembaga bimbingan belajar bernama Adzkia pada tahun 1988. Mulai bertempat di PGAI kemudian terus berpindah sampai di Jalan Belakang Olo, Simpang Damar. Bimbingan belajar itu kemudian berkembang sekarang dikenal dengan Yayasan Pendidikan Adzkia.

Selain itu, Mahyeldi dan Irwan juga mendirikan al-Madany lembaga pendidikan yang bertujuan untuk memperkuat dakwah, berbeda dengan Adzkia yang cenderung pada pendidikan umum, al-Madany memulai dakwah mereka dengan mengajarkan Al-Qur’an di Air Tawar.

Persahabatan yang dimulai dari Musala Burhan di Padang Luar itu mengantarkan keduanya kepada banyak kerja sama hingga keduanya sama-sama menjadi kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Hubungan baik Irwan dan Mahyeldi juga terlihat jelas saat ia memberikan dukungannya untuk Mahyeldi saat Pilkada 2020. Irwan turut menghadiri acara deklarasi Mahyeldi-Audy oleh PKS dan PPP pada tanggal 9 Agustus 2020 di Hotel Pangeran Beach.

Baca juga: Presiden Jokowi Resmi Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Mahyeldi: Kami Segera Laksanakan Janji 100 Hari

“Yang jelas, saya sebagai kader partai, pilihannya pilihan partai,” kata Irwan saat ditanya awak media siapa yang akan ia dukung dalam pemilihan yang berlangsung 5 Desember lalu. [pkt]


Baca berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist