Masa Tanggap Darurat Resmi Berakhir, Pencarian 10 Korban Hilang Galodo Sumbar Dihentikan  

Masa Tanggap Darurat Resmi Berakhir, Pencarian 10 Korban Hilang Galodo Sumbar Dihentikan  

Penampakan wilayah Tanah Datar, Sumbar usai disapu galodo, Minggu (12/5/2024). [Foto: Dok. BNPB/BPBD Sumbar]

Padang, Padangkita.com  Pencarian 10 korban hilang galodo di Sumatra Barat (Sumbar) resmi dihentikan. Ini menyusul berakhirnya masa tanggap darurat bencana banjir lahar dingin longsor atau galodo di Kabupaten Tanah Datar, pada Sabtu (8/6/2024), sesuai dengan surat keputusan (SK) bupati.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang Abdul Malik mengungkapkan, setelah berakhirnya masa tanggap darurat di Tanah Datar, maka pencarian terhadap 10 orang korban banjir lahar dingin dan longsor Gunung Marapi atau galodo resmi dihentikan. 

"Penghentian operasi SAR (search and rescue) gabungan ini berdasarkan kesepakatan keluarga korban, Bupati, tim SAR, dan perangkat nagari," ungkap Abdul Malik dalam keterangan resmi, Minggu (9/6/2024).

Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah operasi SAR tidak efektif lagi. Sebab, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Sebelumnya, operasi SAR telah berlangsung selama 28 hari, sejak tanggal 11 Mei 2024 lalu.

"Hingga tanggal 8 Juni 2024, total korban meninggal akibat bencana ini mencapai 63 orang. Sebanyak 60 orang telah teridentifikasi, sedangkan 3 lainnya masih dalam bentuk ‘bodypart’ di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ali Hanafiah Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar," terang Abdul Malik. 

Berikut daftar rincian korban meninggal dalam bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi dan galodo yang terjadi Sabtu (11/5/2024) dan Minggu (12/5/2024):

  • Kabupaten Agam: 24 orang
  • Kabupaten Tanah Datar: 32 orang
  • Kota Padang Panjang: 2 orang
  • Kota Padang: 2 orang
  • 3 orang belum teridentifikasi
  • 10 dinyatakan hilang

"Untuk seluruh korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan," kata Abdul Malik. 

Ia menambahkan, ke depannya, pemerintah daerah dan instansi terkait tetap terus melakukan pemulihan pasca-bencana dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

"Kemudian, untuk dukungan kepada keluarga korban terus dilakukan, pemerintah daerah dan instansi terkait menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan memberikan dukungan moril dan materil," kata Abdul Malik lagi.

Baca juga: Alat Peringatan Dini Galodo Berbasis Komunitas di Sumbar Dipasang Tahun Ini, Begini Cara Kerjanya

"Upaya pencarian korban telah dilakukan dengan maksimal dan diharapkan keluarga dapat menerima dengan ikhlas," pungkasnya.

[*/pkt]

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Baca Juga

20 Jembatan Gantung di Pessel Putus Akibat Bencana, 8 telah Disurvei Kementerian PUPR
20 Jembatan Gantung di Pessel Putus Akibat Bencana, 8 telah Disurvei Kementerian PUPR
Banyak Irigasi di Sumbar Rusak Akibat Bencana, Pasokan Pangan ke Provinsi Riau Ikut Terganggu
Banyak Irigasi di Sumbar Rusak Akibat Bencana, Pasokan Pangan ke Provinsi Riau Ikut Terganggu
Selain Rumah, Penunjang Ekonomi Warga Korban Bencana yang Direlokasi juga Dipertimbangkan
Selain Rumah, Penunjang Ekonomi Warga Korban Bencana yang Direlokasi juga Dipertimbangkan
58 Rumah Korban Bencana akan Direlokasi ke Lahan BBI, Gubernur Minta Persiapan Disegerakan
58 Rumah Korban Bencana akan Direlokasi ke Lahan BBI, Gubernur Minta Persiapan Disegerakan
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam – Padang Panjang - Bukittinggi: Dikaji Jenis yang Cocok
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam – Padang Panjang - Bukittinggi: Dikaji Jenis yang Cocok
Dubes Australia Penny Williams ke Ranah Minang, Mahyeldi Promosi Wisata Mentawai dan Mandeh
Dubes Australia Penny Williams ke Ranah Minang, Mahyeldi Promosi Wisata Mentawai dan Mandeh