Padang, Padangkita.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang tidak main-main dalam upaya pembinaan karakter generasi muda.
Melihat tingkat partisipasi siswa yang belum maksimal dalam program keagamaan, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengambil langkah tegas dengan mengumpulkan seluruh pemangku kebijakan pendidikan di daerah tersebut.
Dalam pertemuan bertajuk Penguatan Program Smart Surau bagi Kepala SD dan SMP se-Kota Padang yang digelar di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Rabu (14/1/2026), Maigus meminta komitmen totalitas dari seluruh kepala sekolah, baik negeri maupun swasta.
Maigus Nasir menegaskan bahwa Smart Surau bukan sekadar program tempelan, melainkan satu dari sembilan Program Unggulan (Progul) Pemko Padang di era kepemimpinannya bersama Wali Kota Fadly Amran. Program ini menjadi ujung tombak pembinaan karakter berbasis masjid dan musala.
"Program Smart Surau dilaunching pada 26 Juli 2025 dan mulai efektif dilaksanakan sejak Oktober 2025. Di dalamnya terdapat sejumlah aktivasi, seperti Subuh Mubarakah, Remaja Masjid Reborn, Ruang Pembelajaran Digital Masjid, serta fasilitasi Rumah Tahfiz," jelas Maigus di hadapan para pendidik.
Dalam forum evaluasi tersebut, Maigus secara terbuka mengungkapkan data di lapangan yang belum memuaskan. Ia menyoroti rendahnya tingkat kehadiran siswa dalam kegiatan Subuh Mubarakah yang menjadi salah satu indikator utama keberhasilan program.
"Beberapa bulan berjalan, partisipasi siswa masih rendah, dengan tingkat kehadiran di masjid dan musala banyak di bawah 50 persen, bahkan di tingkat sekolah. Hari ini kita evaluasi bersama untuk mencari solusi dengan target ke depan partisipasi minimal 80 persen," tegasnya memberikan instruksi.
Mantan anggota legislatif ini menambahkan bahwa Smart Surau adalah instrumen vital untuk mewujudkan visi Padang sebagai Kota Pintar dan Kota Sehat. Namun, kecerdasan dan kesehatan fisik saja tidak cukup tanpa landasan nilai agama dan budaya.
Menurutnya, program ini dirancang selaras dengan kebijakan nasional 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan filosofi lokal Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
"Semoga melalui program ini tercipta generasi muda Kota Padang yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan berdaya saing," harapnya.
Merespons arahan Wakil Wali Kota, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Yopi Krislova, menyatakan kesiapannya untuk mengawal instruksi tersebut. Ia telah memerintahkan seluruh kepala sekolah dan guru untuk lebih proaktif mendorong siswa ke masjid.
Yopi tidak menampik adanya kendala teknis di lapangan yang menyebabkan data partisipasi belum maksimal, salah satunya terkait sistem presensi digital.
"Kami siap melakukan evaluasi dan pembenahan agar pelaksanaan Program Smart Surau ke depan dapat berjalan lebih optimal dan efektif," kata Yopi.
Terkait kendala teknis yang dikeluhkan sekolah, Yopi berjanji akan segera mencarikan solusi agar pencatatan kehadiran siswa menjadi lebih akurat.
Baca Juga: Demi Karakter Generasi Muda, Pemko Padang Tetap Pertahankan Program Smart Surau
"Kendala teknis di lapangan, termasuk terkait sistem absensi siswa dengan penggunaan barcode serta persoalan teknis lainnya akan segera kami benahi," pungkas Yopi Krislova. [*/hdp]











