Lanud Sutan Sjahrir Padang Tawarkan Lahan untuk Bangun Fasilitas Tangguh Bencana

Padang, Padangkita.com – Komandan Lanud Sutan Sjahrir Kota Padang, Kolonel Pnb M.R.Y Fahlefie menawarkan aset tanah negara di bawah pengelolaannya untuk dibangun fasilitas multifungsi oleh pemerintah daerah guna memperkuat mitigasi bencana.

“Rencana untuk membangun shelter guna mitigasi bencana sudah ada sejak 2019. Namun setelah dikaji kembali alangkah baiknya fasilitas itu tidak hanya sekadar shelter tetapi fasilitas multifungsi yang bisa juga dimanfaatkan sehari-hari oleh masyarakat,” ujarnya saat beraudiensi dengan Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah, Kamis (20/8/2021).

Dengan adanya fasilitas multifungsi yang memadai, dimungkinkan untuk membangun skadron helikopter TNI AU di Padang yang juga bisa menunjang mitigasi kebencanaan.

Dia menuturkan jarak Lanud Sutan Sjahrir dari bibir pantai hanya 1.500-1.700 meter sehingga masuk dalam zona merah tsunami.
Sekeliling Lanud Sutan Syahrir juga terdapat dua kelurahan masing-masing Air Tawar dan Parupuk Tabing yang pada padat penduduk.

Diperkirakan jumlah penduduk di sekitar Lanud yang juga masuk zona merah tsunami mencapai 32.168 orang. Jumlah itu masih bisa meningkat karena berbasis kartu keluarga (KK) sementara daerah itu juga menjadi tempat kos bagi mahasiswa.

Selain itu, di sekitar lokasi hanya tersedia dua shelter yaitu shelter Masjid Nurul Haq dan shelter Masjid Darussalam dengan kapasitas tampung 5.900 orang, jauh dari cukup untuk total penduduk sekitar.

“Atas dasar ini kita berinisiatif untuk melakukan kajian pembangunan fasilitas multifungsi yang terdiri dari shelter kapasitas 25 ribu jiwa, sarana olahraga kedirgantaraan, arena pacuan kuda, area ketahanan pangan, embung cadangan air dan fasilitas lain yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Konsepnya adalah kawasan tangguh bencana yang merupakan satu kawasan yang bisa beradaptasi dengan lingkungan dan mampu memulihkan diri sendiri pascaben-cana.

Fahlefie menerangkan pihaknya sudah mulai membuat ancang-ancang perencanaan dan pengkajian serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar.

Mahyeldi menyambut baik rencana tersebut. Beberapa fasilitas yang terintegrasi dalam satu kawasan dinilai tidak hanya berperan dalam mitigasi bencana tetapi juga dalam hal sosial, pendidikan, dan perekonomian.

“Fasilitas ini sangat mungkin akan menjadi salah satu pusat perekonomian baru disamping fungsinya untuk mitigasi bencana,” jelasnya. [*/fru]

Terpopuler