KPU Tetapkan Masa Kampanye Pemilu 2024 Selama 75 Hari, Ini Alasannya

Penulis: Isran Bastian

Jakarta, Padangkita.com – Masa kampanye dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024 direncanakan bakal berlangsung 75 hari. Penetapan durasi tersebut disebut untuk mengurangi potensi konflik dan pembelahan di masyarakat.

Menurut KPU, secara teknis kampanye 75 hari akan membantu penyelenggara, dan peserta pemilu untuk masa kampanye yang tidak berdampak merugikan.

“Ini menjadi pertimbangan untuk sebuah isu yang menjadi evaluasi kami pada Pemilu 2019, yaitu soal konflik di internal masyarakat, kemudian ada pembelahan-pembelahan,” kata anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Parsadaan Harahap, dilansir Padangkita.com, Selasa (14/6/2022).

Dia menuturkan, rancangan kampanye yang sudah diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tahapan tersebut sudah dibahas melalui diskusi dan pembahasan di tingkat tripartit kepemiluan. Rancangan tahapan Pemilu 2024, khususnya kampanye telah melalui kajian-kajian sebelum diundangkan dalam PKPU.

“Sebenarnya 75 hari itu tidak serta merta, ada kajiannya. Kami yakin ini adalah keadilan bagi seluruh peserta Pemilu 2024,” ujarnya.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama Penyelenggara Pemilu menyetujui PKPU tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2024.

Baca Juga: Bawaslu Dukung Puan Maharani Soal Efektifitas dan Efisiensi Anggaran Pemilu

Hal itu disepakati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), KPU, Badan Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6/2022). [*/isr]

Terpopuler

Add New Playlist