Kisah Warga Naras Pembuat Kapal Nelayan Sejak Kecil Buat Sekda Pariaman Tercengang 

Penulis: Isran Bastian

Pariaman, Padangkita.com – Rudi, 46 tahun, Warga Naras I, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, pembuat Kapal Nelayan yang ternyata sudah terampil membuat kapal sejak kecil, membuat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pariaman, Yota Balad tercengang.

“Selama ini, kita mendengar hanya di Pesisir Selatan saja yang bisa membuat Kapal, Ternyata ada warga kita yang juga bisa membuat Kapal, dan ini telah ada sejak puluhan tahun lalu, dan hasilnya pun sangat bagus,” ujar Sekda ketika meninjau pembangunan Kapal Nelayan ini, disela gotong royong pembangunan jalan baru di Desa Naras I, Kamis (10/2/2022).

Karena itu, Yota Balad berharap usaha ini kiranya dapat dipertahankan, walaupun di tengah pandemi Covid-19 yang melanda sejak 3 tahun belakangan ini. Dan ia sangat mengapresiasi usaha yang dilakukan oleh warga Naras I ini.

“Kami paham dengan keadaan yang menyebabkan ekonomi kita melambat akibat pandemi ini, tetapi kita harus optimis, bahwa ujian ini dapat segera berakhir, dan kita dapat hidup normal dan ekonomi pun akan pulih kembali,” tutupnya.

Sementara itu sang pembuat kapal nelayan, Rudi, yang juga Ketua kelompok Nelayan Gabuo, Desa Naras 1 mengatakan, profesi sebagai pembuat kapal tersebut meneruskan usaha orang tuanya. Rudi sendiri telah berkecimpung dengan bidang perkapalan ini selama lebih kurang 35 tahunan.

“Sejak kecil, saya sudah diajarkan membuat Kapal oleh orang tua saya, dari pemilihan kayu yang kuat dan bagus, sampai membuat kapal dengan berbagai ukuran yang bisa awet dan tahan lama,” ucapnya.

Rudi menjelaskan, untuk 1 Kapal jaring ukuran 5 meter (M), dapat dijual seharga Rp12 juta, kalau Kapal pancing panjang 8 M, dijual dengan harga 13,5 juta, itu di luar cat. Khusus untuk Kapal payang panjang 10 M, dijual dengan anggaran Rp30 juta lengkap, sudah di cat yang mempunyai kualitas cat yang bagus dan tahan lama.

“Dalam setahun, saya bisa membuat 3 buah Kapal pesanan dari Nelayan, baik Kota Pariaman maupun Kabupaten Padang Pariaman, tetapi sejak pandemi permintaan pembuatan kapal jauh berkurang, terkadang hanya 1 buah Kapal, bahkan tidak ada pesanan, hanya renovasi Kapal saja,” ungkapnya.

Untuk renovasi kapal, bisa ia kerjakan selama 3 sampai 5 hari, tergantung jenis kapalnya, mulai dari harga 500 ribu sampai 1,5 juta, tergantung jenis kapal dan kerusakanya.

“Karena sepinya pesanan Kapal saat ini, untuk kehidupan sehari-hari, ia yang berprofesi sebagai nelayan ini, untuk malam harinya berjualan minuman Teh Talua (Teh Telor) di kedai sendiri,” tukasnya.

Baca Juga : Suasana Haru Iringi Pelepasan Jenazah Mantan Wawako Pariaman Helmi Darlis 

Sementara itu Febby Datuak Bangso, Politikus dari PKB ini, yang melihat hasil karya Kapal dari warga Naras I ini tertarik untuk memesan 1 (satu) buah Kapal kepada Rudi, untuk dibawanya ke Tanah Datar.

“Awalnya saya mendapat kabar yang membuat Kapal ini hanya ada di Pesisir Selatan, tetapi setelah mendapat kabar dari Sekda Kota Pariaman, bahwa disini ternyata ada yang bisa membuat Kapal, saya datang langsung melihat karya warga Naras I ini, dan langsung memesan 1 buah Kapal untuk saya tempatkan di rumah Bagonjang saya di Tanah Datar,” ujarnya. [*/isr]

Terpopuler

Add New Playlist