Kisah Pahlawan PAD di Balik Festival Pesta Pantai Pariaman 2022

Penulis: Isran Bastian

Pariaman, Padangkita.com – Banyak hal di luar dugaan yang terjadi setelah sepekan pelaksanaan Festival Pantai Pariaman 2022. Mulai dari melonjaknya para pengunjung objek wisata di Kota Pariaman sampai meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pariaman yang berasal dari salah satu objek wisata andalan Kota Pariaman yakni Pulau Angso.

Untuk memastikan kelancaran selama proses keberangkatan dan kembali dari pulau, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Pariaman telah menugaskan 3 orang petugas untuk keberangkatan dan kenyamanan wisatawan selama berada di lokasi. Namun di balik suksesnya pelaksanaan Festival  PaPa 2022, ada sedikit kisah bagi para pahlawan PAD Retribusi Pulau tersebut yang telah ditugaskan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Pariaman berhasil menjual tiket objek wisata Pulau Angso Duo dengan tertib dan lancar. Tiket Pergi dan Pulang dari Pulau Angso Duo dengan harga tiket Rp40 ribu/orang dengan rincian Rp30 ribu untuk pengusaha kapal dan asuransi dan Rp10 ribu untuk retribusi sehingga dari retribusi tiket ke pulau mendatangkan PAD selama sepekan dengan jumlah Rp32 juta.

Untuk 3 orang petugas tersebut, 1 orang petugas Zainal Efendi akan berada di lokasi pintu keberangkatan dan 2 orang bertugas Suryadi dan Syamsul menjaga kebersihan dan aset Pemko Pariaman di Pulau Angso Duo. Mereka yang bertugas di pulau akan diinapkan di pulau selama Festival Pantai Pariaman 2022.

Seperti Zainal Efendi salah satu petugas bagian retribusi dari Disparbud Kota Pariaman saat dijumpai oleh Tim Media Center Dinas Kominfo Kota Pariaman, Senin (9/5/2022) mengatakan bahwa Festiva sangat ramai pengunjung.

“Mulai pukul 07.30 s/d 16.00 saya dan kawan – kawan membuka loket penjualan tiket ke pulau. Sebelum membuka loket, kita juga melihat situasi dan kondisi cuaca terlebih dahulu. Jangan sampai loket dibuka tetapi cuaca tidak bersahabat. Tiket dijual sesuai tarif yang telah ditetapkan Pemko Pariaman. Untuk 1 orang pergi dan pulang akan dikenakan Rp 40 ribu, “ ungkapnya.

Di samping mengawasi penjualan tiket, pria yang lebih dikenal dengan sapaan Uncu Nal, 41 tahun, ini juga setiap pagi melakukan pengecekan terhadap kapal wisata. Mulai melakukan pengecekan terhadap bahan bakar hingga pengamanan untuk penumpang. Ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal – hal buruk selama berwisata ke pulau.

“Tidak hanya menunggu di loket penjualan, apabila pengunjung mulai terlihat sepi, kita juga mencari pengunjung. Mulai melakukan lobi – lobi sampai promosi keindahan pulau angso sehingga dengan demikian, wisatawan akan tertarik mengunjungi pulau tersebut. Kitapun juga setiap hari melakukan promosi objek wisata di Kota Pariaman lewat media sosial,” ujranya.

“Meskipun loket penjualan tutup pukul 16.00 Wib, kita masih tetap berada dilokasi sampai pengunjung kembali ke daratan. Melakukan pengecekan kondisi pengunjung di pulau, kita juga lakukan koordinasi dengan tim yang ada di pulau. Seketika semua pengunjung telah selamat sampai ke daratan dan kondisi loket sudah sepi, baru kita laporkan kegiatan kepada Disparbud dan setelah itu baru kita kembali berkumpul bersama keluarga, “ kata dia lagi.

Banyak menghabiskan waktu di luar untuk bekerja memang sudah menjadi risiko para pahlawan PAD. Namun ini semua bentuk dari tanggung jawab mereka yang telah diberi kepercayaan. Sehingga dengan demikian, pihak keluarga juga memberikan dukungan penuh untuk lancarnya pekerjaan yang dilakukan para pahlawan.

“Bertugas sehari –hari di lapangan memang banyak hal yang kita temui, mulai dari bertambahnya kerabat sampai adanya perselisihan paham sesama petugas. Namun semua itu bisa kita selesaikan dengan seketika bersama pimpinan dari Disparbud Kota Pariaman. Beda pendapat saat bertugas hal yang biasa terjadi, tetapi Alhamdulillah tidak ada diperpanjang karena saat itu juga kita selesaikan bersama,“ ujarnya.

Baca Juga: Festival Pantai Pariaman Kumpulkan PAD Rp319 Juta, Uang Berputar Capai Rp6 Miliar

“Meskipun sering meninggalkan keluarga,  namun kita tetap berusaha membagi waktu untuk mereka. Misalnya sibuk seharian di lapangan, malamnya kami bersama keluarga. Ia juga berharap kedepannya para pengunjung lebih banyak lagi sehingga perekonomian masyarakat lebih meningkat dan kami mendapatkan perhatian yang lebih dari pimpinan. “ [*/isr]

Terpopuler

Add New Playlist