Kinerja KPU Pessel Disorot, Komisionernya Dinilai Kurang Aktif Komunikasi dan Sosialisi

Kinerja KPU Pessel Disorot, Komisionernya Dinilai Kurang Aktif Komunikasi dan Sosialisi

Para Komisioner KPU Pesisir Selatan (Pessel). [Foto: Dok. Ist.]

Painan, Padangkita.com – Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pesisir Selatan (Pessel) tengah jadi sorotan. Para komisioner dinilai kurang aktif berkomunikasi dan melakukan sosialisasi, sehingga tingkat partisipasi pemilih tak maksimal.

Kritik terhadap KPU Pessel disampaikan tokoh masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Amran, mengingat dalam waktu dekat akan diadakan pemungutan suara ulang atau PSU Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

“Lima orang komisioner KPU belum berkerja dengan baik dan lebih banyak ‘ongkang-ongkang kaki’, lalu terima gaji,” ungkap Amran sembari menyebut angka dua digit gaji yang diterima para komisioner tiap bulan.

Amran yang juga pemerihati masalah sosial dan politik di Pesisir Selatan (Pessel) menyebutkan, kinerja KPU Pessel yang kurang aktif dapat dilihat dari tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 yang hanya 76,6 persen.

Menurut dia, tingkat partisipasi pemilih di Pemilu 2024 tidak mencapai target, lebih disebabkan kurangnya komunikasi dan sosialisai oleh KPU

"KPU kurang komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang kurang terpapar media. Padahal gajinya besar," kritik Amran.

Ia menduga, bisa jadi para pemilih di nagari-nagari banyak yang tidak tahu waktu pelaksanaan pemungutan suara. Kemudian, ditambah lagi karena sosialisasi oleh KPU yang minim soal tata cara menyalurkan suara.

Akibatnya, lanjut Amran, banyak masyarakat yang hendak memberikan hak suara menjadi bingung bagaimana cara mencoblos, dan kekurangan informasi soal calon yang akan dicoblosnya.

"Bingung bagaimana memberikan suara, sosialisasi lemah," ujarnya.

Kondisi itu, kata Amran, harus menjadi pelajaran bagi KPU untuk berbenah menghadapi PSU DPD RI dan Pemilu berikutnya. Menurut dia, KPU Pessel harus memperbaiki kesalahan dengan meningkatkan komunikasi dan sosialisasi ke tengah masyarakat.

"Ini harus dicatat dan diperbaiki. Jika komunikasi dan sosialisasi belum dilakukan maksimal, partisipasi pemilih akan lebih anjlok," ingatnya.

Sementara itu, Ketua KPU Pessel, Aswandi mengaku bahwa pihaknya sudah berupaya maksimal untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Pemilu 2024. Namun, kata dia, hasilnya memang baru mencapai 76.6 persen. Lebih rendah dari partisipasi pemilih tingkat nasional yang mencapai 79,5 persen.

"Ya, itu hasil partisipasi kita di Pemilu 2024, dan tentu akan kita maksimalkan lagi dan bisa minimal sama di PSU DPD RI,” ungkapnya.

Di antara upaya yang akan dilakukan pihaknya untuk meningkatkan partisipasi pemilih, ialah memaksimalkan sosialisasi oleh jajaran KPU dan melibatkan stakeholder serta penyebaran informasi di media sosial.

Baca juga: KPU Pessel Evaluasi Penyelenggaraan Pilkada 2020. Ini yang Perlu Dibenahi

"Ya, ini akan kita maksimalkan sosialisasi melalui jajaran badan adhoc kita. Tentu kita berharap target partisipasi pemilih tercapai," ujar Aswandi.

[*/min]

Baca Juga

Bupati Rusma Serahkan Kartu BPJS Kesehatan untuk 5.035 Warga Linggo Sari Baganti
Bupati Rusma Serahkan Kartu BPJS Kesehatan untuk 5.035 Warga Linggo Sari Baganti
Bawaslu RI Pantau PSU DPD RI di TPS Pulau Kapo-kapo Mandeh, Partisipasi Pemilih 90%
Bawaslu RI Pantau PSU DPD RI di TPS Pulau Kapo-kapo Mandeh, Partisipasi Pemilih 90%
Paskibraka Pessel Pakai Sepatu Katidiang Produk UMKM Lokal pada Upacara HUT ke-79 RI
Paskibraka Pessel Pakai Sepatu Katidiang Produk UMKM Lokal pada Upacara HUT ke-79 RI
Pesisir Selatan Luncurkan Layanan Digital Film Literasi dan Inklusi Sosial
Pesisir Selatan Luncurkan Layanan Digital Film Literasi dan Inklusi Sosial
Anggaran telah Tersedia, Pagar Pengaman di Pantai Carocok Painan segera Diperbaiki
Anggaran telah Tersedia, Pagar Pengaman di Pantai Carocok Painan segera Diperbaiki
Pesisir Selatan Kembangkan Terong Ungu yang lebih Menguntungkan Petani
Pesisir Selatan Kembangkan Terong Ungu yang lebih Menguntungkan Petani