Kinerja Bank Nagari 2025: Total Aset Meningkat Jadi Rp33,61 T, Usaha Syariah Menggembirakan

Kinerja Bank Nagari 2025: Total Aset Meningkat Jadi Rp33,61 T, Usaha Syariah Menggembirakan

Kantor Pusat Bank Nagari di Jl. Pemuda, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). [Foto: Dok. Humas Bank Nagari]


Padang, Padangkita.com –
Sebagaimana dialami semua bank di Indonesia, Bank Nagari juga menghadapi kondisi yang berat di tahun 2025. Namun, kinerja bank kebanggaan Sumatera Barat (Sumbar), tetap menjadi yang terbaik dibanding bank daerah lainnya.

Bank Nagari, Senin (2/2/2026), menggelar jumpa pers tentang laporan kinerja tahun 2025, di Kantor Pusat Bank Nagari di Jl. Pemuda, Kota Padang.

Hadir lengkap jajaran Direksi dan Komisaris. Yakni, Direktur Utama (Dirut) Gusti Candra, Direktur Keuangan Roni Edrian, Direktur Operasional Zilfa Efrizon, Direktur Kredit dan Syariah Hafid Dauli, dan Direktur Kepatuhan Sukardi serta jajaran Pemimpin Divisi.

Kemudian, Komisaris Utama (Komut) Andri Yulika, Komisaris Independen Manar Fuadi dan Edrizanof, serta Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Prof. Yasri dan Anggota Dewan Pengawas Syariah Prof. Rozalinda.

Gusti Candra mengungkapkan, total aset Bank Nagari 2025 sebesar Rp33,61 triliun (unaudited), atau tumbuh 1,97% dari Desember 2024. Kredit dan pembiayaan Bank Nagari sebesar Rp25,27 triliun, atau terkoreksi 1,10% dari Desember 2024.

“Ini, dikarenakan belum optimal permintaan kredit atau pembiayaan seiring melemahnya daya beli, pertumbuhan ekonomi yang rendah,” kata Gusti Candra.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Nagari sebesar Rp26,84 triliun, tumbuh 0,58% dari Desember 2024. Pertumbuhan ini, kata Gusti, dipengaruhi kondisi ekonomi yang mengharuskan masyarakat makan tabungan di samping pertumbuhannya diseimbangkan dengan pertumbuhan kredit dan pembiayaan (optimalisasi LDR).

“Laba bersih (Bank Nagari tahun 2025) sebesar Rp493,74 miliar, kontraksi sebesar -8,24%,” ujar Gusti Candra.

Ia menegaskan, meski terjadi perlambatan kredit yang sangat mempengaruhi kinerja, namun kondisi Bank Nagari tetap tangguh dan kokoh.

Gusti pun merinci rasio keuangan utama Bank Nagari tahun 2025. CAR sebesar 23,72%, ini menunjukkan permodalan Bank sangat kuat jauh di atas threshold 8%. Kemudian, ROA sebesar 1,89%, Bank Nagari cukup baik mengelola aset sehingga mampu menghasilkan laba.

Selanjutnya, ROE sebesar 12,79%, Bank Nagari memiliki kemampuan dalam mengelola ekutias dengan baik sehingga memberikan retrun yang baik. NIM sebesar 5,89%, menggambarkan rasio pendapatan bunga bersih yang baik tetap terjaga.

“LDR sebesar 94,15%, menunjukkan peranan intermediasi bank yang baik, di mana mampu mengoptimalkan DPK untuk disalurkan,” kata Gusti.

Berikutnya, NPL sebesar 2,40%, di mana kualitas penyaluran kredit dan pembiayaan dalam kategori sehat jauh di bawah threshold 5%.

Sedangkan BOPO sebesar 82,69%, kata Gusti, dipengaruhi oleh belum bertumbuhnya kredit dan pembiayaan sebagai sumber utama Pendapatan Operasioal. Lalu, CASA sebesar 44,32%, meningkat 3,35%, menunjukkan Bank Nagari semakin baik menghimpun dana murah dengan mereposisi dana berbiaya mahal ke dana murah.

Lebih jauh disampaikan, di tengah tekanan kondisi ekonomi global dan nasional yang berat, Bank Nagari mampu meningkatkan modal inti secara konsisten. Tahun 2023, modal inti Bank Nagari tercatat Rp3,70 triliun, meningkat menjadi Rp3,92 triliun di 2024, dan naik lagi menjadi Rp4,06 triliun di 2025.

Usaha Syariah Menggembirakan

Kinerja Bank Nagari 2025 yang tetap baik di 2025, didukung oleh Unit Usaha Syariah Bank Nagari yang mengalami perkembangan menggembirakan.

Disebutkan, total aset Syariah Bank Nagari 2025, tercatat sebesar Rp6,49 triliun, atau tumbuh 6,28% dari Desember 2024. Tahun 2024, share aset UUS Bank Nagari terhadap Induk sebesar 18,52%, meningkat di tahun 2025, di mana share aset UUS terhadap Induk menjadi 19,31%.

Kemudian, pembiayaan syariah mencapai Rp4,63 triliun, atau tumbuh 14,66% dari Desember 2024. Lalu, dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp4,91 triliun, atau tumbuh 3,62%.

“Laba setelah pajak sebesar Rp224,62 miliar, tumbuh sebesar 15,43%. Kinerja syariah bertumbuh sangat baik, didorong oleh edukasi pemahaman masyarakat dalam mendapatkan layanan transaksi Syariah,” papar Gusti Candra.

Kondisi Berat 2025

Dalam jumpa pers, Gusti Candra memaparkan sejumlah kondisi berat yang dihadapi Bank Nagari tahun 2025, sehingga penyaluran kredit melambat yang kemudian mempengaruhi kinerja.  

“Kebijakan Pemerintah Pusat tahun 2025 sebagaimana Inpres Nomor 1 tahun 2025, yaitu Efisiensi dan Belanja Pelaksanaan APBN dan APBD, yang salah satunya pengurangan transfer keuangan daerah, telah berdampak pada perlambatan ekonomi daerah,” ungkap Gusti.

Kemudian, menurunnya permintaan kredit dan pembiayaan sebagai dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi Sumbar sepanjang tahun 2025, yang mengakibatkan melemahnya daya beli masyarakat, di mana para pelaku usaha cenderung wait and see.

“Dengan melemahnya daya beli, risiko gagal bayar pinjaman masyarakat semakin tinggi (terjadi pemburukan kualitas), sehingga bank lebih selektif dalam menyalurkan kredit/pembiayaan untuk mengantisipasi risiko kredit bermasalah,” kata Gusti.

Tahun 2025, juga ada perubahan peraturan penyaluran KUR seperti kebijakan graduasi, dan frekuensi pengambilan, berdampak pada melambatnya pertumbuhan KUR.

Baca juga: Kinerja Positif Bank Nagari 2024: Aset Meningkat Jadi Rp33,11 Triliun dan Laba Bersih Rp540 Miliar

“Bencana banjir dan longsor pada beberapa daerah di Sumbar membawa dampak secara langsung dan tidak langsung dibeberapa sektor ekonomi. Hal ini memperburuk kondisi ekonomi di daerah yang terdampak dan menambah lemahnya daya beli, di mana konsentrasi stakeholder fokus pada pemulihan pasca bencana. Kondisi kredit dan pembiayaan Bank Nagari pada daerah yang terdampak tersebut mengalami peningkatan risiko gagal bayar,” terang Gusti.

Selanjutnya, penyesuain ketentuan dan tarif asuransi/penjaminan Kredit KCU (Kredit Cicilan Uang Umum) dengan POJK No. 20 tahun 2023, baru dapat disepakati dengan maskapai asuransi pada semester 2.

“Bank telah kehilangan momentum dalam meningkatkan laju pertumbuhan Kredit KCU,” kata Gusti. [pkt]

Baca Juga

Piala Dunia FIFA 2026 Tayang di TVRI, Gubernur Sumbar Sampaikan Apresiasi
Piala Dunia FIFA 2026 Tayang di TVRI, Gubernur Sumbar Sampaikan Apresiasi
Kegiatan Safari Ramadhan Pemprov Sumbar 2026 Diprioritaskan ke Daerah Terdampak Bencana
Kegiatan Safari Ramadhan Pemprov Sumbar 2026 Diprioritaskan ke Daerah Terdampak Bencana
Anggaran R3P Sumbar Rp18,9 T telah Diajukan, Pemprov Rakor Pemutakhiran Data Tertinggal
Anggaran R3P Sumbar Rp18,9 T telah Diajukan, Pemprov Rakor Pemutakhiran Data Tertinggal
Raffi Ahmad Komandoi Kolaborasi Multipihak Perkuat Pemulihan Korban Bencana di Sumbar
Raffi Ahmad Komandoi Kolaborasi Multipihak Perkuat Pemulihan Korban Bencana di Sumbar
Pikirkan Mata Pencarian Korban Bencana, Menteri PU Dorong Program Padat Karya di Padang
Pikirkan Mata Pencarian Korban Bencana, Menteri PU Dorong Program Padat Karya di Padang
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp2,6 Triliun untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Sumatera Barat
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp2,6 Triliun untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Sumatera Barat