Bukittinggi, Padangkita.com – Dinas atau instansi pemerintah di Kota Bukittinggi banyak yang menunggak membayar pajak kendaraan. Padahal, kendaraan roda dua dan roda empat yang berpelat merah itu, biasanya sudah punya anggaran untuk perawatan dan pajaknya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Pendapatan Daerah (PPD) Samsat Bukittinggi Samsat Bukittinggi Zulfahmi, menyebutkan realisasi pendapatan dari pajak kendaraan milik Pemko Bukittinggi yang dikuasai oleh dinas dan instansi, masih minim. Sejauh ini, kata dia, realisasi tersebut bahkan masih jauh dari target yang diharapkan.
Zulfahmi menilai rendahnya realisasi pajak kendaraan pelat merah tersebut, disebabkan masih kurangnya partisipasi oleh instansi terkait yang memiliki kendaraan untuk membayar pajak kendaraan.
"Kita sudah sampaikan hal ini kepada pimpinan daerah. Dan informasi yang kita dapat, instansi atau dinas-dinas yang menguasai kendaraan pelat merah sudah disurati. Namun, hasilnya masih jauh dari yang diharapkan," terang Zulfahmi Jumat (14/8/2020).
Berdasarkan data dari UPTD PPD Samsat Bukittinggi, realisasi pajak kendaraan sejak awal tahun 2020 hingga Juli tidak sampai 60 persen. Artinya, sejauh ini hanya saparuh dari target realisasi yang tercapai.
Baca juga: Hakim Pengadilan Agama Bukittinggi Meninggal karena Covid-19, Pengadilan Agama Tutup Dua Pekan
Pada Bulan Januari, realisasi pajak kendaraan pelat merah Bukittinggi hanya mencapai 60,91 persen. Kemudian pada Februari turun menjadi 52,76 persen. Sedangkan pada Maret hanya 55,61 persen. Pada bulan April cuma 57,26 persen, dan pada Bulan Mei 58,17 persen. Sedangkan di Bulan Juni sempat naik 61,05 persen, lalu pada Juli turun lagi menjadi 59,29 persen.
"Kita tentu saja berharap di kemudian hari hal ini menjadi perhatian bagi instansi di Pemko Bukittinggi," harap dia.
Baca juga: Puluhan Pedagang Rokok Eceran di Bukittinggi Kedapatan Jual Rokok Ilegal
Zulfahmi juga menjelaskan secara umum memang terjadi penurunan realisasi pajak kendaraan. Apalagi sejak masa pandemi Covid-19 kurun waktu Maret hingga Juli realisasi pajak kendaraan turun 25-35 persen.
"Data tersebut berdasarkan dari 13 kecamatan yang ada di wilayah kerja Samsat Bukittinggi. Mulai dari wilayah Kota Bukittinggi dan sebagian wilayah Agam," jelasnya.
Zulfahmi mengimbau kepada para wajib pajak untuk tidak ragu datang membayar pajak ke kantor Samsat Bukittinggi. Sebab, pihak Samsat telah menyediakan pelayanan sesuai protokol Covid-19, demi kenyamanan dan keamanan yang datang ke kantor Samsat.
"Semuanya sudah kita persiapkan, di sini ada tempat cuci tangan, ada masker bagi yang tidak pakai masker, ada ‘handsanitizer’, dan cukup semuanya terkait protokol kesehatan Covid-19. Jadi warga yang hendak membayar pajak silakan datang membayar pajak ke kantor Samsat," imbaunya.
Semua itu sebut Zulfahmi dilakukan demi kenyamanan dan keamanan warga dalam membayar pajak kendaraan selama Covid-19. Samsat Bukittinggi juga memberikan kemudahan bagi warga yang hendak membayar pajak melalui Samsat Drivethru, Samsat Mal, maupun Samsat Keliling. [agg/pkt]