Kasus Corona Meningkat di Tanah Datar, Semua Sekolah Terapkan Belajar Daring

Penulis: Redaksi

Batusangkar, Padangkita.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar menunda proses pembelajaran tatap muka di semua sekolah. Kebijakan ini menyusul meningkatnya kasus infeksi Corona (Covid-19) di Tanah Datar sejak beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, sekolah tatap muka direncakana dimulai pada tahun ajaran baru 12 Juli 2021. Namun karena masih tingginya kasus Corona, diputuskan untuk diundur ke tanggal 24 Juli 2021. Kini, semua proses belajar mengajar tetap berlangsung secara daring dan luring.

“Menyikapi hasil rapat monev (monitoring dan evaluasi) beberapa waktu lalu, maka diputuskan untuk menunda belajar tatap muka hingga 24 Juli. Belajar dilaksanakan secara daring maupun luring dulu,” ucap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Tanah Datar Riswandi, Selasa (13/7/2021).

Ia menjelaskan, pengunduran jadwal tatap muka ke tanggal 24 juli 2021, tidak tertutup kemungkinan akan kembali diperpanjang. Semua tergantung kondisi dan keputusan yang akan diambil oleh Forkopimda (forum koordinasi pimpinan daerah) melalui rapat bersama nantinya.

“Nanti akan ada lagi rapat dan keputusan dari Forkopimda, dilanjutkan atau ditunda lagi. Suratnya akan ditandatangani oleh seluruh unsur Forkopimda, tidak hanya bupati lagi, termasuk Polres Padang Panjang juga. Ini juga mengingat munculnya varian baru dari Covid 19,” ujarnya.

Riswandi mengingatkan, kepatuhan masyarakat dalam penegakan protokol kesehatan sangat diharapkan untuk menentukan kapan dimulainya proses belajar tatap muka itu.

“Jika angka positifnya terus naik bisa jadi ditunda lagi. Maka untuk itu, kepatuhan kita bersama dalam penegakan prokes sangat diharapkan. Agar angka orang terinfeksi dapat ditekan,” ujarnya.

Baca juga: Kisah Usaha Ikan Salai di Lubuk Jantan Tanah Datar yang Justru Makin Berkembang di Tengah Pandemi Covid-19

Sementara itu, hingga Selasa (13/7/2021) kasus Covid 19 di Tanah Datar telah mencapai 2.885 orang. Dari jumlah itu, 2.360 sudah sembuh. Sementara 419 orang lainnya isolasi mandiri. Sedangkan angka kematian mencapai 92 orang. Sisanya dirawat di beberapa rumah sakit di Sumatra Barat (Sumbar). (agg/pkt)

Terpopuler

Add New Playlist