Kapolres Besuk Korban Perampokan 1,2 Kg Emas, Minta Doa Agar Bisa Segera Tangkap Pelaku

Penulis: Redaksi

Lubuk Basung, Padangkita.com – Kapolres Agam AKBP Ferry Ferdian mengunjungi kediaman Kamaruzaman (Katik), 47 tahun, di daerah Panta Pauh, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Selasa (20/9/22).

Kamaruzaman adalah korban perampokan emas 1,2 kg–sebelumnya disebut 3 kg–Jum’at (16/9/22) lalu.

Kunjungan Kapolres Agam bersama jajarannya itu, untuk menyampaikan rasa keprihatinan atas musibah yang menimpa pedagang emas yang menjadi korban aksi perampokan sadis itu.

Betapa tidak, perampok tidak hanya menggasak 1,2 kg emas dan uang tunai Rp250 juta korban, tetapi juga menembak paha sebelah kanan korban.

Saat membesuk korban, AKBP Ferry Ferdian meminta doa keluarga korban dan masyarakat sekitar, agar para pelaku segera bisa ditangkap dan dijatuhi hukuman sesuai aturan hukum.

Kapolres Ferry menegaskan, langsung bergabung dengan timnya di lapangan untuk memburu para pelaku.

AKBP Ferry Ferdian melalui syaf Humas Polres Agam Riqoel Sikumbang menyatakan, pihaknya terus berupaya maksimal untuk menangkap para pelaku dan mengusut kasus tersebut sampai tuntas.

“Kita akan kerahkan personel semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus perampokan ini. Semua pelaku yang terlibat bisa ditangkap dan barang – barang yang hilang bisa kembali lagi. Untuk itu saya mohon doanya, semoga tim yang telah saya bentuk ini berhasil menangkap pelaku,” harap Kapolres Ferry.

Sementara itu, Kamaruzaman yang masih terbaring lemah di rumahnya, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Kapolres Agam. Ia tak menyangka, Kapolres langsung membesuk ke rumahnya untuk menyampaikan ungkapan prihatin dan rasa duka.

“Baru kali ini Kapolres Agam langsung ke rumah korban, untuk memberikan motivasi dan meyakinkan korban bahwa pihaknya akan berupaya maksimal untuk mengungkap kasus. Mudah-mudahan para pelaku bisa segera ditangkap,” harap Kamaruzaman.

Kronologi Perampokan

Kasus perampokan yang menggegerkan Sumbar ini terjadi Jumat (16/9/2022) sore. Waktu itu, korban bersama adiknya Yuliandri, 45 tahun, pulang berdagang emas dari Pasar Lawang, Kecamatan Matur.

Sebelum dirampok, korban telah diintai sejak mau pulang dari Pasar Lawang menuju rumahnya. Sesampai di lokasi kejadian (TKP) dekat Bukik Apik, jalan lintas Matur – Padang Luar Bukittinggi, mobil Toyota Avanza bernomor polisi BA 1219 TD yang kendarai Kamaruzaman dipepet dan ditabrak oleh mobil pelaku. Para perampok mengendarai mobil Toyota Kijang bernomor polisi B 1830 YG.

Sesaat setelah korban yang terpaksa menghentikan kendaraannya, para perampok langsung menyergap dan memaksa korban membuka pintu mobil sambil menodongkan pistol.

Karena takut, korban pun membuka pintu mobilnya. Dan perampok memukul kepala korban. Sejurus kemudian, dengan cepat para perampok merampas tas korban yang berisi emas 24 karat seberat 1,2 kg dan uang tunai Rp250 juta.

Kamaruzaman yang sudah tak berdaya, juga ditembak di bagian paha sebelah kanannya. Ia kemudian dilarikan warga ke RS Achmad Mochtar Bukittinggi.

Sementara mobil yang dikendarai merampok, diduga mengalami kerusakan hingga terbakar. Mobil itu pun ditinggalkan begitu saja oleh para perampok.

Baca juga: Pedagang Emas di Agam Dirampok dan Ditembak, Pelaku 4 Orang Kabur ke Hutan

Menurut korban, pelaku berjumlah empat orang dengan ciri-ciri berpakaian serba hitam. Mereka kabur memasuki hutan belantara di belakang SMA daerah Sungai Jariang, Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam. Hingga saat ini polisi masih terus memburu pelaku. [*/pkt]

 

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Terpopuler

Add New Playlist