Jumlah Transaksi Harian di Jalan Tol pada 2024 Ditarget Bisa Capai 7 Juta Transaksi

Penulis: Redaksi

Jakarta, Padangkita.com – Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPJT PUPR), Danang Parikesit menyebutkan, hingga bulan Juni 2022, total panjang jalan tol yang dioperasikan di Indonesia mencapai 2.500 kilometer.

Jalan tol sepanjang itu terbagi menjadi 66 ruas jalan tol dan 46 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang ada di Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulau Sumatra, Pulau Kalimantan, hingga Pulau Sulawesi

Danang mengungkapkan, sebelumnya, hingga akhir tahun 2021 jumlah transaksi harian semua jalan tol mencapai 3,59 juta. Menurut Danang, hingga akhir 2022 nanti jumlah transaksi harian ditarget bisa mencapai 4,09 juta transaksi harian. Persentase kenaikan transaksi harian sebesar 13,92%.

Sehingga, kata dia, diperkirakan pada tahun 2024 jumlah ini akan mencapai 7 juta transaksi harian di seluruh jalan tol di Indonesia.

“Jumlah persentase kendaraan Golongan II-V dari tahun 2021 sampai 2022 mengalami kenaikan mencapai 3,13% yakni pada akhir tahun 2021 telah mencapai 13,75%, dan ditargetkan pada akhir tahun 2022 dapat mencapai hingga 16,88%. Hal ini akan berdampak pada peningkatan volume transaksi hingga akhir tahun 2022 diproyeksikan mencapai Rp26,532 triliun per tahun dibandingkan tahun 2021 yang berada kisaran nilai Rp23,757 triliun per tahun, sehingga akan mengalami kenaikan sebesar 17,24%,” kata Danang dalam jumpa pers di Jakarta.

Danang juga mengatakan untuk waktu tempuh kendaraan yang melintas di jalan tol diproyeksikan akan mengalami percepatan dari yang semula di tahun 2021 kecepatan 1,48 jam pe 100 km (kecepatan rata-rata 68 km/jam) untuk dalam kota, dan tahun 2022 kecepatan menjadi 1,35 jam/100 km untuk dalam kota.

Sedangkan waktu tempuh di luar kota, pada tahun 2021 berada di kecepatan 1,13 jam/100 km, dan di tahun 2022 kecepatan menjadi 1 jam/100 km.

Sebagai informasi, pada tahun 2021 jumlah rest area atau TI/TIP di Jalan Tol sebanyak 116 TI/TIP (Tipe A dan B) yang terbagi menjadi Tipe A 76, Tipe B 40. Kemudian untuk Tipe C (Parking Bay) 16, dan dalam tahap Konstruksi 13.

“Terkait keselamatan di jalan tol, diharapkan faktor kecelakaan di tahun 2022 dapat mengalami penurunan menjadi 1,09 kejadian per km (-32,7%), dibandingkan sebelumnya pada tahun 2021 yang sebesar 1,62 kejadian per km,” ujar Danang.

“Dan, berkurangnya korban meninggal akibat kecelakaan ditargetkan di tahun 2022 mengalami penurunan 0,143 korban meninggal  dunia per km dengan persentase mencapai -6,53% dibandingkan tahun 2021 yakni 0,153 korban meninggal  dunia per km,” ujarnya.

Selanjutnya, Danang juga menambahkan untuk sasaran investasi di tahun 2021 sebesar Rp736,37 triliun (akumulasi harga berlaku), ditargetkan hingga akhir tahun 2022 mendatang dapat mengalami peningkatan sebesar Rp970,85 Triliun (akumulasi harga berlaku).

Kemudian, terkait Foreign Direct Investment (FDI), pada tahun 2021 sebesar Rp9.90 triliun yang besarannya tetap pada tahun 2020, kemudian pada tahun 2022 ditargetkan mencapai Rp20 triliun, pembiayaan internasional juga ditargetkan tahun 2022 mencapai Rp4,30 triliun dibandingkan tahun 2021 Rp3,89 triliun.

Baca juga: Presiden Jokowi akan Resmikan 16 Jalan Tol Baru Tahun Ini, Berikut Daftarnya

“Terhadap pembiayaan Bank BUMN diharapkan juga akan terjadi peningkatan yakni mencapai Rp79,34 triliun di tahun 2022 dari sebelumnya di tahun 2021 Rp67,89 triliun, dan pembiayaan nonbank BUMN tahun 2022 mengalami peningkatan dengan total Rp114,8 triliun, di mana posisi pembiayaan di tahun 2021 adalah sebesar Rp97,65 triliun,” ungkap Kepala BPJT PUPR Danang Parikesit. [*/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist