Jalan Silokek-Muaro Sijunjung Longsor, Kendaraan Roda Empat Tak Bisa Lewat

Penulis: Hendri

Muaro Sijunjung, Padangkita.com – Jalan sepanjang 30 meter dari Nagari Silokek ke Muaro Sijunjung yang longsor pada Rabu (22/11/2020) pagi, hingga kini masih belum bisa dilewati kendaraan.

Untuk sementara, akses keluar masuk kendaraan roda empat dari atau menuju ke Silokek dan Durian Gadang hanya bisa melewati jalan dari Nagari Paru (masih wilayah Kecamatan Sijunjung). Jika menempuh jalur tersebut menambah jarak tempuh sekitar 30 kilometer. Sedangkan untuk pengguna kendaraan roda dua yang ingin tetap melintasi jalan tersebut harus mengangkat kendaraannya.

“Bagi warga yang memiliki kendaraan roda empat, harus memutar arah ke Nagari Paru dan itu menambah jarak tempuh. Saat kondisi normal, jarak Silokek-Muaro hanya 15 kilometer,”sebut Mardison, Walinagari Silokek, saat dikonfirmasi Padangkita.com, Jumat (27/11/2020).

Menurut Mardison, longsor di badan jalan pada kawasan Geopark Silokek terjadi akibat tergerusnya tebing akibat meluapnya Batang Kuantan. Meluapnya Batang Kuantan disebabkan tingginya intensitas hujan dalam kurun waktu beberapa hari terakhir.

“Ada tiga titik jalan Muaro-Sikokek yang longsor. Namun yang terparah mencapai 30 meter yang berada di wilayah Nagari Muaro. Harapan kita, semoga pemerintah daerah melalui BPBD segera membuat jalan alternatif, untuk mempermudah warga beraktifitas,”ujar Mardison lagi.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Sijunjung, Hendri Caniago didampingi Roni Sudirman, Sekretaris BPBD mengatakan, bahwa pihaknya bersama Dinas PUPR sudah turun ke lokasi untuk melihat pola penanganannya.

Terkait penanganan jalan longsor itu, Hendri Caniago menyatakan akan menggunakan anggaran biaya tidak terduga (BTT).

“Sementara berapa biayanya belum bisa kita prediksi saat ini, karena menunggu hitungan tim teknis Dinas PUPR,” sebut Hendri Caniago, Jumat (27/11/2020).

Data Padangkita.com, titik longsor tersebut merupakan kawasan aliran Batang Kuantan yang beberapa tahun lalu terdapat banyak aktifitas penambangan emas dengan menggunakan kapal.

Baca Juga: Polisi Akan Tindak Tegas Pelaku Praktik Politik Uang di Pilkada Sijunjung

Diduga akibat penyedotan pasir dan tanah untuk mengambil emas dekat tebing oleh para penambang kala itu, menyebabkan tebing di sepanjang jalan menuju wisata Ngalau Batu Bersurat dan Air Terjun Palukahan itu semakin tergerus dan rawan longsor.

“Ya, kini dampak yang kita rasakan akibat bebasnya aktifitas penambangan emas di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Karena saat ini tebing jalan Muaro-Silokek itu sudah seperti ada goa di bawahnya, dan menunggu saatnya tiba longsor lagi,” kata salah seorang tokoh masyarakat Nagari Silokek yang enggan namanya ditulis. [abe]


Baca berita Sijunjung terbaru hanya di Padangkita.com

Terpopuler