Jadi Klaster Terbanyak di Agam, Begini Penyebaran Virus Corona di Pondok Pesantren Panta, Matur Agam

Penulis: MF Zikri

Berita padang terbaru dan berita Sumbar terbaru: Pondok Pesantren Panta, Matur Agam jadi klaster di Agam, 18 orang terkonfirmasi positif

Padang, Padangkita.com – Gugus Tugas Covid-19 Sumatra Barat (Sumbar) melaporkan tambahan kasus positif 33 orang di Kabupaten Agam, Rabu (2/9/2020). Dari jumlah itu, sebanyak 18 orang berasal dari klaster pondok pesantren, Matur.

Dikonfirmasi Padangkita.com, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Agam, Khasman Zaini mengatakan, pondok pesantren yang disebut menjadi klaster penyebaran Covid-19 adalah pondok pesantren yang terletak di Jorong Panta, Nagari Panta Pauh, Kecamatan Matur, Agam.

“Pondok pesantren ini biasa disebut orang Pondok Pesantren Panta,” kata Khasman melalui sambungan telepon, Rabu (2/8/2020).

Kasus Covid-19 di klaster ini, kata Khasman, bermula dari hasil “tracking” Gugus Tugas yang menemukan tiga orang warga Pondok Pesantren Panta terkonfirmasi positif Covid-19.

Ketiga orang warga Pondok Pesantren Panta itu diduga terjangkit Covid-19 akibat kontak dengan pasien Covid-19 dari luar Agam.

Baca juga: Padang Masuk Zona Merah: Tak Ada Sekolah Tatap Muka, Pesta Perkawinan Dilarang, Pegawai Bekerja dari Rumah

“Sekitar seminggu yang lewat, tiga orang warga pondok pesantren itu dinyatakan positif. Kita lakukan ‘tracking’, dan kita temukan kasus positif lainnya,” jelas dia.

Pada saat itu, aktivitas belajar di sekolah berasrama ini memang telah dimulai setelah libur panjang. Sehingga, karena semua aktivitas di pondok pesantren, Covid-19 menyebar dengan cepat.

Baca Juga: Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan, 16 Kali Tes ‘Swab’ Gubernur Irwan Prayitno Selalu Negatif Covid-19

“Semuanya kan aktivitasnya di sana, mulai dari belajar hingga tidur pun juga di sana. Karena itu intensitas penyebarannya itu tinggi,” katanya.

Saat ini, lanjut Khasman, dari klaster pondok pesantren itu telah tercatat sebanyak 31 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Akibatnya, pihaknya telah menghentikan semua aktivitas di pondok pesantren itu serta melakukan “tracking” secara masif terhadap seluruh warga pondok pesantren.

Selain itu, Gugus Tugas Covid-19 Agam juga melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. “Kita akan ‘tracking’ terus sampai klaster itu benar-benar tidak ada lagi yang positif,” tegasnya. [mfz/pkt]


Baca berita Kota Padang terbaru dan berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com