Ini yang Dilakukan Polda untuk Amankan Perayaan Natal dan Tahun Baru di Sumbar

Penulis: Redaksi
|
Editor: Zulfikar

Berita Sumbar terbaru: Polda Sumbar meminta agar masyarakat mewaspadai titik-titik rawan kecelakaan lalu lintas selama perayaan dan libur Natal serta Tahun Baru di Sumbar.

Padang, Padangkita.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) meminta agar masyarakat mewaspadai titik-titik rawan kecelakaan lalu lintas selama perayaan dan libur Natal serta Tahun Baru di Sumbar.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto menyebutkan, saat ini Polda Sumbar telah menyiagakan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan di beberapa lokasi untuk membantu mengatur dan mencegah terjadinya kecelakaan serta kemacetan.

Dirincikan Satake, sebanyak 38 pos pengamanan dan sebanyak 24 pos pelayanan serta satu pos terpadu telah disiagakan.

“Pos itu difokuskan di lokasi rawan macet, seperti di Bukit Putus Painan, jalan Lintas Padang-Solok, Padang-Padang Panjang, Singkarak-Padang dan Padang-Payakumbuh,” ujar Satake kepada Padangkita.com, Selasa (23/12/2020).

Kemudian, untuk prediksi titik kemacetan, kata Satake, yaitu di Kilometer 22 Ladang Padi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Kilometer 14 Bukit Lampu, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

Lalu, di Kilometer 24 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Kilometer 45 Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, Kilometer 140 Kelok 9, Kabupaten Limapuluh Kota, Kilometer 83 Singkarak, Kabupaten Solok dan Kilometer 172 Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya.

Sementara, untuk jalur alternatif di Malalak, kata Satake, polisi bisa saja melakukan rekayasa dengan mengalihkan arus lalu lintas kendaraan melewati daerah tersebut.

“Untuk jalur Sicincin-Malalak juga sudah disiapkan alat berat oleh Dinas Pekerjaan Umum jika terjadi longsor,” imbuhnya.

Lebih lanjut, untuk tempat wisata, menurut Satake, personel juga telah disiagakan. Ia berharap di objek wisata juga ada petugas yang mengecek suhu badan serta menyediakan tempat cuci tangan.

“Petugas juga kita diminta untuk melakukan patroli terhadap para pejalan kaki untuk mencegah keramaian atau kerumunan di objek wisata tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sumbar, Heri Nofiardi mengatakan, untuk jalur darat, pihaknya akan memfokuskan pengawasan ke daerah rawan kemacetan, seperti di Kelok 9, Kabupaten Limapuluh Kota, Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Pihaknya juga akan melakukan patroli.

Baca juga: Perayaan Tahun Baru di Bukittinggi Dilarang, Akses ke Jam Gadang Ditutup

Sementara, untuk jalur alternatif, menurut Heri, sudah ada beberapa jalur, seperti Padang-Solok dan Sicincin-Malalak yang bisa digunakan bagi wisatawan atau masyarakat yang hendak berkunjung ke kawasan Bukittinggi dan sekitarnya.

“Untuk Malalak yang kami khawatirkan hanya longsor, alat berat disiagakan oleh Kementerian PUPR, kami selalu diskusi bersama instansi terkait,” paparnya. [ad/zfk]


Baca berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com.

Terpopuler