Ini Alasan dan Kelebihan Penerapan Teknologi Transaksi Nirsentuh MLFF di Jalan Tol

Penulis: Redaksi

Nusa Dua, Padangkita.com – Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Triono Junoasmono mengungkap alasan dan kelebihan teknologi transaksi nirsentuh tanpa kartu di Jalan Tol atau Multi Lane Free Flow (MLFF).

Penerapan teknologi tersebut merupakan bentuk inovasi dan transformasi digital di jalan tol dengan konsep intelligent toll road system (ITRS) yang mengacu pada Teknologi Toll Road 4.0.

Triono menyebutkan, perangkat yang digunakan pada transaksi nirsentuh MLFF berupa Electronic On-Board Unit atau dikenal dengan E-OBU

Dengan sistem tersebut, kata Triono, pengguna jalan tol akan memiliki user experience yang semakin baik, memperoleh efisiensi biaya operasi dan juga mengurangi konsumsi bahan bakar kendaraan. Diketahui, salah satu mitigasi perubahan iklim adalah mengurangi konsumsi bahan bakar berbasis fosil seperti BBM.

“Selain memudahkan pengguna jalan karena bayar tol tanpa hambatan, informatif, aman, nyaman dan berkelanjutan dan juga dapat meningkatkan efisiensi pendapatan tol bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), serta mengurangi tingkat kemacetan pada jam-jam padat. Dengan sistem tersebut, pengguna jalan tol akan semakin lebih nyaman dalam melakukan perjalanan,” ungkap Triono dalam Talk show ‘Digitalization In Toll Road Ecosystem’, pada Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) yang diselenggarakan Bank Indonesia di Nusa Dua, Bali, Senin (11/7/2022).

Mengutip data Worldbank tahun 2019, Indonesia rugi USD4 miliar atau sebesar Rp56 triliun akibat kemacetan. Kemudian berdasarkan data Roatex MLFF Feasibility study tahun 2020, kerugian akibat antrean di Gerbang Tol diperkirakan mencapai USD300 juta atau sebesar Rp4,4 triliun per tahun.

Triono menjelaskan, penggunaan teknologi MLFF di jalan tol tidak menghilangkan peranan bank dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terkait kegiatan transaksi pengumpulan tol dan pengusahaan jalan tol. Adanya sistem MLFF membuat sistem transaksi tol menjadi terintegrasi dalam aplikasi transaksi di jalan tol.

“Harapan kita ke depan dalam pelaksanaan transaksi digital di jalan tol seluruhnya dapat berbasis digital payment mulai dari bayar tol, membeli makan dan keperluan di rest area yang hanya menggunakan satu smartphone untuk semua transaksi,” ujarnya.

BPJT Kementerian PUPR juga memiliki aplikasi “BPJT INFO” berbasis mobile smartphone yang memiliki bermacam fitur pendukung teman perjalanan berkendara. Pada aplikasi yang dapat diunduh oleh pengguna Android (Playstore) maupun iOS (App Store) tersedia informasi seputar estimasi tarif tol dari asal perjalanan hingga ke tujuan.

Baca juga: Lewat Aplikasi Cantas, BPJT Target Semua Jalan Tol telah Transaksi Nirsentuh Tahun 2023

Selain itu, aplikasi BPJT INFO mencakup informasi seputar rest area dan layanannya, informasi CCTV di jalan tol untuk memantau lalu lintas secara real time, update informasi dan pemberitaan jalan tol, layanan call center 24 jam, dan juga terkoneksi dengan aplikasi info tol Badan Usaha Jalan Tol. [*/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist