Imbas Pandemi Covid-19, Jumlah Masyarakat Sumbar yang Daftar Haji Turun Jadi 8.000 Orang

Padang, Padangkita.com – Jumlah masyarakat Sumatra Barat (Sumbar) mendaftar untuk ibadah haji mengalami penurunan selama masa pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sumbar, Joben mengatakan setidaknya 14.000 orang mendaftar pemberangkatan haji setiap tahunnya sebelum pandemi.

“Namun, setelah pandemi melanda, yang daftar untuk haji di Sumbar 8.000 orang setiap tahunnya,” ujarnya saat dihubungi Padangkita.com via telepon, Selasa (23/11/2021).

Dia menuturkan penyebab turunnya jumlah masyarakat Sumbar untuk mendaftar berangkat haji tak terlepas dari dampak pagebluk Covid-19.

“Penyebabnya, yang pertama, bisa jadi karena Covid-19 ini ekonomi orang jadi turun. Kedua, animo masyarakat untuk berangkat haji juga berkurang karena Covid-19. Menurut mereka ini, biarlah Covid-19 ini berlalu dulu, baru setelah itu mendaftar,” jelasnya.

Joben mengemukakan, akibat pandemi Covid-19 pula, masa tunggu calon jemaah haji di Sumbar untuk berangkat haji bertambah lama, yakni mencapai 22 tahun.

“Pada 2020 dan 2021, kan ada pembatalan pemberangkatan calon jemaah haji akibat Covid-19. Makanya daftar tunggu juga bertambah,” sebutnya.

Sementara itu, jumlah calon jemaah haji dari Sumbar yang terdaftar untuk berangkat sudah 99.000 orang. Sementara kuota calon jemaah haji di Sumbar yaitu 4.613 orang.

Joben pun optimistis penyelenggaraan ibadah haji kembali dibuka tahun depan mengingat pemerintah Arab Saudi telah membuka pintu bagi jemaah umrah dari Indonesia.

Baca juga: Daftar Tunggu Haji di Sumbar Capai 22 Tahun, Jemaah Terdaftar Sudah 99.000 Orang

“Karena memang pandemi sudah melandai baik di Indonesia maupun di Arab Saudi. Jadi, mohon doanya. Harap bersabar. Mudah-mudahan umrah dibuka kembali, jemaah haji bisa diberangkatkan pada 2022,” sampainya. [fru/pkt]

 

Terpopuler

Add New Playlist