Haru di Hari Bidan Nasional, 3 Bidan di Sumbar Meninggal karena Covid-19, 40 Lainnya Masih Jalani Perawatan

Padang, Padangkita.com – Suasana duka masih menyelimuti Pengurus Daerah (PD) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sumatra Barat (Sumbar) di Hari Bidan Nasional 2021 yang bertepatan pada hari ini, Kamis (24/6/2021).

Bagaimana tidak. Tiga bidan di Sumbar baru-baru ini meninggal dunia karena terjangkit Covid-19.

“Ini berdasarkan data yang saya terima tadi malam. Sepanjang pandemi, ada 423 bidan di Sumbar terpapar Covid-19. Dari jumlah itu, tiga orang meninggal dunia,” ujar Ketua PD IBI Sumbar, Hasnawati saat ditemui Padangkita.com di ruangannya di Kantor PB IBI Sumbar, Kota Padang, Kamis (24/6/2021).

Dia menuturkan tiga orang yang meninggal dunia tersebut berstatus sebagai pegawai negeri sipil dan masing-masing berdinas di Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Tiga bidan tersebut meninggal dalam waktu yang berdekatan. Mereka secara berturut-turut meninggal pada 24 Mei 2021, 6 Juni 2021, dan 7 Juni 2021.

“Kita terenyuh juga karena mereka meninggal dalam waktu yang dekat. Karena juga pada Mei dan Juni ini kan Sumbar ada lonjakan kasus juga,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, PD IBI Sumbar pun mengucapkan belasungkawa.

“Kami mengucapkan belasungkawa atas gugurnya tiga rekan kami. Semoga almarhumah diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan pun diberi kesabaran,” ucapnya.

Hasnawati juga mengatakan, dari ratusan bidan yang terpapar Covid-19 di Sumbar, 40 orang di antaranya saat ini masih menjalani perawatan. Selebihnya sudah dinyatakan sembuh.

“Dari 40 orang yang masih menjalani perawatan saat ini, enam orang dirawat di rumah sakit karena bergejala, sedangkan 34 orang isolasi mandiri karena termasuk orang tanpa gejala,” ungkapnya.

Dia menambahkan ratusan bidan di Sumbar tersebut terpapar Covid-19 dalam menjalankan tugas. Rata-rata umur mereka 35 sampai 55 tahun.

“Kebanyakan bidan kita yang terpapar itu di Kota Padang dan Tanah Datar. Di Kota Padang, ada 65 orang yang terpapar. Sedangkan di Tanah Datar ada 47 orang. Ini data sejak pandemi,” sebutnya.

Hasnawati juga menjelaskan ratusan bidan tersebut terpapar Covid-19 karena berinteraksi dengan masyarakat saat memberikan pelayanan.

“Kita kan sudah menerapkan protokol kesehatan. Tapi karena asyik bertugas atau karena tergesa-gesa kadang lupa untuk melepas alat pelindung diri dengan benar dan aman. Jadi, buka masker pun juga haru sada aturannya,” ujarnya lagi.

Selain itu, banyaknya bidan di Sumbar yang terpapar Covid-19 juga disebabkan karena adanya masyarakat yang tidak jujur dalam memberikan informasi saat datang ke tempat pelayanan kesehatan.

Banyak masyarakat yang tidak mau mengaku bahwa mereka memiliki riwayat kontak atau riwayat perjalanan dari daerah dengan risiko tinggi penyebaran Covid-19.

Padahal, kata Hasnawati pula, sebelum bersalin, ibu hamil harus mengantongi surat bebas Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab.

“Inilah yang menjadi masalah. Tidak semua masyarakat mau di-swab. Ibu hamil ujug-ujug datang ke tempat bidan. Mau ditolak, sementara anaknya mau keluar. Jadi, kita dilema juga,” sampainya.

Oleh karena itu, di Hari Bidang Nasional tahun ini, PD IBI Sumbar mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol yang ada saat mengakses layanan kesehatan. Hal tersebut guna kepentingan bersama agar tidak ada bidan lagi yang terpapar Covid-19 saat memberikan layanan.

Sementara itu, untuk bidan, Hasnawati berpesan agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Untuk membentengi bidan di Sumbar dari Covid-19, pihaknya juga menggencarkan program vaksinasi.

Hingga saat ini, sudah 8.869 dari 9.107 bidan di Sumbar yang telah menjalankan vaksinasi Covid-19. [fru]

Terpopuler

No Content Available

Add New Playlist