Harta Kekayaan 40 Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Sumbar, Siapa Paling Tajir dan Siapa Paling “Miskin”?

Berita Kota Padang dan Berita Sumbar terbaru: Harta kekayaan kepala daerah dan wakil kepala daerah di Sumbar berdasarkan data KPK

Padang, Padangkita.com – Semua kepala daerah di Sumatra Barat (Sumbar) telah melaporkan harta kekayaan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lantas, berapa harta kekayaan 20 orang Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Sumbar? Berikut, data yang dihimpun padangkita.com dari e-lhkpn.kpk.go.id.

Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Tahun 2019, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memiliki total harta kekayaan sebesar Rp12,04 miliar.

Baca Juga

Harta ini terdiri dari tanah dan bangunan yang tersebar di 22 lokasi, mulai dari Padang, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bogor, Depok, Cianjur, sampai Bekasi.

Selain itu, Irwan Prayitno juga melaporkan punya satu mobil Toyota Jeep seharga Rp504,7 juta dan harga bergerak lainnya. Kemudian, surat berharga senilai Rp10 miliar, kas dan setara kas senilai Rp765,91 juta. Irwan Prayitno juga melaporkan memiliki utang sebesar Rp4,9 miliar.

Sedangkan Wagub Sumbar Nasrul Abit, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp8,311 miliar. Harta kekayaan mantan Bupati Pesisir Selatan dua periode ini meliputi tanah dan bangunan yang tersebar di 6 lokasi di Pesisir Selatan, Padang, dan Bandar Lampung.

Baca juga: Pilkada Pasaman Barat, Ini Nomor Urut Lima Pasangan Calon

Selain itu, Nasrul Abit juga memiliki 1 unit mobil Toyota Fortuner tahun 2017 senilai Rp320 juta dan harga bergerak lainnya senilai Rp89 juta. Kemudian, kas dan setara kas senilai Rp32,7 juta dan utang sebesar Rp155 juta.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah memiliki total kekayaan mencapai Rp3,35 miliar dengan harta tak bergerak seperti tanah dan bangunan yang tersebar di Kota Padang senilai Rp2,47 miliar. Selain itu, dia juga memiliki kendaraan berupa mobil Kijang Innova, motor Honda Beat, dan motor Honda X1B02N040 A/T dengan total nilai Rp167 juta.

Mahyeldi juga memiliki harta kekayaan lain senilai Rp798 juta, kas dan setara kas Rp317 juta, serta harta lainnya Rp25 juta. Wali Kota Padang dua periode tersebut juga memiliki utang sebanyak Rp403 juta.

Sedangkan Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa, per Desember 2019,memiliki total harta kekayaan sebesar Rp2,37 miliar. Terdiri dan bangunan di 9 lokasi yang tersebar di Pasaman dan Padang.

Kemudian, Hendri Septa punya mobil jenis Mitsubishi Pajero Sport 2.4 L Dakar (4 x 4) seharga Rp560 juta, mobil Nissan Juke 1.5 (4 x 2 AT) seharga Rp150 juta, harta bergerak lainnya senilai Rp14,5 juta, serta kas dan setara kas senilai Rp42,29 juta.

Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, per Desember 2019, memiliki total harta kekayaan mencapai Rp5,37 miliar. Dia memiliki kekayaan tak bergerak dengan nilai Rp4,6 miliar dan kendaraan seperti mobil Honda Freed, Nissan Terrano mencapai nilai Rp215 juta dan harta bergerak lainnya Rp448 juta. Kemudian kas dan setara kas Rp107 juta.

Sedangkan Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, per Desember 2019, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp2,93 miliar. Terdiri dari empat titik tanah dan bangunan di Padang Pariaman dan Kota Bintan senilai Rp958,25 juta. Kemudian, dua sepeda motor senilai Rp18 juta, harta bergerak lainnya sebesar Rp124,12 juta, kas dan setara kas senilai Rp1,83 miliar.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pariaman

Wali Kota Pariaman Genius Umar memiliki total kekayaan Rp6,449 miliar. Kekayaan tak bergeraknya mencapai Rp6,169 miliar. Ia juga memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp307 miliar yang terdiri dari Toyota Fortuner, Honda Sepeda Motor dan harta bergerak lainnya senilai Rp112 juta. Ia memiliki kas dan setara kas senilai Rp351 juta dan utang Rp490 juta.

Sedangkan Wakil Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin per Desember 2019, memiliki total harta keyaan sebesar Rp4,86 miliar. Meliputi tanah dan bangunan pada tiga titik di Kota Pariaman sebesar Rp4 miliar, dua motor senilai Rp31 juta, harta bergerak lainnya senilai Rp82,5 juta, kas dan setara kas senilai Rp750 juta,

Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, per Desember 2019, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp3,59 miliar. Terdiri dari 2 tanah dan bangunan di Tangerang Selatan dan Pesisir Selatan senilai Rp2,75 miliar.

Kemudian, Ketua Partai Nasdem Sumbar ini juga punya 3 mobil terdiri dari Honda CRV 2005, Honda CRV 2007, dan Honda Jazz Minibus yang totalnya senilai Rp470 juta. Selain itu, Hendrajoni punya harta bergerak lainnya sebesar Rp11 juta, kas dan setara kas senilai Rp428,2 juta, dan utang Rp66 juta.

Sedangkan Wakil Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar, per Desember 2019, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp1,30 miliar. Terdiri dari dua tanah dan bangunan di Pesisir Selatan senilai Rp462,16 juta, mobil Toyota Yaris Minibus senilai Rp180 juta, harta bergerak lainnya senilai Rp588,6 juta, serta kas dan setara kas senilai Rp73,42 juta.

Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Mentawai

Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan kepada KPK tahun 2018, Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp2,46 miliar. Terdiri dari dari tanah dan bangunan pada 9 titik yang tersebar di Padang dan Kepulauan Mentawai.

Selain itu, kader PDI-Perjuangan ini juga memiliki dua mobil jenis Suzuki Katana Jeep dan Kijang Innova, serta dua motor senilai Rp259 juta, harta bergerak lainnya sebesar Rp61,2 juta, kas dan setara kas sebesar Rp660,69 juta, serta sebesar Rp349,60 juta.

Sedangkan Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake dalam LHKPN Tahun 2018, melaporkan total harta kekayaannya sebesar Rp3,50 miliar. Terdiri dari 10 titik tanah dan bangunan di Padang dan Mentawai senilai Rp2,95 miliar.

Kemudian, Kortanius Sabeleake juga memiliki 6 sepeda motor dan 1 mobil senilai Rp100 juta, harta bergerak lainya sebesar Rp395 juta, kas dan setara kas sebesar Rp77,90 juta, dan utang sebesar Rp15,2 juta.

Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar

Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi sebelum meninggal dunia, tepatnya pada Desember 2018 silam, melaporkan total harta kekayanya kepada KPK sebesar Rp2,02 miliar. Terdiri dari tanah dan bangunan di Padang dan Pesisir Selatan sebesar Rp1,27 miliar, mobil Toyota Kijang Innova seharga Rp150 juta, harta bergerak lainnya senilai Rp359,97 juta, kas dan setara kas senilai R337,51 juta, dan utang sebesar Rp89,28 juta.

Sedangkan Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma yang kini menjadi Plt Bupati, per 31 Desember 2018, melaporkan total harta kekayaannya sebesar Rp3,076 miliar. Terdiri dari tanah dan bangunan pada 5 titik di Tanah Datar.

Kemudian, mobil Mitsubishi Strada dan Toyota Camry senilai Rp450 juta, harta bergerak lainnya sebesar Rp565 juta, kas dan setara kas sebesar Rp711,88 juta.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang Panjang

Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran yang merupakan kepala daerah termuda di Sumatra Barat, per Desember 2019, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp77,99 miliar. Terdiri dari 2 lokasi tanah dan bangunan di Kota Padang senilai Rp77,76 miliar. Kemudian, mobil Mitsubishi Pajero dan Toyota Avanza senilai Rp560 juta, kas dan setara kas sebesar Rp1,74 juta, dan utang sebesar Rp325,01 juta.

Sedangkan Wakil Wali Kota Padang Panjang Asrul, per 31 Desember 2019, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp1,23 miliar. Terdiri dari 1 tanah dan bangunan di Padang Panjang senilai Rp1 miliar, mobil Toyota Innova senilai Rp120 juta, harta bergerak lainnya sebesar Rp13,2 juta, dan utang sebesar Rp173 juta.

Bupati dan Wakil Bupati Solok

Bupati Solok Gusmal yang sudah dua periode terpisah menjabat kepala daerah, pada tahun 2019 lalu, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp7,95 miliar. Terdiri dari tanah dan bangunan pada 6 titik di Kota Padang dan Solok senilai Rp5,82 miliar. Kemudian, mobil Toyota Camry dan Kijang Super seharga Rp93 juta, harta bergerak lainnya senilai Rp502 juta, kas dan setara kas sebesar Rp2,78 miliar, dan utang Rp1,25 miliar.

Sedangkan Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin, per Desember 2018, memiliki total kekayaan sebesar Rp2,29 miliar. Terdiri dari tanah dan bangunan di Solok senilai Rp2 miliar, mobil Suzuki Ertiga dan motor Kawasaki KLX seharga Rp217 juta, dan harta bergerak lainnya sebesar Rp73,5 juta.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solok

Wali Kota Solok Zul Elfian Dt Tianso, per Desember 2018, melaporkan harta kekayaanya ke KPK sebesar Rp554,58 juta. Terdiri dari dua tanah dan bangunan senilai Rp625 juta di Solok. Kemudian, mobil Toyota Vios Sedan dan motor Yamaha Mio seharga Rp74,5 juta, harta bergerak lainya sebesar Rp80,5 juta, kas dan setara kas sebesar Rp69,58 juta, dan hutang sebesar Rp295 juta.

Sedangkan Wakil Wali Kota Solok Reinier, per Desember 2019, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp1,57 miliar. Terdiri dari empat titik tanah di Kota Padang senilai Rp1,9 miliar. Kemudian, mobil Toyota Kijang Innova, mobil Avanza, dan sepeda motor seharga Rp288 juta, harta bergerak lainnya sebesar Rp10 juta, kas dan setara kas sebesar Rp12,25 juta, harta lainnya sebesar Rp50 juta, dan utang sebesar Rp687,49 juta.

Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan

Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria, sebelum ditahan KPK, tepatnya 31 Desember 2018, memiliki total kekayaan sebesar Rp4,74 miliar. Terdiri dari tanah dan bangunan seharga Rp3,86 miliar pada 6 lokasi di Padang, Jakarta Selatan, Bandung, dan Solok Selatan.

Kemudian, Muzni Zakaria yang terakhir tercatat sebagai kader Partai Gerindra, memiliki mobil Toyota Fortuner seharga Rp235 juta. Lalu, dia juga punya harta bergerak lainnya sebesar Rp615 juta, kas dan setara kas seharga Rp153,6 juta, dan utang Rp120 juta.

Sedangkan Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman yang kini menggantikan tugas Muzni Zakaria, per Desember 2018, melaporkan harta kekayaanya ke KPK sebesar Rp733,14 juta. Terdiri dari tanah dan bangunan pada dua lokasi di Solok Selatan seharga Rp850 juta.

Kemudian, Abdul Rahman dalam laporannya, tidak memiliki alat transportasi dan mesin ataupun harta bergerak lainnya. Tapi, dia punya kas dan setara kas sebesar Rp80,67 juta dan utang sebesar Rp197,53 juta.

Bupati dan Wakil Bupati Sijunjung

Bupati Sijunjung Yuswir Arifin Dt Indo Marajo, per akhir Desember 2019, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp2,69 miliar. Terdiri dari empat titik tanah dan bangunan di Sijunjung dan Padang senilai Rp957,82 juta. Kemudian, mobil Honda Brio Minibus 2013 dan mobil Toyota Land Cruiser Pado 2008 senilai Rp211,97 miliar, harta bergerak lainnya sebesar Rp60 juta, serta kas dan setara kas senilai Rp1,46 miliar.

Sedangkan Wakil Bupati Sijunjung Arrival Boy, per akhir Desember 2019, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp7,97 miliar. Terdiri dari 12 titik tanah dan bangunan yang tersebar di Bogor, Tebo, Jambi, Sarolangun, Kampar, dan Pekanbaru, dengan total nilai Rp5,39 miliar.

Kemudian, Arrival Boy juga punya mobil Mitsubishi Pajero 2012, mobil Ford Escape Minibus 2009, motor Kawasaki, motor Yamaha Mio, dan motor Honda Beat dengan total nilai Rp433 juta. Selain itu, dia juga punya harta bergerak lainnya sebesar Rp1,47 miliar, serta kas dan setara kas sebesar Rp669,30 juta.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sawahlunto

Wali Kota Sawahlunto Deri Asta, per akhir Desember 2018, melaporkan total harta kekayaannya kepada KPK sebesar Rp5,72 miliar. Terdiri dari tanah dan bangunan pada dua titik di Sawahlunto dan Pekanbaru seharga Rp4,38 miliar. Kemudian, mobil Mitsubishi Colt Diesel, mobil Honda Jazz minibus, dan motor honda Scoopy dengan total harga ketiganya Rp417,1 juta.

Selain itu, Deri Asta memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp235,51 miliar. Kemudian, surat berharga senilai Rp1,4 miliar, kas dan setara kas senilai Rp199,49 juta, dan utang sebesar Rp914,5 juta.

Sedangkan Wakil Wali Kota Sawahlunto Zohirin Sayuti, per Desember 2019, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp1,44 miliar. Terdiri dari tanah dan bangunan pada tiga lokasi di Sawahlunto senilai Rp1,44 miliar. Kemudian, mobil Toyota Avanza senilai Rp98 juta, harta bergerak lainnya senilai Rp53,5 juta, kas dan setara kas senilai Rp164,28 juta, harta lainnya sebesar Rp225 juta, dan utang sebesar Rp544,16 juta.

Bupati dan Wakil Bupati Dharmasraya

Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, per akhir Desember 2019, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp12,51 miliar. Terdiri dari tanah dan bangunan pada 10 titik di Dharmasraya senilai Rp12,47 miliar. Kemudian, mobil Honda Accord Sedan, mobil Mitsubishi Pajero Jeep, dan mobil Honda Odyssey dengan total harga ketiganya Rp670 juta.

Selain itu, Bupati Sutan Riska yang juga salah satu pewaris Kerajaan di Dharmasraya, memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp1,26 miliar. Kemudian, kas dan setara kas senilai Rp100,52 juta. Serta utang sebesar Rp2 miliar.

Baca juga: Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dan Dirut RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi Dilaporkan Positif Corona

Sedangkan Wakil Bupati Dharmasraya Amrizal Datuak Rajo Medan, per akhir Desember 2019, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp15,81 miliar. Terdiri dari tanah pada 6 titik di Dharmasraya senilai Rp9,13 miliar. Kemudian, mobil Toyota Alphard, motor Yamaha dan 2 unit ekskavator dengan total nilai keselurahan Rp1,37 miliar.

Selain itu, Amrizal juga punya harta bergerak lainnya sebesar Rp6,17 miliar. Kemudian, kas dan setara kas sebesar Rp95,84 juta, dan utang sebesar Rp961,93 juta.

Bupati dan Wakil Bupati Agam

Bupati Agam Indra Catri Datuak Malako Nan Putiah, per akhir Desember 2018, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp2,93 miliar. Terdiri dari tanah dan bangunan pada 6 titik di Kota Padang senilai Rp2,95 miliar.

Kemudian, empat mobil jenis VW Combi Monibus 1975, VW Combi Monibus 1973, Toyota Avanza 2016, Kijang Innova 2018 dengan total harga keempatnya sebesar Rp470 juta.

Selain itu, Indra Catri yang kini maju jadi Cawagub Sumbar, memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp60 juta, kas dan setara kas senilai Rp95,55 juta, dan utang sebesar Rp643,79 juta.

Sedangkan Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria, per akhir Desember 2019, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp2,01 miliar. Terdiri dari tanah dan bangunan pada tiga titik di Kota Padang seharga Rp610 juta.

Kemudian, mobil Toyota Innova dan sepeda motor dengan harga keduanya Rp117 juta. Selain itu, Trinda punya harta bergerak lainya sebesar Rp4,05 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp1,27 miliar.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, per Desember 2018, melaporkan total harta kekayaan kepada KPK sebesar Rp25,32 miliar. Terdiri dari 10 titik tanah dan bangunan di Bukittinggi dan Jakarta dengan nilai Rp11,62 miliar. Kemudian, mobil Mercedes Benz 2015, mobil Mercedes Benz 2011, mobil Mitsubishi All New Pajero 2016, dan mobil Toyota Hard Top Jeep 1982 dengan total nilai keempatnya sebesar Rp2,12 miliar.

Selain itu, Ramlan Nurmatias Datuak Nan Basa punya harta bergerak lainnya sebesar Rp11,96 miliar, kas dan setara kas sebesar Rp1,86 miliar, serta harta lainnya sebesar Rp2,75 miliar. Selain harta yang banyaknya Rp30,32 miliar ini, Ramlan punya utang sebesar Rp5 miliar.

Sedangkan Wakil Wali Kota Bukittinggi Irwandi Datuak Batujuah, per Desember 2019, melaporkan total harta kekayaan kepada KPK sebesar Rp2,09 miliar. Terdiri dari tanah dan bangunan pada empat titik di Payakumbuh senilai Rp385,87 miliar. Kemudian, motor Honda CBR senilai Rp20 juta dan harta bergerak lainnya sebesar Rp937,5 juta. Selain itu, mantan Sekdako Payakumbuh ini punya kas dan setara kas sebesar Rp747,98 miliar.

Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, per akhir Desember 2019, memiliki total kekayaan sebesar Rp1,71 miliar. Terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp350 juta di Limapuluh Kota. Kemudian, 1 mobil Kijang Innova senilai Rp200 juta, surat berharga senilai Rp140 juta, kas dan setara kas senilai Rp1,038 miliar, harta lainnya sebesar Rp1,72 miliar, dan utang Rp17 juta.

Sedangkan Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, harta kekayaannya dalam LHKPN Tahun 2019, dilaporkan minus sebesar Rp121,71 juta. Ferizal dalam laporanya tidak punya tanah dan bangunan, alat transportasi, harta bergerak, surat berharga, kas dan setara kas, ataupun harta lainnya.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Payakumbuh

Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi, per Desember 2019, melaporkan total harta kekayaannya sebesar Rp14,58 miliar. Terdiri dari tanah dan bangunan di Payakumbuh senilai Rp270 juta, mobil Honda Jazz Tahun 2012 senilai Rp135 juta, harta bergerak lainnya sebesar Rp47,5 juta, surat berharga senilai Rp14 miliar, serta kas dan setara kas lainya sebesar Rp129,97 juta.

Sedangkan Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz, per Desember 2018, melaporkan total harta kekayannya sebesar Rp1,78 miliar. Terdiri dari tanah dan bangunan di Sidoarjo senilai Rp1,2 miliar. Kemudian, mobil Toyota Jeep dan Toyota Avanza sebesar Rp395,35 juta, harta bergerak lainnya Rp42 juta, serta kas dan setara kas senilai Rp145,36 juta.

Bupati dan Wakil Bupati Pasaman

Bupati Pasaman Yusuf Lubis per akhir Desember 2018, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp2,04 miliar. Terdiri dari tanah dan bangunan pada tiga lokasi di Pasaman, Bukittinggi, dan Padang senilai Rp623 juta. Kemudian, mobil Toyota Altis Sedan dan mobil Toyota Kijang Minibus seharga Rp325 juta, harta bergerak lainnya Rp25,26 juta, serta kas dan setara kas senilai Rp1,47 miliar, dan utang sebesar Rp400 juta.

Baca juga: Soal Usulan Sumatra Barat Diganti Minangkabau, Ini Kata Gubernur Irwan Prayitno

Sedangkan Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama per akhir Desember 2018, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp1,25 miliar. Terdiri dari tanah dan bangunan di Padang senilai Rp925 juta, mobil Toyota Rush seharga Rp160 juta, harta bergerak lainnya sebesar Rp53 juta, serta kas dan setara kas senilai Rp621,87 juta, harta lainnya Rp64 juta, dan hutang Rp572,56 miliar.

Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat

Bupati Pasaman Barat Yulianto menggantikan Syahiran yang meninggal dunia pada 3 Agustus 2019, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp5,59 miliar. Itu dilaporkan Yulianto kepada KPK per akhir Desember 2019.

Harta Yulianto itu terdiri dari tanah dan bangunan pada 10 titik di Pasaman Barat senilai Rp5,48 miliar. Kemudian, mobil Toyota Kijang Innova Minibus dan motor Yamaha Mio senilai Rp85 juta, harta bergerak lainnya senilai Rp4 juta, kas dan setara kas senilai Rp194,89 juta, dan utang sebesar Rp171,39 juta.

Sementara, pendahulu Yulianto, yakni mendiang Syahiran, sebelum meninggal dunia, atau akhir Desember 2018, melaporkan total harta kekayaan kepad KPK sebesar Rp2,20 miliar. Dengan rincian terbanyak, berupa tanah dan bangunan pada 10 titik di Pasaman Barat. [gse/pkt]


Baca berita Padang terbaru dan berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist