Berita

Gubernur Mahyeldi Turun ke Lokasi Longsor di Agam, Begini Kondisi Pascabencana  

×

Gubernur Mahyeldi Turun ke Lokasi Longsor di Agam, Begini Kondisi Pascabencana  

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah ketika meninjau lokasi longsor di Agam. [Foto: Dok. Biro Adpim Sumbar]

Lubuk Basung, Padangkita.com – Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah kembali meninjau daerah terdampak bencana bersama Plt. Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kali ini daerah yang menjadi objek kunjungan adalah Jorong Pantas, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjuang Raya, Kabupaten Agam. Sebelumnya daerah ini, mengalami bencana alam banjir dan tanah longsor akibat tingginya curah hujan sejak Kamis malam (13/7/2023) hingga Jumat (14/7/2023).

“Khusus di daerah Tanjuang Raya ini, akibat hujan deras kemarin telah menyebabkan terjadinya 37 titik longsoran dengan skala besar dan kecil, di antaranya, ada yang tinggi timbunan material longsoran mencapai 4 meter,” ungkap Gubernur Mahyeldi saat melakukan peninjauan, Minggu (16/7/2023).

Sedangkan untuk dampak yang ditimbulkan, menurut Mahyeldi, berdasarkan laporan yang diterimanya dari petugas lapangan, selain menlanda lahan pertanian masyarakat, material longsoran juga menimbun beberapa bangunan rumah warga dan gedung sekolah.

“Selain berdampak fisik, bencana tanah longsor juga menyebabkan 2 warga meninggal dunia,” kata Gubernur Mahyeldi.

Kedua korban meninggal dunia, diketahui pasangan suami istri (pasutri) bernama Radi Sutan Mudo, 54 tahun dan Rina, 50 tahun. Keduanya meninggal dunia, akibat rumah yang mereka huni tertimbun material longsor.

Di lokasi bencana tanah longsor tersebut, atas nama Pemprov Sumbar, Gubernur Mahyeldi menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada pihak keluarga dan masyarakat setempat atas musibah yang menimpa.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, menyampaikan duka mendalam, terutama kepada keluarga korban yang meninggal dunia, termasuk kepada seluruh warga yang terdampak,” kata Mahyeldi.

Kemudian, untuk percepatan penanganan, Gubernur Mahyeldi minta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk segera menurunkan alat berat guna membantu pembersihan material longsor.

Soal distribusi bantuan logistik, ia juga minta dipercepat dan merata, jangan sampai ada masyarakat yang telantar.

“Pembersihan material longsor dan distribusi bantuan itu harus segera, masyarakat jangan sampai telantar. Itu tugasnya BPBD dan Dinas Sosial,” tegas Gubernur Mahyeldi.

Selanjutnya, Gubernur Mahyeldi minta Pemkab Agam agar melakukan pemetaan terkait daerah mana-mana saja yang termasuk kategori daerah rawan bencana (zona merah). Jika memang diperlukan relokasi segera lakukan relokasi. Menurutnya itu penting untuk meminimalisasi risiko bencana di kemudian hari.

Sebelum mengunjungi lokasi bencana longsor tersebut, Gubernur Mahyeldi menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak di Pos Komando Bencana Alam di Taman Muko Muko, Kecamatan Tanjung Raya.

Bantuan yang diserahkan itu berupa logistik tanggap darurat, yakni mi instan cup 30 dus, air mineral gelas 30 dus, kopi 10 kg, teh 10 boks dan gula 20 kg.

Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian dalam kesempatan tersebut juga menyerahkan beberapa bantuan untuk korban terdampak bencana longsor di Agam melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Agam.

Adapun rinciani bantuan yang disalurkan berupa perahu karet 2 unit, genset 10 unit, selimut 500 lembar, matras 500 lembar dan sembako 200 paket. Selain itu, juga ada bantuan uang tunai sebesar Rp250 juta untuk dukungan operasional penanganan tanggap dararut bencana banjir dan longsor di Kabupaten Agam.

“Semoga batuan ini dapat membantu meringankan beban saudara kita yang tertimpa musibah,” ujar Rustian.

Rustian juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada saat musim hujan, karena musibah atau bencana alam seperti ini tidak bisa diprediksi kapan atau di mana akan terjadinya.

“Kita semua harus tetap waspada dan berhati-hati dalam terutama saat musim hujan seperti saat ini,” ingatnya.

Sekdakab Agam, Edi Busti menuturkan akibat bencana ini banyak permukiman dan akses jalan yang terdampak. Ada yang rusak ringan dan ada yang rusak berat. Ia mengaku, saat ini pihaknya fokus untuk membuka kembali akses jalan yang tertimbun material longsor, agar distribusi logistik dapat dimaksimalkan.

“Kami sedang melakukan pembersihan material di beberapa titik, untuk membuka kembali akses jalan yang tertimbun. Diperkirakan ini akan memakan waktu satu sampai dua hari kedepan,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, saat ini ada sebanyak 68 rumah rusak ringan, sedang dan berat. Rumah tersebut tersebar di Jorong Alai dan Jorong Muko-muko, Nagari Koto Malintang.

Kemudian, di Jorong Sigiran, Jorong Pantas dan Jorong Sungai Tampang Nagari Tanjung Sani. Sebagian besar korban bencana, saat ini telah mengungsi ke rumah-rumah sekitar yang kondisinya masih layak huni.

Edi Busti menyebut menjelang pembukaan akses jalan tuntas, pihaknya mengandalkan dua unit perahu karet untuk pendistribusian logistik bantuan kepada masyarakat setempat.

Baca juga: 2 Langkah Strategis Penanganan Bencana di Sumbar, Embung akan Dibangun di Padang

Hadir juga dalam peninjauan lokasi bencana longsor itu Kalaksa BPBD Sumbar Rudy Rinaldy, dan beberapa kepala OPD Pemprov Sumbar,  Kapolres Agam AKBP M Agus Hidayat. [*/adpsb]