Gizi Buruk, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Penulis:

Padangkita.com – Kasus gizi buruk yang menimpa Habil (7) warga RT 03 RW 04 Kelurahan Banuaran Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang bukanlah masalah baru yang dihadapi pemerintah kota Padang. Pada tahun 2017, Dinas Kesehatan Kota Padang menyatakan terdapat 61 kasus penderita gizi buruk.

Dalam dunia medis. gizi buruk dikenal dengan sebutan kwashiorkor. Ini merupakan salah satu bentuk malnutrisi. Malnutrisi adalah kesalahan dalam pemberian nutrisi baik berupa kekurangan maupun kelebihan nutrisi itu sendiri.

Dilansir dari klikdokter, Kwashiorkor bisa dikatakan sebagai kondisi tubuh seseorang yang mengalami kekurangan asupan yang mengandung energi dan protein. Protein dibutuhkan tubuh dalam proses memperbaiki sel-sel yang rusak dan pembentukan sel-sel baru.

Gizi buruk ini umumnya terjadi di kawasan negara-negara berkembang dan menyerang anak-anak. Lebih dari 54 persen balita meninggal dunia akibat gizi buruk berdasarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Risiko kematian anak dengan gizi buruk 13 kali lebih besar dibandingkan dengan anak normal.

Penyebab utama dari gizi buruk adalah kurangnya balita atau anak-anak dalam memperoleh makanan dengan kandungan energi dan protein yang cukup. Hal ini dikaitkan dengan tingkat ekonomi masyarakat. Selain itu kurangnya pengetahuan orang tua akan pentingnya nutrisi bagi tumbuh kembang anak.

Gizi buruk tidak terjadi secara langsung, kondisi ini berlangsung secara bertahap. Oleh karenanya, gizi buruk sebenarnya dapat diatasi jika ada pemahaman soal hal tersebut.

Untuk mencegah terjadinya gizi buruk atau kwashiorkor pada anak, berikanlah makanan dengan gizi yang seimbang. Cukupi kebutuhan karbohidrat, lemak dan proteinnya. Sumber protein yang bernilai tinggi bisa didapatkan dari produk hewani seperti susu, keju, daging, telur, dan ikan.

Ada pun Gejala dari gizi buruk pada anak adalah:

  • Pucat, kurus, perut cembung, dan kehilangan massa otot pada keempat anggota geraknya
  • Anak terlihat sering gelisah
  • Terjadi gangguan pertumbuhan meliputi berat badan dan tinggi badan
  • Rambutnya menjadi mudah tercabut, tampak kusam, kering, dan sering terjadi perubahan warna
  • Dapat pula terjadi perubahan pada kulit, kulit menjadi bersisik, terdapat bercak-bercak putih dan merah muda dengan tepi kehitaman
  • Anak juga akan menderita anemia akibat kekurangan nutrien seperti zat besi dan vitamin B kompleks.

Untuk mengatasi gizi buruk atau kwashiorkor dibutuhkan asupan nutrisi berupa kalori dan protein yang mencukupi. Namun, pemberian nutrisi tersebut harus dilakukan secara bertahap.

Pada tahap awal harus diberikan asupan kalori untuk memenuhi kebutuhan energinya tanpa melibatkan asupan protein terlebih dahulu. Jika kebutuhan kalori sudah tercukupi, barulah asupan protein bisa mulai diberikan. Pemberian protein dapat dilakukan dari kadar yang rendah yang secara bertahap terus ditambah.

Penanganan dirumah bisa dilakukan dengan mencukupkan kebutuhan gizi seimbang bagi anak. Makanan yang dikonsumsi harus lengkap mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Namun ingatlah untuk memberikannya secara perlahan dan terkontrol. Untuk tahap awal, pastikan Anda melibatkan bantuan dokter.

Terpopuler

Add New Playlist