Genset, Pompa Air, dan Mesin Cuci Jet Cleaner: Kebutuhan Mendesak Korban Banjir Lahar Dingin Sungai Batang Anai

Genset, Pompa Air, dan Mesin Cuci Jet Cleaner: Kebutuhan Mendesak Korban Banjir Lahar Dingin Sungai Batang Anai

Wakil Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UNAND, Prof. Werry Darta Taifur bersama Tim Tanggap Bencana UNAND mengunjungi beberapa titik terdampak yaitu Lasi, Pandai Sikek, dan Bukik Batabuah. [Foto: dok. Unand]

Padang Panjang, Padangkita.com - Banjir bandang lahar dingin Sungai Batang Anai akibat erupsi Gunung Marapi pada pertengahan Mei 2024 meluluhlantakkan kehidupan masyarakat.

Tak hanya merenggut nyawa dan harta benda, putusnya akses jalan nasional Padang-Padang Panjang-Bukittinggi juga melumpuhkan ekonomi warga sekitar.

Sigap merespons tragedi ini, Universitas Andalas (UNAND) mengirimkan Tim Tanggap Bencana ke lokasi bencana.

Tim yang terdiri dari dokter, perawat, tenaga kesehatan, tim teknik, dan mahasiswa Siaga Bencana UNAND ini bergerak cepat untuk membantu pemulihan dan meringankan beban masyarakat terdampak.

Wakil Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Andalas (Unand), Prof. Werry Darta Taifur, yang langsung turun ke lapangan, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas dampak bencana yang dialami masyarakat.

"Pendapatan masyarakat di sekitar lokasi bencana menurun drastis, bahkan hingga 50%," ungkap Prof. Werry berdasarkan hasil dialognya dengan pemilik usaha makan Uni Evi di Sicincin.

Oleh karena itu, Prof. Werry menegaskan pentingnya segera memulihkan akses jalan nasional untuk mendongkrak kembali perekonomian lokal.

Selain itu, ia juga menyampaikan kebutuhan mendesak masyarakat, seperti genset, pompa air, mesin cuci jet cleaner, tenda posko, kabel roll, lampu sorot LED, dan bahan bakar.

Tim Tanggap Bencana UNAND mengunjungi beberapa titik terdampak selama dua hari, yaitu Lasi, Pandai Sikek, dan Bukik Batabuah.

Tim ini bekerja tanpa lelah untuk memberikan bantuan dan pelayanan kesehatan dengan mobil klinik untuk membantu masyarakat yang mengalami luka-luka atau sakit.

Selain itu tim juga memberikan dukungan psikososial untuk membantu korban yang mengalami trauma akibat bencana.

Tim juga melakukan pembersihan fasilitas umum masjid dan pembenahan sarana umum untuk mengembalikan fungsi-fungsi vital.

"Tim melakukan studi kelayakan pengadaan air bersih untuk memastikan ketersediaan air minum yang aman bagi masyarakat, lalu menyalurkan sembako, obat-obatan, dan peralatan yang dibutuhkan selama pengungsian untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para korban," terang Prof. Werry.

Dengan berbagai upaya pemulihan dan bantuan yang diberikan, diharapkan masyarakat dapat segera bangkit dari keterpurukan akibat bencana alam ini. UNAND juga mengajak masyarakat luas untuk turut serta membantu melalui donasi atau bentuk bantuan lainnya.

Prof. Werry Darta Taifur kembali menekankan pentingnya solidaritas dan kerja sama semua pihak dalam menghadapi situasi darurat ini.

Baca Juga: Tim UNAND Ungkap Penyebab Banjir Bandang Batang Anai dan Solusi Tepat Penanggulangan

"Bersama-sama, melalui gotong royong dan kepedulian, kita dapat mempercepat proses pemulihan dan membantu masyarakat terdampak untuk kembali ke kehidupan normal," ujarnya. [*/hdp]

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Baca Juga

Universitas Andalas Kirim Tim Tanggap Bencana dan Bantuan untuk Korban di Agam dan Tanah Datar
Universitas Andalas Kirim Tim Tanggap Bencana dan Bantuan untuk Korban di Agam dan Tanah Datar
Tim UNAND Ungkap Penyebab Banjir Bandang Batang Anai dan Solusi Tepat Penanggulangan
Tim UNAND Ungkap Penyebab Banjir Bandang Batang Anai dan Solusi Tepat Penanggulangan
Universitas Andalas Kirim Tim Tanggap Bencana Bantu Korban Banjir dan Longsor Pessel
Universitas Andalas Kirim Tim Tanggap Bencana Bantu Korban Banjir dan Longsor Pessel
Gubernur Mahyeldi Buka Jambore Kader PKK Berprestasi, Bupati Epyardi Mengaku Bangga
Gubernur Mahyeldi Buka Jambore Kader PKK Berprestasi, Bupati Epyardi Mengaku Bangga
Pemkab Pessel Perbaiki Oprit Jembatan Batang Kapas dan Jembatan Tuik
Pemkab Pessel Perbaiki Oprit Jembatan Batang Kapas dan Jembatan Tuik
Padang Gencar Perangi Stunting, 1.569 Anak Terdeteksi dan Diupayakan Penanganannya
Padang Gencar Perangi Stunting, 1.569 Anak Terdeteksi dan Diupayakan Penanganannya