Genius Umar Minta Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Sumbar Dilanjutkan

Penulis: Redaksi

Pariaman, Padangkita.com – Wali Kota Pariaman Genius Umar meminta agar pembangunan jalan tol Pekanbaru-Sumatra Barat (Sumbar) yang ditangguhkan bisa kembali dilanjutkan.

Permintaan tersebut disampaikan Genius Umar saat berdialog langsung dengan Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar, Kamis (26/8/2021) siang. Kegiatan berlangsung secara daring dalam acara Roadshow Politik Kesejahteraan dengan tema ‘Gus Muhaimin Mendengar’.

Wako Genius menyatakan pembangunan jalan tol tersebut nantinya akan menguntungkan bagi Kota Pariaman dan sekitarnya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Wako Genius menyampaikan Pemko Pariaman mewajibkan program Wajar (wajib belajar) 12 tahun, dimana Pemerintah membiayai pendidikan dari SD sampai SMA/SMK.

“Pada bidang Pendidikan, kami mempunyai program Wajar (wajib belajar) 12 tahun, dimana Pemerintah membiayai pendidikan dari SD sampai SMA/SMK. Harapan lama sekolah Kota Pariaman 14,54 tahun serta rata-rata lama belajar 10,59 tahun, dengan angka melek huruf sebesar 99,58 persen,” kata Genius.

Untuk menunjukkan komitmen Pemko Pariaman di bidang Pendidikan, bukan hanya sampai tamat SMA/SMK saja, tetapi juga menggratiskan bagi warganya untuk menempuh jenjang Perguruan Tinggi (PT) dalam program Sagasaja (Satu Keluarga Satu Sarjana). Pemko Pariaman pun menguliahkan anak dari keluarga kurang mampu, pada perguruan tinggi yang ditunjuk atau bekerjasama dengan pemko.

“Saat ini, kita juga menyerahkan KIP (Kartu Indonesia Pintar), dimana kita serahkan untuk pelajar yang kurang mampu, untuk membeli buku atau sarana belajar lainya, tetapi jumlahnya terbatas, terkait keterbatasan anggaran yang kita punya, untuk itu agar KIP ini hendaknya dapat ditambah oleh Cak Imim,” tukasnya.

Untuk pembiayaan sendiri, kita berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari APBD, Baznas dan CSR Perbankan/BUMN/BUMD yang ada di Kota Pariaman.

“Setiap tahun, ada 100 orang anak yang kita kuliahkan per tahunnya sejak dimulai tahun 2018 lalu. Disituasi Pandemi saat ini, sekarang naik menjadi 200 orang, dan kita kewalahan untuk itu, karena itu, pada momen ini, kami meminta agar Gus Muhaimin bisa membantu pembiayaan untuk program Sagasaja ini,” katanya mengakhiri.

Kondisi pandemi Covid-19 ini, kata Gus Muhaimin, mengakibatkan semua anggaran tersedot untuk penanganan pandemi, dan pemerintah sudah pada level kesulitan untuk mengatur pembiayaan.

“Tentu akibat yang lebih parah adalah krisis ekonomi, mandeknya seluruh aktivitas ekonomi, apalagi ketika ada PSBB dan PPKM,” terangnya.

Belajar dari pandemi ini, Gus Muhaimin mengatakan bahwa pola pembangunan harus diubah, tidak hanya mengandalkan pemerintah atau negara saja, tetapi melibatkan semua pihak dan seluruh pemerintah daerah dan potensi yang ada.

“Pasca pandemi ini, bangsa indonesia, kita semua harus benar-benar mampu melibatkan semua kekuatan untuk bersama-sama maju, mengubah dan memperbaiki keadaan dengan cepat itu perlu keterlibatan semua kelompok strategis dalam pembangunan. Itulah yang disebut pembangunan inklusif, politik kesejahteraan yang inklusif itu yang kita dorong, ada perubahan dan tata kerja yang baru,” tuturnya.

Gus Muhaimin juga akan menyampaikan kepada pusat tentang permintaan orang nomor satu di Kota Pariaman ini, bagaimana untuk Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Sumbar, dapat diteruskan yang saat ini ditangguhkan kepada bapak Presiden, karena Jalan Tol ini sangat penting bagi Sumbar umumnya dan Kota Pariaman khususnya.

Baca Juga: Tinjau Pembangunan Tol Padang-Sicincin, Wagub Sumbar: Kita Fokus Selesaikan Administrasi Lahan di STA 4,2-6,3

“Saya juga mengapresiasi program Pemko Pariaman dibidang pendidikan, terutama Sagasaja, dimana progam ini merupakan program yang luar biasa, dan kita acungi jempol untuk pak Walikota Pariaman yang memang Genius ini,” tutupnya. [*/abe]

Terpopuler

Add New Playlist