Gara-gara Sering Ditagih Utang, Seorang Residivis di Payakumbuh Bunuh Nenek Istrinya

Berita Payakumbuh terbaru dan Berita Sumbar terbaru: Pembunuhan sadis kembali terjadi di Payakumbuh

Payakumbuh, Padangkita.com – Pembunuhan sadis kembali terjadi di Payakumbuh. Gara-gara sakit hari sering ditagih utang, seorang residivis kasus pencurian asal Kabupaten Limapuluh Kota yang sudah tiga kali keluar masuk penjara, nekat membunuh nenek istrinya sendiri.

Peristiwa biadab ini terjadi di Simpang Tigo Payobada, tepatnya pada sebuah warung di Jalan Profesor M. Yamin No 149, RT 002/ RW 002, Kelurahan Padang Tangah Payobada, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kamis malam (17/9/2020) sekitar pukul 23.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Namun pihak keluarga bersama masyarakat dan polisi baru mengetahuinya pada Jumat pagi (18/9/2020).

Baca Juga

“Benar. Pada Kamis malam (17/9/2020), terjadi kasus pembunuhan di Payobada, Payakumbuh Timur. Korban adalah perempuan berusia 78 tahun. Sedangkan pelaku adalah suami dari cucunya sendiri. Pelaku sudah ditangkap,” kata Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira didampingi Kasat Reskrim AKP M Rosidi kepada wartawan, Jumat (18/9/2020) sore.

Rosidi menjelaskan, sang nenek yang tewas dibunuh oleh suami cucunya sendiri itu bernama Ramunas. Korban diketahui meninggal pertama kali oleh menantunya bernama Marsum pada Jumat (18/9/2020) pukul 06.30 WIB.

Waktu itu, Marsum curiga karena Ramunas tidak membuka pintu warungnya dan lampu warung masih menyala. Padahal biasanya Ramunas bangun lebih awal.

Baca Juga: Polda Sumbar Gagalkan Peredaran 110 Kg Ganja Jaringan Sumut-Jakarta

Lantaran curiga Marsum kemudian masuk ke dalam warung kayu tersebut dengan melewati pintu belakang. Saat itulah, Marsum menemukan Ramunas dalam kondisi tertelentang di atas tempat tidur, dengan bekas luka akibat senjata tajam di lehernya.

Kontan saja Marsum menjadi kaget. Dia memeriksa denyut nadi Ramunas. Ternyata, mertuanya itu sudah tidak bernyawa. Polisi kemudian tidak hanya membawa jenazah Ramunas ke RSUD dr Adnaan WD untuk divisum. Namun juga langsung melakukan olah Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) dan meminta keterangan saksi-saksi.

Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi-saksi inilah, kecurigaan polisi mengarah kepada NFO alias Rian, 23 tahun, yang merupakan suami dari salah seorang cucu Ramunas.

“Dalam KTP-nya, Rian ini beralamat di Jorong Koto Harau, Nagari Batu Balang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Rian juga tercatat sebagai residivis kasus pencurian yang sudah tiga kali keluar-masuk penjara,” kata Rosidi.

Tanpa menunggu lama atau hanya dalam hitungan jam, tim operasional Satuan Reserse dan Kriminal Polres Payakumbuh langsung mengamankan Rian. Saat ditangkap, Rian sedang berada di rumah duka atau di rumah nenek istrinya di Jl. Prof M. Yamin No. 149, RT 02 RW/ 02, Kelurahan Padang Tangah Payobada, Kecamatan Payakumbuh Timur.

“Setelah diamankan di Mapolres Payakumbuh, tersangka NFO alias Rian ini baru mengakui membunuh Ramunas. Motif pelaku membunuh nenek istrinya ini karena pelaku merasa sakit hati kepada korban yang sering menagih utang. Sehingga pelaku merasa dendam kepada korban,” kata Rosidi.

Kini Rian telah diamankan di Mapolres Limapuluh Kota. Bersama dia juga disita sejum;ah barang bukti. [pkt]


Baca berita Payakumbuh terbaru dan berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com

Terpopuler