Ekspor Tenun dan Batik Indonesia Tembus 151,7 juta dollar AS

Penulis:
Ilustrasi Batik. (Foto: jackerton)

PadangKita – Nilai ekspor industri tenun dan batik Indonesia pada tahun 2016 mencapai 151,7 juta dollar AS. Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan saat ini pihaknya telah memprioritaskan 10 industri padat karya dan berorientasi ekspor, salah satunya industri kreatif.

Kemenperin mencatat, industri kreatif menyumbang sekitar Rp642 triliun atau 7,05 persen terhadap total PDB Indonesia pada tahun 2015.

“Kontribusi terbesar berasal dari sektor kuliner sebanyak 34,2 persen, Fashion 27,9 persen dan kerajinan 14,88 persen,” katanya seperti dilansir setkab.go.id, Kamis (6/4/2017).

Selain itu, industri kreatif merupakan sektor keempat terbesar dalam penyerapan tenaga kerja nasional, dengan kontribusinya mencapai 10,7 persen atau 11,8 juta orang

Menperin optimistis terhadap potensi industri tenun dan batik Nusantara karena didukung dengan kekayaan budaya Indonesia yang terus melahirkan berbagai jenis wastra dari masing-masing daerah dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Pada kesempatan tersebut, Menperin mengajak para pelaku industri fashion Tanah Air yang tergolong dalam industri kecil dan menengah (IKM) agar bergabung dan memanfaatkan program e-Smart IKM yang telah diluncurkan oleh Kemenperin pada 27 Januari 2017.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 369 sentra IKM tenun dan 101 sentra IKM batik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Berdasarkan data BPS yang diolah Direktorat Jenderal IKM Kemenperin, IKM terus meningkatkan nilai tambah di dalam negeri yang cukup signifikan setiap tahun. Hal ini terlihat dari capaian pada tahun 2016 sebesar Rp520 triliun atau meningkat 18,3 persen dibandingkan pada 2015. Sementara itu, nilai tambah IKM di tahun 2014 tahun sekitar Rp373 triliun menjadi Rp439 triliun tahun 2015 atau naik 17,6 persen.

Gati menyebutkan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya strategis untuk memacu produktivitas dan daya saing IKM nasional, antara lain melalui peningkatan kemitraan antara IKM dengan industri tekstil dalam negeri untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku, peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan mutu produk melalui bimbingan teknis dan pendampingan tenaga ahli.

Terpopuler

Add New Playlist