Dokter di Sumbar Mulai Bertumbangan, Diduga Kelelahan Layani Pasien Positif Covid-19

Padang, Padangkita.com – Jumlah dokter yang terpapar Covid-19 di Sumatra Barat (Sumbar) mencapai angka 400 orang selama masa pandemi. Tiga orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatra Barat (Sumbar) dr Pom Harry Satria mengatakan, dari 400 orang dokter yang pernah terpapar tersebut, sekitar 80 orang saat ini masih menjalani perawatan.

Puluhan dokter yang masih terpapar tersebut ada yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing dan ada yang pula yang dirawat di rumah sakit.

Mereka yang masih terpapar ini bertugas di rumah sakit di berbagai daerah di Sumbar. Mereka diduga terpapar saat menjalankan tugas dalam memberikan layanan kesehatan ke pasien.

Banyaknya jumlah dokter di Sumbar yang saat ini dirawat karena Covid-19 terjadi seiring dengan lonjakan kasus positif di provinsi itu dalam beberapa bulan terakhir.

Padang, Padangkita.com - Jumlah dokter yang terpapar Covid-19 di Sumbar mencapai angka 400 orang, tiga di antaranya meninggal dunia.
Ilustrasi. [Foto: pixabay.com]
“Yang terpapar Covid ini merupakan tenaga produktif yang selama ini memberikan pelayanan kepada pasien Covid. Penularan terjadi saat memberikan pelayanan. Mereka kelelahan karena kelebihan jam kerja. Itu tentu sangat mempengaruhi,” ujar Pom saat dihubungi Padangkita.com via telepon, Rabu (28/7/2021).

Selain adanya puluhan dokter di Sumbar yang masih menjalani perawatan karena Covid-19, ada tiga orang dokter di Sumbar yang dinyatakan meninggal dunia karena penyakit itu.

Rinciannya, satu orang meninggal pada tahun lalu, dan dua orang lagi pada tahun ini. Mereka yang meninggal ini masing-masing merupakan dokter di Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Kota Padang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman, dan RSUD Arosuka Kabupaten Solok.

Pom menerangkan banyak dokter di Sumbar yang masih terpapar Covid-19 merupakan peringatan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar.

Terpopuler