Disebut Cemari Lingkungan, Ini Tanggapan PT BSS Pasaman Barat

Penulis: Ahmad Romi
|
Editor: Zulfikar

Simpang Empat, Padangkita.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat (Pasbar) mendapat laporan bahwa salah satu perusahaan di daerah itu telah mencemari lingkungan.

Bahkan, Bupati Pasbar, Hamsuardi juga sudah mendatangi lokasi serta mengecek kebenaran laporan tersebut. Memang, ditemui ada pipa limbah salah satu perusahaan yang bocor dan mencemari sungai di sekitar sehingga menyebabkan ikan mati.

Tidak hanya itu, Bupati Hamsuardi juga menegaskan bagi perusahaan-perusahaan di Pasbar yang mencemari lingkungan, maka akan ditutup.

Hamsuardi juga sudah meminta pihak perusahaan untuk segera menyelesaikan soal pencemaran lingkungan akibat pipa limbah yang bocor itu.

Lalu, Hamsuardi juga meminta agar perusahaan meminimalisir persoalan yang terjadi, baik lingkungan ataupun konflik sosial dengan masyarakat sekitar.

Simpang Empat, Padangkita.com - Hamsuardi menegaskan perusahaan yang mencemari lingkungan atau pabrik kelapa sawit di daerahnya akan ditutup.
Limbah milik PT BSS di Simpang Tiga Alin Nagari Muaro Kiawai Kecamatan Gunung Tuleh, Senin (2/8/2021). [Foto: Dok. Diskominfo Pasbar]
Menanggapi adanya pipa limbah yang bocor dan disebut telah mencemari lingkungan, Humas PT. Berkat Sawit Sejahtera (BSS) Marjohan membenarkannya.

Menurut Marjohan, memang ada pipa limbah yang bocor pada Jumat (30/7/2021) malam. Namun, itu terjadi lantaran ketidaksengajaan.

“Tanpa kami ketahui, ada pipa limbah yang bocor dan langsung menuju sungai, sehingga menyebabkan ikan mati di sungai sekitar pabrik ini,” ujar Marjohan kepada Padangkita.com, Selasa (3/8/2021).

Kemudian, kata Marjohan, pihak perusahaan sudah memperbaiki kebocoran pipa limbah tersebut. Bahkan, ikan yang mati juga akan ada ganti rugi ke masyarakat.

Baca juga: Bupati Hamsuardi Pastikan Akan Tutup Seluruh Perusahaan yang Mencemari Lingkungan di Pasbar

“Ikan yang mati itu akan kita ganti dan kita sudah koordinasi dengan masyarakat serta pengurus masjid yang mengelola ikan larangan tersebut,” katanya. [zfk]

Terpopuler