Diintimidasi dan Akun Instagram Presma Diretas, BEM KM Unand Take Down Postingan Kritik Jokowi

Padang, Padangkita.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Andalas (Unand) men-take down atau menurunkan postingan yang berisi kritikan pengesahan Undang-undang (UU) Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (PPP) dari akun Instagram milik mereka, @bemkmunand.

Di postingan tersebut, BEM KM Unand menampilkan wajah Presiden Jokowi diedit bak Badarawuhi, sosok penari di film KKN di Desa Penari. Tidak hanya itu, BEM KM Unand juga memajang foto Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI, Puan Maharani sebagai pengiring penari.

BEM KM Unand juga menuliskan “Kegagapan, Kenakalan dan Ngeyelnya Pemerintah di Indonesia” atau disingkat KKN sebagai kritikan yang ditujukan ke pemerintah.

Postingan itu ditayangkan pada Rabu (25/5/2022) sekitar pukul 11.00 WIB, lalu diturunkan pada malam harinya.

Presiden Mahasiswa BEM KM Unand, Arsyady Walady Sinaga mengatakan, postingan tersebut di-take down usai pihaknya mendapatkan intimidasi. Dia menuturkan, ada pihak dari dalam dan luar kampus yang mengancam akan melaporkan BEM KM Unand ke polisi, jika tidak menurunkan postingan itu.

“Ada yang ingin membawa ke ranah hukum dengan menggunakan UU ITE. Terkait siapa yang mengintimidasi, itu datang dari dalam dan luar kampus. Saya tidak bisa menyebutkan rincinya,” ujarnya saat dihubungi Padangkita.com via telepon, Jumat (27/5/2022).

Selain diancam akan dilaporkan ke polisi, pihaknya juga mendapatkan peretasan. Arsyady mengaku akun Instagram pribadinya diretas.

“Pada postingan BEM KM Unand kemarin, akun pribadi saya juga diretas. Saya kaget juga. Pagi saya tidak bisa masuk. Namun, alhamdulillah, ada laporan dari gmail. Akhirnya bisa masuk kembali malamnya,” jelasnya.

Dia tidak mengetahui siapa yang meretas akun Instagramnya. Meski demikian, dia menduga hal tersebut ada kaitannya dengan postingan BEM KM Unand soal wajah Jokowi diedit itu.

“Beruntung, selama diretas, akun Instagram saya tidak diapa-apain. Karena akun Instagram saya pribadi tidak ada apa-apa,” sebutnya.

Atas hal tersebut, pihaknya menyayangkan tindakan intimidasi yang didapatkan pihaknya.

“Sedih lah ya. Karena sudah 22 tahun masa Reformasi. Tapi kita dibungkam. Kami paham dan sadar, untuk kebebasan berpendapat, ada batas-batasnya. Namun, balik lagi, jika kami menyampaikan aspirasi, tidak digubris. Saat disentil, justru mendapat pembungkaman,” sampainya.

Padahal, kata dia, postingan tersebut mengkritik UU PPP. UU tersebut melawan amar putusan Mahkamah Konstitusi tentang UU Cipta Kerja. MK sudah memutuskan agar UU Cipta Kerja itu direvisi.

“Namun, pemerintah baik eksekutif maupun legislatif malah membuat bagaimana memuluskan UU Cipta Kerja ini. Akhirnya, UU PPP yang dibuat untuk mempermudah UU Cipta Kerja ini yang notabenenya cacat formil,” sebutnya.

Pihaknya menampilkan wajah Jokowi yang diedit agar kritikan mereka bisa lebih diperhatikan. Hal itu karena, ketika mereka menyampaikan kritik, mereka kurang mendapatkan respon sehingga aspirasi pun tidak sampai. Pihaknya tidak ada niat sedikit pun untuk menghina dan melakukan ujaran kebencian.

“Kami lihat postingan kami yang sebelumnya kurang digubris, dan agar postingan kami sampai ke pemerintah, kami buat seperti itu. Apalagi dari adik-adik kita banyak juga yang akan KKN. Di situlah narasi itu dibangun yakni Kegagapan, Kenakalan dan Ngeyelnya Pemerintah di Indonesia,” sampainya.

Baca Juga: UNP – Unand Tanda Tangani Kerja Sama Pendirian Program Studi Pendidikan Kedokteran

Meski demikian, pihaknya akan tetap melakukan evaluasi terhadap postingan tersebut. Pihaknya akan menayangkan kembali postingan serupa, tetapi tanpa menampilkan wajah Jokowi diedit. [fru]

Terpopuler

Add New Playlist