Dialog di Painan, Emma Yohanna Ungkap Minimnya Jumlah Perempuan di Dunia Politik

Penulis: Redaksi

Painan, Padangkita.com – Anggota DPD RI Emma Yohanna jadi pembocara dalam Dialog Peningkatan SDM Perempuan Politik Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) di Painan, Kamis (28/10/2021).

Dalam acara yang diadakan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Pessel itu, Emma mengimbau agar kaum perempuan bergandengan tangan, mengurangi sekat-sekat perbedaan saat masa kampanye pemilu.

Emma mengungkapkan, mencermati hasil pemilihan legislatif dan pemilihan kepala daerah, hanya sedikit keterwakilan calon perempuan terpilih sebagai anggota dewan baik di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

Bahkan, kata dia, untuk kepala daerah calon perempuan yang berkompetisi terbilang sedikit. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat sebanyak 159 kandidat perempuan atau 11% dari total 1.432 yang lolos verifikasi pada Pilkada 2020. Sedangkan Pilkada 2018 tercatat sebanyak 94 kandidat perempuan di seluruh jenjang dan posisi atau 8,2% dari total 1.140 calon.

“Di beberapa daerah, pemilih perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki, tetapi kenapa tidak ada kaum perempuan yang terpilih. Kaum perempuan seakan terlena dengan sanjungan sebagai sosok yang terhormat dan sempurna dan layak dipilih, namun kurang mendapatkan kesempatan dalam pemilihan eksekutif maupun legislatif,” ungkap Emma Yohanna.

Kaum perempuan, lanjut dia, harus saling mendukung dalam memenangkan kontestasi baik  pemilihan legislatif dan ekskutif. Ia juga mengingatkan agar perempuan membuat pemetaan yang terukur di mana posisi harus mencalonkan diri dan partai yang akan menjadi kendaraan, bukan hanya sekadar untuk mencukupi kuota pendaftaran calon legislatif.

“Kaum perempuan harus meningkatkan kemampuan, apapun profesi yang dilakukan ditengah-tengah masyarakat. Perlunya perempuan melakukan pelatihan manajemen organisasi, manajemen konflik, dan pelatihan public speakinguntuk persiapkan diri sebagai calon legislatif dan eksekutif,” harap anggota Komite II DPD RI ini.

Senator asal Sumatra Barat itu juga meyakini, kiprah perempuan di legislatif dan eksekutif sangat bermanfaat, karena banyak hal yang mungkin tidak terpikirkan oleh kaum lelaki tetapi terpikirkan oleh kaum perempuan. Misalnya, kata dia, keberadaan ruangan menyusui bayi di tempat publik dan kebutuhan perempuan lainnya yang hanya akan diperjuangkan oleh kaum perempuan ketika ia menjadi anggota dewan atau kepala daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Pesisir Selatan Rudi Hariyansyah dalam sambutannya pada dialog itu berharap agar perempuan memberanikan diri maju ke politik, baik sebagai anggota dewan, kepala daerah bahkan maju sebagai wali nagari.

UU telah memberikan kesempatan yang terbuka  kepada kaum perempuan berkiprah di dunia politik, sehingga ke depan perempuan harus mempersiapkan diri sejak dini, mulai berkecimpung di tengah masyarakat.

“Pengabdian tertinggi umat manusia adalah sebagai manusia politik karena di politik kita sudah mampu memikirkan orang banyak, tidak hanya kepentingan diri sendiri,” ucapnya.

Baca juga: Emma Yohanna Terharu dengan Perjuangan Alumni UIN Imam Bonjol yang Mendirikan Pesantren Gratis

“Untuk itu saya mengajak ibu-ibu yang ikut pelatihan peningkatan SDM politik ini ikut berkiprah di dunia politik di tahun 2024 nanti.” (jal/pkt)

Terpopuler

Add New Playlist