Dari Total 2.300 Kilometer, Jalan Berkondisi Baik Kabupaten Pesisir Selatan Baru 35,9 Persen 

Penulis: Isran Bastian

Painan, Padangkita.com – Bupati Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Rusma Yul Anwar menargetkan jalan kabupaten berkondisi baik mencapai 35,90 persen, dengan rasio konektivitas 63 persen pada tahun 2026 mendatang.

Kata bupati, arah kebijakan pengembangan infrastruktur dasar seperti jalan selama 5 tahun ke depan mengarah pada area sentra produksi dan sektor unggulan daerah seperti pertanian, perkebunan dan perikanan. Selain itu juga pada area penunjang destinasi pariwisata.

“Ya, guna mempercepat laju pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan, karena sesuai potensi daerah,” ungkapnya usai rapat koordinasi, Senin (14/2/2022).

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2020 jalan berkondisi baik di Pesisir Selatan hanya sekitar 600 Kilometer atau hanya 31,90 persen dari total 2.300 Kilometer lebih panjang jalan kabupaten.

Sedangkan berkondisi buruk tercatat lebih dari 1.000 Kilometer dan sisanya dengan kondisi sedang. Sementara dalam RPJMD 2021-2026, pemerintah kabupaten telah menetapkan peningkatan jalan berkondisi baik sebesar 1 persen tiap tahun.

Bupati menyampaikan, sepanjang 2021, alokasi anggaran untuk pengembangan dan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan tercatat sebesar Rp100 miliar.

Adapun sumber pembiayaan sebagian besar berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sedangkan sisanya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Sesuai rencana, target pemerintah daerah  jalan berkondisi baik naik jadi 32,90 persen, dari 31,90 persen tahun ini, dengan tingkat konektivitas 54 persen,” terang bupati.

Pemerintah daerah optimis, pengembangan dan pembangunan infrastruktur di sentra produksi dapat mendorong tumbuhnya industri pengolahan berbasis pertanian dan perikanan, sejalan strategi peningkatan nilai tambah komoditi unggulan.

Sedangkan untuk sektor pariwisata, lanjut bupati diyakini mampu meningkatkan angka kunjungan dan usaha penunjang di sekitar destinasi seperti akomodasi, perhotelan dan restoran.

Apalagi, sektor primer, khususnya pertanian dan perikanan selama ini tercatat sebagai sumber utama pertumbuhan perekonomian daerah, dengan rata-rata di atas 35 persen setiap tahunnya.

Sementara, pariwisata disiapkan untuk menggantikan sektor primer sebagai, mengingat sektor primer secara alamiah akan mengalami penurunan kinerja seiring pesatnya pembangunan.

Baca Juga : 51 E-Warong di Pessel Diganti, Ada yang Fiktif hingga Dimiliki Oknum Keluarga Wali Nagari

“Karena pariwisata mampu melahirkan berbagai industri turunan dan penunjang kegiatannya,” sebutnya. [amn/isr]

Terpopuler

Add New Playlist