Feature

Cerita di Balik Peziarah Banjiri TPU: Tradisi Melepas Rindu hingga Rezeki Berlipat 

×

Cerita di Balik Peziarah Banjiri TPU: Tradisi Melepas Rindu hingga Rezeki Berlipat 

Sebarkan artikel ini
Zaharudin, salah seorang penjaga sekaligus tukang bersih bersih kuburan di TPU Tunggul Hitam, Kota Padang. Dia ketiban rezeki berlipat berkat lonjakkan jumlah peziarah jelang Ramadan. [Foto: Isran]

Padang, Padangkita.com – Ratusan orang terlihat mendatangi tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Padang. Mereka adalah para peziarah yang akan berdoa di makam sanak keluarganya, yang dimakamkan di lokasi tersebut.

Ziarah makam memang menjadi tradisi sebelum masuknya bulan suci Ramadan, termasuk juga di Sumbar. Hari ini, Minggu (27/2022) merupakan pekan terakhir sebelum jatuhnya bulan Ramadan, yang berkemungkinan ditetapkan 2 April mendatang.

Satu pekan jelang masuknya Ramadan, ratusan warga dari berbagai daerah datangi TPU, salah satunya TPU Tunggul Hitam, Kota Padang.

Pantauan Padangkita.com, para peziarah tampak membersihkan kuburan sanak saudara mereka, selain itu juga terlihat tabur bunga dan memanjatkan doa di sisi kuburan keluarga peziarah.

Andre salah seorang peziarah mengatakan, sudah tradisi di keluarganya menjelang masuknya bulan suci Ramadan, mendatangi kuburan almarhum orang tuanya yang dikubur tiga tahun lalu.

Mendatangi dan memanjatkan doa di samping makam orang tuanya di anggap Andre, selain wujud rasa cintanya kepada almarhum orang tuanya juga  untuk melepas rindu kepada almarhum.

Sementara itu, Zaharudin salah seorang penjaga sekaligus tukang bersih bersih kuburan mengatakan, jika di hari biasa ia bisa mengantongi uang senilai Rp50 ribu, namun menjelang Ramadan ini, bapak lima anak tersebut bisa mendapatkan dua kali lipat.

Menurtunya, kenaikan tersebut dampak dari banyaknya peziarah yang datang, sehingga para penjaga makam itupun ketiban rezeki dua kali lipat.

Zaharudin memprediksi hari ini merupakan puncak ramainya para peziarah yang datang  ke TPU Tunggul Hitam, dari pagi hingga menjelang magrib nanti.

Baca Juga: Penampilan “Ziarah Surau Kota Hujan” Pukau Para Penonton Saat Pembukaan MTQ ke-XXXIX

Selain itu, dia juga mengakui, sejak dua tahun lalu, tahun ini merupakan ramainya para peziarah yang datang, sebab tahun sebelumnya mobilitas warga yang akan melakukan aktifitas di batasi oleh pemerintah karena kasus Covid-19. [isr]