Cegah Klaster Nagari, Kadinkes Sumbar Minta Posko Pembatasan Kegiatan Masyarakat Segera Diaktifkan

|
Editor: Zulfikar

Berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini: Kadinkes Sumbar meminta agar posko PPKM segara didirikan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di nagari.

Padang, Padangkita.com – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) Arry Yuswandi meminta agar posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro agar segera diaktifkan. Hal itu, kata Arry, sebagai upaya mencegah penyebaran Covbid-19 di perkampungan.

“Kita sekarang kan penerapan PPKM Mikro. Masing-masing nagari setidaknya membuat posko. Kalau di kota, bisa sampai tingkat RT,” ujar Arry saat ditemui Padangkita.com usai meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi lansia di Masjid Raya Sumbar, Sabtu (24/4/2021).

Dijelaskan Arry, posko PPKM Mikro itu berperan memantau mobilitas penduduk dan menghubungi pihak terkait jika ada warga yang positif. Selain itu, posko PPKM Mikro juga berperan untuk mengisolasi warga yang baru datang dari luar.

Untuk PPKM Mikro itu, jelas Arry, pihak yang terlibat yaitu petugas kesehatan, pejabat pemerintahan, Bhabinkamtibmas, dan sebagainya.

“Semua pihak yang dinyatakan untuk bersama-sama (bertanggungjawab) terhadap PPKM Mikro agar bersama-sama untuk mengaktifkan poskonya,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah nagari di Sumbar dilaporkan menjadi klaster penyebaran Covid-19, yaitu Nagari Tabek di Kabupaten Dharmasraya, Nagari Sungai Kunyit di Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Nagari Muaro Paiti dan Nagari Durian Gadang di Kabupaten Limapuluh Kota.

Baca juga: Soal Klaster Covid-19 Beberapa Nagari di Sumbar, Kadinkes Arry Yuswandi: Karena Basapa, Baralek dan Pulang Kampung

Adanya klaster nagari tersebut dipicu adanya mobilitas penduduk dari luar daerah, seperti Basapa, baralek, dan juga pulang kampung. [zfk]


Baca berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist