Buku LKS Bergambar Wali Kota Padang Ditarik, Habibul: Kita Ganti Kovernya

Penulis: Fuadi Zikri

Padang, Padangkita.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang memutuskan untuk menarik buku Lembaran Kerja Siswa (LKS) mata pelajaran Bahasa Inggris kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sampulnya bergambarkan Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah.

Sebelumnya, buku itu sempat menjadi perbincangan karena Mahyeldi Ansharullah diketahui akan maju dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.

“Sudah kita perintahkan ditarik,” ujar Kepala Disdik Kota Padang, Habibul Fuadi kepada Padangkita.com, Selasa (14/7/2020).

Dikatakannya, salah satu alasan ditariknya buku LKS itu adalah untuk menghindari polemik yang akan terjadi jika buku itu tetap dibiarkan beredar. Pasalnya, saat ini di Indonesia termasuk di Sumbar, suhu politik mulai panas menjelang Pilkada serentak 2020.

Selain itu, diketahui Mahyeldi memang dalam pembicaraan untuk maju pada Pemilihan Gubernur Sumbar 2020 ini.

“Saya sudah koordinasi dengan anggota saya, buku ini kita tarik, kita ganti saja kovernya,” sambung Habibul.

Habibul menyebutkan, sebelum buku LKS itu terbit dan diedarkan, pihak terkait baik percetakan ataupun penulisnya belum berkoordinasi dengan Disdik Padang.

Baca juga: LKS Bergambar Wali Kota Padang Beredar, Habibul: Jika Menyalahi Regulasi, Bisa Kita Tarik

“Karena ini produk MGP (guru mata pelajaran), dan mereka tidak koordinasi dengan kita tentang kovernya. Seharusnya di sana foto Kepala Dinas kan, biar Kepala Dinasnya terkenal juga,” ujar dia dengan nada bercanda.

Ditambahkan Habibul, sebenarnya tidak ada regulasi yang mengatur soal pemasangan gambar kepala daerah di buku pelajaran anak sekolah. Dia menilai itu sudah merupakan hal yang biasa, karena itu juga edukasi kepada anak-anak agar mereka tahu dengan kepala daerahnya.

Namun, karena bertepatan dengan tahun politik, maka hal itu bisa menjadi hal yang tidak biasa karena akan memicu polemik di tengah masyarakat.

“Kalau ada foto Pak Wali di koran, korannya bermasalah dong. Karenanya ini momennya politik, jadi bisa ditafsirkan orang dengan arti lain.” [mfz/pkt]


Baca berita Padang terbaru hanya di Padangkita.com.

Terpopuler