Bukittinggi Jadi Satu-satunya Daerah di Sumatra yang Punya Museum Sejarah Alam Bawah Tanah

Penulis: Redaksi

Bukittnggi, Padangkita.com – Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Audy Joinaldy menyampaikan dukungan pada Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi yang akan melanjutkan pembangunan Museum Saintifik Sejarah Alam Bawah Tanah (Mussabata).

Dukungan disampaikan Wagub Audy dalam pertemuan dengan Wali Kota Bukittinggi Eman Safar beserta jajaran Pemko Bukittinggi, jelang berbuka puasa, Sabtu (23/4/2022).

“Museum ini (Mussabata) jika dibangun dengan desain modern, bisa menjadi iconic building di Bukittinggi,” ujar Audy.

Menurut Audy, di samping wisata alam, keberadaan bangunan-bangunan ikonik merupakan salah satu daya tarik pariwisata yang perlu diperbanyak. Baik bangunan yang bersifat historis monumental, maupun futuristik. Pembangunan Mussabata di Bukittinggi dan Auditorium Equator di Pasaman, kata Audy, kelak bisa menjadi pilihan wisata edukasi di Sumatra.

Itulah sebabnya, lanjut Audy, Pemprov Sumbar mendukung secara penuh, baik dari segi pembiayaan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK), maupun upaya follow up di tingkat pusat.

“Bukittinggi sebagai kota wisata sangat cocok dan bagus membangun hal semacam ini. Semakin banyak iconic building, makin banyak pilihan objek wisata, Pemerintah Provinsi bisa membantu pembiayaan lewat BKK di tahun 2023 nanti, demikian juga dengan follow up yang perlu dilakukan ke kemeneterian-kementerian terkait,” ujar Audy.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi Erman Safar mengatakan, jika sudah selesai dibangun, Mussabata Bukittinggi akan menjadi yang pertama dan satu-satunya di Pulau Sumatra. Selain itu, Mussabata juga dapat dipastikan mampu meningkatkan kunjungan wisata, utamanya di sektor edukasi.

“Dari segi kesiapannya sebenarnya sudah ready untuk dibangun tahun 2023. DED sudah rampung, koleksi untuk dipamerkan sudah ada. Dan juga kalau dibangun, ini adalah satu-satunya untuk kategori museum alam bawah tanah di Pulau Sumatra,” ungkap Erman Safar.

Di samping itu, untuk pengelolaan maupun penambahan koleksi museum nantinya, ia mengaku pihaknya sudah melakukan kerja sama dan studi dengan Museum Geologi di Bandung.

Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi Martias Wanto mengatakan, rencana melanjutkan pembangunan museum saintifik sejarah alam bawah tanah sudah sesuai denganl visi dan misi Kota Bukittinggi.

“Kita juga sudah kembali menjalin komunikasi dengan jaringan-jaringan terkait rencana melanjutkan pembangunan museum ini,” ungkapnya.

Sementara berkaitan dengan pariwisata, Martias Wanto optimistis dapat mendongkrak kunjungan pariwisata Bukittinggi. Hal tersebut menurut dia, sudah dibuktikan dengan tingginya animo kunjungan pada saat pameran uji coba.

“Saat dilakukan uji coba, jumlah kunjungan mencapai 2.000 orang per hari. Maka dari itu kami optimis untuk mengusulkan agar pembangunan museum kembali dilanjutkan ke Pemerintah Provinsi melalui Bapak Wakil Gubernur. Harapan kami hal ini dapat menjadi prioritas di tahun 2023 untuk Kota Bukittinggi,” pungkasnya.

Baca juga: Resmikan Gernas BBI di Bukittinggi, Wapres Ma’ruf Minta Sumbar Terdepan Ekonomi Syariah

Diketahui, Kota Bukittinggi sudah lama terkenal sebagai destinasi wisata andalan di Sumbar. Luasnya memang hanya 25,24 km persegi. Namun kota yang pernah menjadi Ibu Kota Indonesia ini kaya nilai historis, dikelilingi alam yang indah, serta bangunan-bangunan lawas yang ikonik, seperti Jam Gadang dan Lobang Jepang. [*/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist